
Tidak terasa sudah tiga hari Ardi berada di kampung Nisa, tempat dimana dirinya mengalami kecelakaan dan di tolong oleh keluarga Nisa. Sekarang sudah waktunya Ardi untuk kembali pulang ke Jakarta, karena keadaanya kini sudah lebih baik dan keluarga Ardi di Jakarta sudah menunggu kepulangannya.
Sebelumnya Azka, sang putra Pertama Ardi sempat akan menjemput nya ke kampung Nisa, namun karena keadaan yang tidak memungkinkan.Yang akhirnya Ardi akan di jemput oleh Ajudan nya. Yakni Kopral tinggak Satu Firman (22). Firman yang tak lain adalah anak buah Ardi di kantornya.
Hari terakhir Ardi di kampung Nisa, dimana hari esok ia akan kembali ke jakarta. Ada rasa berat saat akan meninggalkan tempat dimana Ardi merasa ada kenyamanan. Namun teringat kembali tanggung jawabnya sebagai perwira tinggi TNI yang masih banyak tugas yang harus di embannya, terlebih lagi ada Azka dan Asyla putra putrinya yang begitu di rindukannya.
Malam itu Di Dapur Bu inayah sedang sibuk ,membuat makanan khas daerah setempat , Yang dimana untuk di bawa Ardi sebagai oleh-oleh untuk keluarga nya di jakarta.
Bu inayah bingung ingin membawakan apa untuk melepas kepulangan orang yang di tolong putrinya. karena kalau di kota pasti semua ada, makanya bu Sumi berpikir membawa makanan khas Daerah nya yang pasti tidak akan di temukan di Jakarta.
Nisa yang sedari pulang dari klinik langsung masuk ke kamar nya, kini Nisa baru keluar sekitar pukul Delapan malam, karena Nisa sedang tidak nyaman karena kedatangan Tamu bulanan nya.
'' Eleeleeehhh ibu lagi bikin apa? meni banyak pisan...mau ada acara apa bu?'' Nisa menatap makanan manis yang di bungkus daun pisang yang isinya tepung ketan ada juga tepung beras yang di campur gula merah(papais/bugis nama makanannya) yang berjajar rapi di nampan bulat besar yang terbuat dari anyaman bambu(namanya nyiru kalau di kampung ku).
'' Gak ada acara apa-apa neng...ibu sengaja bikin banyak buat di bawa Nak Ardi ke jakarta'' Bu inayah sembari merapihkan makanan yang di bungkus daun setelaj selesai di kukus.
'' Ke jakarta...emang kapan pak Ardi mau pulang? '' Nisa langsung penasaran ingin mengetahui kepulangan Ardi, yang seharian tidak bertemu dengan nya. Karena hari itu Nisa cukup sibuk di klinik pulang hampir mahgrib.
'' Besok pagi katanya neng, itu ajudannya yang menjemput, sudah tiba tadi sore'' Bu inayah memberitahu waktu kepulangan Ardi. Nisa seketika berpikir.
__ADS_1
'' Terus bu.. sekarang pak Ardi nya dimana? kok aku denger-denger pada sepi'' Nisa langsung menengok kamar yang di tiduri Ardi dan ruang tamu yang nampak Sepi.
'' Tadi nak Ardi pamit sama ibu, katanya mau main ke tempat Mang tisna neng...mumpung masih di sini katanya '' Bu inayah memberitahu Keberadaan Ardi. Nisa tampak tercenung, mengingat hari esok rumah nya akan sepi tanpa Ardi.
Karena Mang tisna dan istrinya sehari-hari pulang ke rumah nya setelah selesai pekerjaan nya di rumah Pak Zaenal.
'' Neng kenapa melamun? '' Bu inayah menepuk pundak putrinya yang terlihat diam melamun.
'' Eehh... enggak kok bu..'' Nisa langsung salah tinggkah, karena takut ketahuan sang ibu dirinya sedang melamunkan Ardi orang yang tiga hari lalu di tolongnya.
Tak lama terdengar suara keramaian, Ardi, Ajudan nya dan juga mang Tisna yang mengantar mereka kembali ke rumah Pak Zaenal ayahnya Nisa.
Ternyata tanpa sepengetahuan mereka semua kecuali Mang Tisna yang mengantar, Sedari Sore setelah kedatangan ajudan nya, Ardi di Antar Mang tisna ke kota untuk membeli Kebutuhan yang di butuhkan klinik Milik Nisa. Dari mulai obat-obatan generik, ranjang pasien, tempat duduk pasien, hingga beberapa kursi roda Di beli Ardi untuk melengakapi kekurangan di klinik milik Nisa. Yang pastinya akan berguna dimana di klinik sudah beberapa barang yang sudah rusak.
Sekalian juga mengantar mobil bekas Ardi kecelakaan untuk di antar oleh ekspedisi ke daerah asal mobil itu. Dimana daerah bekas Arsi melakukan Dinas kemarin.
Semua yang di beli Ardi akan datang setelah Kepergian Ardi ke jakarta, Karena Ardi tahu kalau dirinya ada di situ takutnya keluarga Nisa tidak mau menerima.
Sekarang di depan rumah Nisa terdengar kedatangan Pak Zaenal dari masjid berbarengan dengan Ardi dan Ajudannya berserta Mang tisna.
__ADS_1
'' Assalamualaikum '' Seru Pak Zaenal saat tiba di depan rumahnya.
'' Wa'alaikum salam '' Jawab Ardi, mang tisna dan ajudan Ardi bernama Firman.
'' Ayo... pada masuk ke dalam.. di luar dingin'' Pak Zaenal mengajak yang mereka untuk masuk.
'' Iya pak... Ardi juga mau sekalian pamit, Malam ini Ardi mau pulang pak'' Ardi berpamitan akan pulang malam ini juga.
'' Bukan nya besok nak Ardi, biar habis subuh aja'' Pak Zaenal khawatir menyuruh mereka pulang besok saja.
'' Ardi kan ada teman untuk di jalan pak, jadi insya Allah akan baik-baik saja, terus besok di kantor akan ada apel penting, kehadiran Ardi sudah di tunggu '' Ardi menceritakan alasannya. Untuk pulang malam ini juga.
'' Ohh begitu...ya sudah kita makan bersama dulu baru Nak Ardi dan nak Firman bisa bersiap-siap'' ajak pak Zaenal.
'' Iya ayoo... semuanya sudah siap'' Mang tisna datang dari dalam rumah memberitahu untuk makan bersama sudah di siapkan.
Nisa yang mendengar akan niat kepulangan Ardi, Segera menyiapkan beberapa obat untuk keluhan yang terahir di rasakan Ardi di tambah bebarapa vitamin untuk daya tahan tubuhnya.
( Bersambungg yaaa)
__ADS_1
Nanti Author lanjut storynya
By