
Keesokan paginya Nissa sudah bersiap menyongsong hari setelah kepulangannya dari kampung halaman.
Nissa sudah rapi bersiap dengan outfit casualnya yang begitu terlihat modis dan elegan, karena Nissa begitu pintar memadupandankan pakaian yang di pakainya senada dengan hijabnya.
Pukul 07.00 Nissa bersiap keluar dari kamar mesnya menuju Klinik yang begitu dekat dengan mesnya.
Nissa pagi ini juga membawa oleh-oleh dari ibunya yang akan di berikan untuk Ardi dan teman-temanya di klinik.
Nissa tidak berniat memberikan langsung kepada Ardi, namun lebih memilih menitipkannya pada ajudan Ardi saja.
karena bertemu dengan Ardi akan membuat nya sedikit tidak nyaman, apalagi Nissa sudah berkali-kali menolak ajakan Ardi, Nissa sedang tidak punya ide harus beralasan apalagi bila Ardi kembali memberikan ajakan kepadanya.
Nissa tiba di klinik, Alhamdulillah klinik masih sepi jadi ia bisa memilah oleh-oleh untuk di bagikan pada ibu fania dan rekan-rekannya di klinik. Nissa terlebih dahulu memisahkan totebag oleh-oleh untuk di berikan kepada Ardi.
Nissa berjalan keluar klinik setelah membereskan ruangan nya setelah beberapa hari di tinggalkan nya. Setelah itu Nissa berjalan keluar menuju gedung dimana Ardi berdinas, Nissa memperlihatkan Id card nya agar bisa memasuki gedung itu.
Setelah di beri ijin oleh penjaga Nissa berjalan menuju ruangan dimana Ardi berdinas, Nisa akhirnya sampai didepan ruangan Ardi disana baru saja Firman ajudan Ardi tiba dan sedang membereskan ruangan Ardi.
'' Assalamualaikum pak Firman'' suara Nissa menyapa Firman, Firman yang tengah membereskan ruangan Ardi yang terbuka sedikit kaget karena masih pagi sudah ada tamu.
'' i.. iya wa'alaikumsalam.. eehh dokter'' jawab Firman saat melihat dokter Nissa ada di depan ruangan Ardi.
'' Pak Firman mohon mengganggu sebentar waktunya, saya mau menitipkan ini untuk pak Ardi, kebetulan saya ada bimbingan di luar klinik jadi tidak bisa memberikan pada Pak Ardi secara langsung'' Nissa menyerahkan bingkisan oleh-oleh pada Firman.
'' Oh.. baik dokter...nanti saya sampaikan pada Pak Ardi, mungkin sebentar lagi pak Ardi tiba'' ucap Firman sembari menyimpan bingkisan dari Nisa di meja Ardi.
'' Terima kasih banyak pak Firman... kalau begitu saya pamit.. Assalamualaikum '' ucap Nissa sembari menangkupkan tangannya di dada seraya pamit dari ruangan Ardi.
'' Baik dokter wa'alaikum salam '' jawab firman yang ikut juga menangkupkan tangaannya di dada, seraya terus menatap kepergian dokter cantik itu dari hadapannya.
Nissa langsung bersiap membawa tas nya setelah mendapatkan dokumen untuk bimbingannya di sebuah sekolah atas perintah ibu Fania.
__ADS_1
Nissa juga menyempatkan berbincang dengan rekan-rekannya sambil membagikan oleh-oleh dari ibunya.
'' Terima kasih banyak yah Nis oleh-olehnya... nanti aku kasih sama Johan dan Dina nanti '' ucap Desi karena pagi ini jadwal Desi dan fajar, sedangkan Dina dan johan akan berdinas nanti siang.
'' Iya Nis makasih yah....kemarin johan udah nanyain kamu terus...katanya hari ini dia mau mengantar kamu ke sekolah yang kamu mau kunjungi untuk bimbingan'' Ucap fajar saat menerima bingkisna oleh-oleh dari Nisa.
'' Duhh merepotkan... seperti tidak usah kali ka fajar, aku bisa naik ojek online toh tinggal memberikan alamat sama ojeknya'' ucap Nisa yang tidak mau merepotkan Johan.
