Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
MERANTAU


__ADS_3

Satu minggu kemudian, Setelah Nisa mendapat telepon dari adik ibu farida yakni ibu Fania yang menikah dengan Anggota TNI sekaligus jadi penanggung jawab klinik pusat kesehatan Angkatan Darat yang dimana nanti akan menjadi tempat Nisa bekerja menjadi tenaga medis di sana.


Nisa akhirnya memutuskan penawaran yang di tujukan padanya waktu itu, setelah Nisa memikirkan matang-matang semua yang ia khawatirkan. Terlebih lagi setelah mendapat restu dari kedua orang tuanya membuat Nisa semakin yakin akan keputusannya.


Dua hari Sebelum keberangkatan nya menuju jakarta, Nisa terlebih dulu mengurus kesiapan klinik selama dia tinggalkan. Nisa juga menunjuk Sinta sebagai penanggung jawab klinik selama dirinya bekerja di jakarta, Namun tetap dalam bimbingan Nisa dari jauh.


Di klinik Nisa mengechek semua kebutuhan obat-obatan untuk persediaan selama sebulan kedepan, karena setelah sebulan Nisa akan mendapatkan jatah libur. Jadi Nisa bisa gunakan jatah liburnya untuk mengurusi kebutuhan klinik, dan terpenting lagi menjenguk kedua orang tuanya.


Nisa juga menyempatkan menemui sang kakak untuk meminta ijin akan niatannya bekerja di jakarta.


Iwan pun tersenyum senang dan bangga akan keputusan sang adik, yang sekarang semakin dewasa bisa memutuskan kebaikan untuk masa depannya sekarang sendiri.


Keesokan harinya setelah pulang dari rumah dinas kakaknya di kota, Nisa hari ini tengah membereskan pakaian dan barang yang akan di gunakan dan di butuhkan Nisa di jakarta.


Nisa hanya membawa pakaian dan kebutuhannya yang penting saja, karena di mesnya nanti yang di sediakan disana, sudah tersedia semuanya.


Sesekali Nisa menghela nafas. Mengingat kembali keputusan nya. Nisa meniatkan dalam hatinya bekerja untuk bisa membanggakan orang tua nya dan Merenovasi kliniknya.


Bu Zaenal dan bu Inayah begitu merasakan Sedih, namun mereka begitu bangga dan bahagia saat tahu niat hati putrinya untuk bekerja ke jakarta.


Melihat putri nya yang begitu gigih dan baik hati pada orang lain, membuat mereka begitu tersentuh dan bangga pada putri kesayangannya.


Keesokan harinya Nisa tengah bersiap akan keberangkatan nya menuju jakarta. Pak Zaenal dan mang Tisna sudah bersiap untuk mengantar Nisa. Sebenarnya Nisa ingin berangkat menggunakan transportasi umum saja, namun Pak Zaenal bersikeras ingin mengantarkan Nisa.


Sedangkan Bu Inayah di rumah di temani istri mang Tisna.

__ADS_1


Nisa pamit pada sang ibu, Ibu inayah berusaha kuat menahan tangis, namun ternyata tangisnya jatuh juga, merasa sedih akan berjauhan dengan Nisa sekaligus Sedih bahagia karena bangga pada putrinya yang sudah dewasa.


Nisa juga begitu sedih harus berpisah dengan sang ibu, Namun ingin menjadi orang yang lebih bermanfaat semakin menyakinkannya.


"Bu...Nisa pamit yah... mohon do restu ibu untuk Nisa, Nisa sayang ibu" Nisa menangis di pangkuan ibu Inayah.


" Nisa putri ibu yang paling ibu sayang....doa serta restu ibu selalu menyertai mu...ibu yakin Allah akan jaga Nisa di sana... Ibu lebih sayang sama Nisa...ibu bangga sekali pada mu sayang" Bu inayah tak kuasa membendung air matanya.


" Ibu jaga kesehatan.... sebulan lagi Nisa pulang" Nisa sembari mengusap air mata sang ibu.


