Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
RUMAH SIAPA?


__ADS_3

Setelah Sampai di rumah. Pak Zaenal langsung keluar dari mobil kijangnya dan menyuruh Mang tisna yang bekerja di rumah nya untuk membantu membawa tubuh Ardi ke dalam rumah.


Tubuh lemas Ardi di tidurkan di kamar tamu. Kamar yang dimana tempat Nisa memeriksa warga yang sakit di sekitar rumah sang Ayah. kalau Nisa sedang berada di rumah tidak di klinik.


Nisa langsung kembali memeriksa keadaan Ardi dengan telaten saat mereka tiba.


Nisa juga menyuruh mang tisna agar menggantikan baju Dinas Ardi dengan baju pak Zaenal Sang ayah. Agar Ardi bisa nyaman beristirahat bila menggunakan baju yang longgar.


Selesai di ganti bajunya oleh mang Tisna. Nisa kembali masuk ke kamar dimana Ardi berbaring. Nisa juga memberikan obat pereda rasa sakit melalui cairan infusan agar Ardi segera siuman.


Tak terasa Waktu sudah menunjukan pukul Sepuluh malam. Tapi Ardi belum juga siuman. Membuat Nisa khawatir akan laki-laki yang ia tolong.


Sebagai seorang perawat. Membantu menyembuhkan orang itu sudah menjadi prioritas nya.


Nisa akhirnya mau tak mau ikut menunggui Ardi di temani mang Tisna menunggui Ardi hingga siuman agar dapat membuatnya tenang.


'' Neng tidur saja...biar mang Tisna yang nungguin di sini..'' Mang tisna tidak tega melihat Nisa. Anak majikannya yang begitu kelelahan masih terjaga.


'' Tidak apa mang, Nisa gak akan bisa tidur. Kalau orang ini belum siuman mang'' Nisa kembali mengecheek urat nadi dan nafas Ardi yang masih berjalan seperti biasa.


Nisa mengambil minyak kayu putih dari laci lemari di kamar itu dan mengusapkannya ke daerah lubang hidung Ardi dengan lembut.


Nisa berharap Ardi bisa terangsang penciumannya. Untuk mendukungnya agar segera sadar.

__ADS_1


Setelah selesai mengusapkan minyak kayu putih. Nisa pamit pada mang Tisna Untuk mencuci tangan sekalian mengambil Air wudhu untuk melaksanakan solat isya. Saking sibuk nya mengkhawatirkan Ardi. Nisa hampir melupakan kewajiban nya sebagai seorang muslim.


Selang sepuluh menit setelah Nisa pergi untuk melaksanakan solat. Tak lama Ardi tiba-tiba siuman setelah terangsang merasakan hangat di hidungnya.


'' Awww....'' pekik Ardi memegang keningnya yang lebam akibat hantaman Air bag mobilnya saat kecelakaan. Namun sudah di beri salep lebam oleh Nisa. Membuat luka lebam Ardi tidak separah sebelumnya.


'' Pak Ardi.. sudah siuman...? '' mang tisna yang tahu nama Ardi dari baju dinas yang di pakai Ardi. langsung terbangun dari duduknya.


'' Awww....saya dimana dan ini rumah siapa?'' Ardi kembali bertanya setelah kesadarannya mulai mengumpul. Mang tisna sigap mendudukan posisi Ardi yang ingin bangun dari tidurnya.


Setelah itu mang Tisna menjawab pertanyaan Ardi.'' Pak Ardi ada di kampung sindang sari sumedang. Tadi pak Ardi di tolong oleh putri majikan saya yang bernama neng Nisa dan di bawa oleh majikan saya pak zaenal dari tempat kecelakaan. Dan ini rumah nya majikan saya pak Ardi. Saya dan istri saya sudah hampir 20 tahun bekerja di sini sejak neng nisa kecil'' Mang Tisna malah bercerita panjang lebar. Padahal Ardi yang mendengar masih merasakan pusing.