'' Nis.. ini data untuk di sekolah nanti... kamu hati-hati yah.. kabari kami di sini kalau ada problem di sana'' Suara ibu fania dari ruangannya sembari menyerahkan dokumen yang akan di butuhkan Nisa.
'' Baik bu Fania... dan semuanya Nisa pamit...kebetulan ojek onlinenya sudah datang... assalamualaikum semua'' pamit Nisa pada Semuanya.
'' Iya Nis... semangat dan sukses'' balas rekan Nisa memberi semangat.
Setelah berpamitan Nissa berjalan ke luar gerbang untuk menaiki ojek online yang sudah menunggunya.
Tanpa di duga saat Nisa sedang menggunakan helm, Mobil Rubicon Ardi melintas akan memasuki Gerbang.
Ardi segera turun dari mobilnya karena penasaran akan kemana Nisa yang akan menumpangi ojek online.
'' Dokter Nisa... anda mau kemana? apa ada yang penting?'' Ardi menghampiri Nisa yang telah besiap menggunakan helm akan menaiki ojek Online.
Nisa yang kaget akan suara orang memanggil nya langsung menengok ke arah Ardi yang bersuara.
'' Eehh iya pak Ardi... saya ada bimbingan di sekolah SMA kejuruan atas perintah ibu Fania...mari pak saya pamit Assalamualaikum'' Nisa menjawab seraya langsung pamit kepada Ardi karena tidak mau menjadi pusat perhatian orang yang berlalu lalang.
'' Ohh begitu dok... baiklah hati-hati di jalan wa'alaikumsalam'' Ardi dengan lesu merasa tidak tega melihat Nisa di bonceng oleh ojek online.
Kalau tidak ada rapat dengan Anggota Ardi rasanya ingin memberhentikan ojek online itu dan mengantar kan Nisa ke tempat bimbingan.
Ardi memasuki mobilnya dan kembali memasuki area Gedung.
__ADS_1
Sampai di ruangannya Ardi memilih menelpon ibu Fania ingin menanyakan perihal Nisa yang di tugaskan oleh Fania.
๐..Halo...Assalamualaikum ibu Fania..ini saya Ardi.
๐Wa'alaikumsalam pak Ardi... ada yang bisa saya bantu.
๐Iya Ibu Fania.. ada yang ingin saya tanyakan perihal Dokter Nisa...memangnya sedang ada bimbingan apa?
Fania sempat bingung saat Ardi menanyakan Nissa.
๐Oh itu pak..sedang ada bimbingan dulu di sekolah SMA yang tengah mengadakan praktek kesehatan.
๐Kenapa tidak di berikan Fasilitas kendaraan, mobil dinas banyak yang bisa di gunakan untuk menunjang mobilitas dokter bila bertugas keluar.
๐Oohh mohon maaf pak Ardi, sebelumnya saya sudah tawarkan Nisa untuk menggunakan supir kantor tapi Nisa menolak, memilih untuk berangkat sendiri, katanya mau merasakan atmosfire kota jakarta.
๐Oh begitu bu... ya sudah saya hanya ingin menanyakan itu saja, karena saya sebagai atasan merasa tidak memberikan apa yang dibutuhkna Nakes. Jadi nanto bisa di siapkan lagi kesiapannya agar mobilitas dari kantor bisa membantu nakes yang sedang bertugas keluar.
๐iya Pak Ardi saya akan berusaha berkontribusi lebih baik lagi... terima kasih atas perhatiannya
๐Baik bu fania... saya sudahi dulu Assalamualaikum.
๐Baik pak Ardi wa'alaikumsalam.
Ardi begitu khawatir akan Nisa, Ardi tahu juga dari mang Tisna saa semalam berkirim pesan kalau Nisa dari sumedang menggunakan transportasi umum.
Rasa khawatir Ardi pada Nisa terus muncul dalam pikirannya. Hingga Ardi putuskan ingin menelpon Nissa agar rasa khawatirnya bisa terobati.
๐ธ๐ธ๐ธ
Bersambung dulu
__ADS_1