Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
JAWABAN NISSA


__ADS_3

pov Ardi


Hari ini aku sudah tidak sabar, ingin segera berangkat ke gedung administratif AD, Waktu Nissa untuk menjawab lamaran ku sekarang sudah waktunya, malah aku sudah memberikan waktu lebih dari tiga hari dari waktu yang di mintanya, kebetulan aku baru saja pulang, setelah melakukan pengamanan pusat selama dua hari.


Sebelum berangkat aku sudah mengirim pesan pada Nissa.


📩Saya sudah tidak sabar menunggu jawaban anda.


Aku tiba di Gedung pukul 08.00, kebetulan hari ini aku harus melakukan apel dengan para Anggota di area Gedung.


Setelah melakukan apel, aku langsung menuju keruanganku bersama ajudanku Firman.


Mengecheek ponsel, belum ada balasan dari Nissa, Aku semakin tidak sabar ingin bertemu dengan dia.


Aku mengecheek pembukuan laporan kinik, ternyata Fania belum menyerahkannya. Akhirnya aku mempunyai ide untuk meminta pembukan Klinik pada Fania dan menyuruh Nissa untuk mengantarkannya ke ruanganku.


Benar saja, belum ada tiga puluh menit aku menunggu, Firman ajudanku memberitahu ada Nissa yang mau memberikan laporan, aku langsung menyuruhnya untuk masuk.


''Assalamualaikum....permisi saya mau menyerahkan laporan dari ibu Fania'' Ucapnya masuk ke ruangan ku, dia begitu tampil menawan, tiga hari tidak bertemu dengannya membuat hatiku begitu senang saat kini bertemu dengan nya.


'' Wa'alaikum salam, terima kasih sudah mengantar'' ucapku bangkit dari tempat duduk mendekat ke arah Nissa.


'' Kalau begitu..saya pamit pak'' Ucapnya setelah menyerahkan dokumen laporan kepadaku, aku langsung bersuara menahannya.


'' Sepertinya...ada yang anda lupakan?'' tanyaku menatap ke arahnya, dia tampak kikuk karena tatapanku. Aku yakin dia tidak lupa akan memberi jawaban kepadaku.


'' Hhmm...untuk soal itu, saya tidak enak kalau harus membahasnya di sini pak'' ucapnya menghindari tatapan ku, aku tersenyum dia ternyata tidak melupakan itu.

__ADS_1


'' Kenapa tidak, ini ruangan saya, tidak akan ada yang melarang kita berbincang di sini, saya sudah tidak sabar menunggu jawaban dari anda'' ucapku semakin mendekat ke arahnya, dia tampak semakin kikuk, dan berakhir duduk di sofa panjang yang berada di ruangan ku. Aku langsung mundur menjaga jarak, setelah dia duduk nyaman di sofa ruanganku. Aku ingin segera mendengar jawaban dari mulut mungilnya itu.


'' Saya bersedia Pak..'' ucapnya tegas, kemudian bangkit dari duduknya. Aku begitu senang dengan jawaban nya.


'' Anda sungguh-sungguh?'' tanyaku penasaran mendekatinya, sehingga dia kembali duduk di Sofa.


'' In Sya Allah..saya tidak main-main dengan jawaban saya'' ucapnya lagi, aku benar-benar senang mendengarnya.


'' Tapi, ada beberapa syarat yang ingin saya ajukan pada bapak'' Ucapnya, membuat aku penasaran.


'' Syarat apa?'' tanyaku penasaran, ia tampak menyiapkan beberapa syarat di kepala nya.


'' Pertama..saya tidak mau di publikasi oleh bapak, sebelum kita resmi menikah, karena saya tahu proses menuju pernikahan seorang abdi negara ada proses dan prosedur yang harus di lakukan.


kedua..saya minta pada bapak, untuk memberikan saya waktu, sampai saya siap untuk melakukan kontak fisik sebagai mana suami istri pada umumnya.


ketiga.. bila bapak selingkuh, konsekuensinya kita bercerai, apalagi poligami saya tidak mentolerirnya. Bila bapak bersedia memenuhi semua syaratnya, mari kita lanjutkan lamaran ini, namun kalau tidak, saya tarik kembali jawaban saya tadi, dan kita anggap tidak pernah terjadi ada apa-apa diantara kita.


'' Syarat yang pertama sama sekali tidak ada masalah untuk saya, untuk yang ketiga pun sama, anda tidak perlu khawatir saya akan setia, dan asal anda tau seorang abdi negara hanya di ijinkan mempunyai satu istri saja, tapi untuk yang kedua saya rasa itu perlu di pertimbangkan!'' ucapku sembari menatap genit Nissa, dia langsung salah tingkah dengan ulah ku. Aku yakin ia tahu maksudku.