'' Neng Nisa...'' Ardi mengingat ucapan Mang tisna. Saat memberitahunya bahwa Nisa yang sudah menolongnya.


'' Mang...orang nya sudah Siuman?'' tanya Nisa saat akan masuk ke kamar. Namun saat tiba di kamar Nisa mengembangkan senyumnya karena pria yang di tolongnya sudah sadarkan diri dan kini tengah duduk sembari memandang ke arahnya.


'' Alhamdulillah neng Nisa... tak lama Neng Nisa pamit solat...pak Ardi siuman'' Mang Tisna memberitahu. Nisa balas tersenyum.


'' Alhamdulillah mang kalau begitu... biar saya periksa dulu'' Nisa mendekat ke Arah ardi sedangkan mang Tisna menjauh mundur agar Nisa leluasa memeriksa Ardi di pinggir ranjang.


Nisa memasang Stetoskop di telinganya. Nisa memulai memeriksa tubuh Ardi pelan-pelan dengan Stetoskop nya.


Pandangan Ardi terpaku pada Gadis di depannya. Gadis yang begitu pintar dan baik hati yang sudah sudi menolongnya.

__ADS_1


Kalau Nisa tidak menolongnya. Entah bagaimana dengan nasibnya sekarang.


Saat Pandangan mereka bertemu Nisa yang sadar langsung membuang pandangan nya. Nisa langsung tak nyaman karena dirinya terus di pandang intens oleh pasiennya.


Walaupun Ardi tahu ia begitu berbeda umur dari gadis di depannya. Namun hati kecilnya seperti tergerak setelah mendengar bahwa gadis di depannya yang sudah menolongnya.


Selesai memeriksa Ardi. Nisa memilih berdiri cukup berjarak dengan Ardi karena tidak nyaman dengan tatapan Ardi kepadanya. Kemudian Nisa menjelaskan kondisi Ardi sekarang.


'' Pak Ardi...syukur Alhamdulillah semuanya baik-baik..hanya lebam dan luka kecil di wajah juga rasa syok pada pak Ardi karena hantaman Air bag mobil bapak yang begitu kencang. Tapi bapak jangan khawatir Insya Allah semuanya akan baik-baik saja trrus lebam di wajah pak Ardi akan membaik karena saya sudah memberinya Salep.'' Nisa membawa pandanganya ke arah lain. Sembari mulai menyiapkan obat untuk di minum Ardi.


''Saya belum mengenalkan diri...tapi kenapa anda dan bapak ini tahu nama saya'' Ardi bersuara karena bingung mereka seperti mengenalnya tapi Ardi tidak mengenal mereka sama sekali.


'' Ohhh...iya pak...saya dan mang tisna tahu nama bapak dari baju dinas yang dipakai bapak tadi.. '' Nisa menjawab kebingungan Ardi.


'' Ohh... iya perkenalkan saya Ardi... saya berterima kasih pada Anda dan keluarga Anda. Yang sudah mau menolong saya dari kecelakaan '' Ardi berterima kasih sambil mengingat kembali apa yang menimpanya.


'' Iya sama-sama pak...Sudah seharusnya kita saling tolong menolong....oh iya.... ini pak Ardi makan dulu, habis makan minum obat yang ini... terus kembali beristirahat di temani mang tisna'' ucap Nisa sembari menyiapkan obat untuk di minum Ardi setelah mang Tisna datang setelah mengambil makanan untuk Ardi.


'' Mang Nisa balik ke kamar yah'' Nisa pamit dan keluar dari kamar itu menuju kamarnya.


Dan tersisa Mang Tisna dan Ardi yang saling mengobrol karena Ardi banyak bertanya tentang Nisa dan orang tua nya yang tak lain majikan Mang Tisna.


(Segitu dulu bersambung...)

__ADS_1


See you next time update story again


__ADS_2