" Iya sayang... kamu juga sehat2 di sana, jangan lupa solat dan terus berbuat baik pada semua orang " Ibu inayah menciumi pipi Nisa bergantian.


Pak Zaenal, mang Tisan juga istrinya begitu terharu akan apa yang di lihatnya.


Di perjalanan pak Zaenal terus memberi wejangan pada putri kesayangannya. Maklum ini adalah pertama kalinya Nisa merantau untuk bekerja di jakarta. Berbeda saat dulu Nisa merantau ke kota Sumedang untuk mendapatkan pendidikan di Universitas.


Nisa begitu serius mendengarkan wejangan ayah tercinta nya, Pak Zaenal adalah sosok ayah yang begitu dekat dengan anak perempuannya. Membuat nisa begitu bangga dan bersyukur mempunyai ayah Sepertinya.


Mereka sempat istirahat di rest area arah Jakarta untuk mengisi bensin sekalian makan siang.


Tak terasa Setelah menempuh perjalanan 6 jam, akhirnya mereka sampai di mes yang akan di tempati Nisa. Yang berada tidak jauh dari tempat nya nanti bekerja.


Disana sudah tiba juga ibu Fania adik dari ibu Farida yang begitu baik menyambut kedatangan Nisa. Nisa mengenalkan Orang tua nya juga mang Tisna. Yang di sambut senyuman ramah ibu Fania.


Ibu fania segera menjamu mereka di ruangan yang berada di mes yang biasa di gunakan untuk acara di sana.

__ADS_1


Pak Zaenal begitu senang dan bersyukur melihat bagitu baiknya Fania. Pak Zaenal juga menitipkan Nisa pada Fania karena ini adalah hal untuk nisa berada jauh untuk merantau bekerja.


Karena waktu sudah sore, Pak zaenal dan mang tisna akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran bu Fania untuk menginap di mes bersebelahan dengan kamar Nisa.


Nisa yang begitu senang mendengar sang ayah akan menginap semalam di mesnya, Nisa juga memutuskan menghabiskan waktunya mengobrol dengan sang ayah, sebelum sang ayah besok kembali pulang ke kampungnya.


Di sebuah ruangan Ardi baru selesai mendata berkas yang akan dikirim ke kantor pusat Angkatan darat.


Waktu menunjukan pukul 17.00 sore. Ardi keluar ruangan nya untuk pulang. Saat keluar gedung menuju parkiran di mana mobilnya terparkir, Pandangan Ardi tertuju pada mobil Kijang berwarna Abu. yang terparkir di depan Mes klinik yang terlewati saat Ardi berjalan ke arah parkiran mobilnya.


'' Mobilnya... seperti gak asing...mmm'' Batin Ardi melihat mobil kijang yang di lewati nya dengan plat mobil daerah dimana Ardi mengalami kecelakaan.


Saat Ardi melihat mobil kijang itu, pikirannya kembali mengingat saat dirinya berada di daerah Nisa orang sudah menolongnya.


Apalagi Ardi di buat galau karena dua minggu yang lalu saat dia mengirim pesan pada Nisa, mengenai kebanggaan melihat Nisa menjadi pembicara di seminar kesehatan, yang sampai saat ini pesannya tidak pernah di balas oleh Nisa.


Namun pikiran Ardi tentang mobil itu dan orang yang selalu ada dalam pikirannya,menguap sendirinya, toh yang namanya mobil banyak yang punya dan bisa saja mirip dari segi warnanya juga rupanya.


Ardi pun pulang dengan mengemudikan sendiri mobil rubicon miliknya. Karena Firman bawahanya sedang bertugas.


Ternyata oh ternyata kantor dinas Ardi sebagai mayor jendral masih berada satu Area dengan klinik dan mes dimana Nisa akan bekerja. Karena masih dalam lingkup Angkatan Darat.


( Bersambung dulu yaaa)


Dukung terus karya ke 2 Author yah... setelah karya 1 yang berjudul Pernikahan kedua sang duda.

__ADS_1


__ADS_2