'' Untuk poin ke dua, mungkin bapak seorang laki-laki dan sudah berpengalaman pula dalam pernikahan itu sangat tidak masalah, namun untuk saya, melakukan kontak fisik suami istri dengan orang yang belum saya kenal dekat, itu sangat tidak mudah, dan kalau di paksakan.. untuk sebagian orang, akan mengakibatkan gangguan kesehatan mental, dan sangat menjaga itu'' ucapnya panjang lebar, aku mengerti maksud dari point kedua sekarang.


'' Anda tahu dari mana? mengenai itu'' tanyaku penasaran, karena laki-laki hubungan suami istri adalah suatu keharusan dalam sebuah hubungan pernikahan.


'' Banyak penelitian Pak mengenai itu, banyak perempuan mengalami gangguan kesehatan mental karena di paksa menjalani pernikahan paksa, dan juga karena perjodohan yang mengakibatkan mereka tertekan, karena terpaksa berhubungan suami istri dengan orang yang tidak mereka kenal sebelumnya bahkan tidak di cintainya'' Jawabnya bijak, aku kagum dengan pengetahuan nya.


'' Saya sekarang paham dan mengerti, alasan anda sangat masuk akal'' ucapku mengangguk.

__ADS_1


''Saya sekarang putuskan, akan bersedia memenuhi semua syarat yang anda minta tadi, saya juga tidak mau belama-lama, kalau berkas kita yang di butuhkan sudah siap, saya akan langsung ajukan pada komandan kompi, agar kita bisa segera melakukan sidang pernikahan sesuai prosedur di AD'' ucapku menyetujui persyaratan yang diajukan dia.


'' Baiklah...Saya akan ikuti sesuai prosedur dan perintah dari bapak, untuk menyiapkan semuanya, Saya pamit pak... Assalamualaikum '' ucapnya pamit keluar dari ruangan ku. Aku membalas salam nya dan terus menatapnya hingga keluar dari ruanganku.


Aku sebenarnya masih ingin berbicara banyak dengannya, apalagi soal persiapan pernikahan, karena akan banyak persyaratan yang harus di siapkan sebelum mengajukan pada komandan kompi.


Namun aku tersenyum senang, apa yang aku inginkan akan segera terwujud, yakni menikahi dokter khairunissa, orang yang sudah menolongku dan orang yang telah membuatku kembali merasakan jatuh cinta kembali setelah di tinggal meninggal oleh Alm Berliana.


-------🌺🌺🌺🌺----


Diruangan Nissa, ia sedang mencerna apa yang telah di ucapkannya tadi, di ruangan Ardi. Sekarang ia sudah resmi, akan menjalin hubungan ke jenjang lebih serius dengan duda dua anak tersebut.


Sekarang Nissa akan menjalani hari-hari berbeda, ia harus siap menghadapi jalan hidup yang berbeda dengan kehidupan sebelumnya.


Menikah dengan Ardi, seorang abdi negara bukanlah hal yang mudah, Nissa harus siap dengan konsekuensinya. Sekaligus ia harus siap akan menjadi ibu Persit kartika chandra kirana. (sebutan untuk istri TNI AD)


Menjadi ibu persit, Nissa harus memiliki tanggung jawab yang besar, ia harus siap mendampingi kinerja Ardi dan turut bergabung serta aktif dalam kegiatan Persit (persatuan istri tentara) sama seperti yang di lakukan Fania dan istri-istri Anggota TNI AD yang lain.


Setelah bertemu dan berbicara banyak dengan Ardi, membuat Nissa melupakan makan siangnya, Sekarang Nissa hanya memikirkan jalan hidupnya kedepan.


Menikah dengan Ardi, ia akan langsung menyandang gelar sebagai seorang ibu dari Dua orang anak. Tanggung jawabnya akan begitu besar.


Namun Nissa merasa yakin, ini sudah garis dari tuhan untuk dirinya, apalagi setelah Nissa melakukan solat Istikharah selama beberapa kali, hasilnya sosok Ardi dan kedua anaknya selalu hadir dalam mimpi dan hatinya.


Nissa pasrah, karena ia yakin apa yang ia inginkan belum tentu yang terbaik untuk dirinya, namun sebaliknya apa yang sudah di kehendaki dan di takdirkan oleh Alloh sudah pasti jalan terbaik untuk dirinya.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa coment dan masukannya yah


haturnuhun


__ADS_2