
Obrolan Mang Tisna dan Ardi begitu menarik. Ardi yang begitu penasaran pada Gadis yang menolongnya membuat Ardi terus menanyakan apapun tentang Nisa dan keluarganya pada Mang Tisna.
Nisa betul-betul perempuan berbeda, membuat Ardi yang terpesona, penasaran ingin tahu kepribadiannya.
Mang tisna mulai menceritakan Tentang kepintaran Nisa yang bisa lulus kuliah di Fakultas kedokteran atas bea Siswa karena kepintaran nya di atas rata-rata. Walaupun Nisa lahir dari keluarga yang cukup berada namun tidak membuatnya ujub diri. Nisa begitu senang hidup dalam kesederhanaan.
'' Pantas dia seorang Dokter'' Batin Ardi mengingat Nisa yang tadi memeriksanya.
Mang tisna berlanjut menceritakan kebaikan hati Nisa pada Ardi. Dimana saat menolongnya dari kecelakan itu. Dan juga kebaikan dan kegigihan Nisa dalam membangun klinik. Yang dimana dulu di daerah itu tidak ada sarana kesehatan untuk warga yang sakit atau pun melahirkan. Makanya Nisa bertekad membangun klinik sederhana untuk warga sekitar berobat. Karena harus ke kota besar para warga untuk berobat sebelum ada klinik Nisa.
'' Klinik nya berada di mana mang?'' Ardi penasaran.
'' Di persimpangan utama jalan Desa pak Ardi. Kalau pak Ardi sudah baikan, kita lihat kesana'' Mang Tisna berniat mengajak Ardi ke klinik. Dimana bila keadaan Ardi sudah membaik.
Mang Tisna sambil menahan kantuk terus bersemangat bercerita apa yang di tanyakan oleh Ardi. Ardi sampai tersenyum-senyum sendiri mendengar Mang Tisna menceritakan Keluarga Nisa. Dengan melihat ekspresi ngantuk Mang Tisna.
__ADS_1
Mang Tisna juga memberi tahu kalau Nisa mempunyai kakak laki-laki yang berprofesi sebagai perwira polisi dan sudah menikah.Dan kini menetap di kota.
'' Jadi.. Nisa hanya dua bersaudara mang?'' Tanya Angga meyakinkan Mang tisna yang sudah mengantuk.
'' Iya Pak Ardi.. Neng Nisa dan kakaknya A iwan yang sekarang menjabat wakapolres kota Sumedang'' Mang tisna masih berusaha menjawab Yang di tanyakan Ardi dengan wajah yang sudah lelah menahan kantuk.
'' Mang Tisna...sekarang jangan panggil saya pak..panggil saja saya Ardi...kita kan seumuran mang?'' Ardi merasa tak nyaman di panggil pak oleh mang tisna. Yang begitu ramah padanya dan di tambah saat menanyakan. Umur mereka tidak jauh berbeda.
'' Eehh...tidak bisa pak Ardi...saya tidak sopan sama Angkatan Abdi Negara menanggil sebutan nama langsung... itu tidak sopan'' Mang Tisna begitu berusaha segar terus bercengkrama padahal matanya sudah lima watt. Yang sebentar lagi akan padam.
Akhirnya Mang Tisna tidur di ranjang di sebelah Ranjang Ardi.
Ardi yang belum merasa mengantuk karena obat yang di berikan oleh Nisa belum di minumnya. Karena sembari makan Ardi khusu mengobrol dengan Mang Tisna.
Ardi hanya senyum-senyum sendiri mengingat Cerita Mang Tisna tentang Nisa. Apalagi saat menceritakan ketika Nisa menolongnya.
__ADS_1
'' Tadi kata mang tisna...kepalaku di pangku di paha oleh nya saat aku belum sadar... baik sekali dia...heem'' Ardi menghayal bila itu terjadi lagi. Namun dalam keadaan dirinya sadar seperti sekarang.
Namun Ardi menepis kembali pikiran dalam khayalannya. Mengingat tidak mungkin gadis pintar, baik hati dan masih muda seperti Nisa. Mau dekat dengan nya yang kini Berumur empat puluh tahun. Di tambah memiliki Dua orang anak yang sudah dewasa. Nisa lebih pantas jadi anaknya di banding menjadi Pasangan nya.
Tapi Ardi merasa percaya diri. Mengingat tidak ada yang mustahil bagi Allah. Tentang khayalan nya ingin mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan Nisa.
'' Sepertinya dia masih 23 atau 25...'' Ardi menduga-duga umur Nisa. gadis yang sekarang berputar-putar dan pikirannya. Perempuan itu membuat Ardi merasa kembali berjiwa muda.
Ardi merasakan keanehan pada dirinya. Sudah hampir lima tahun dirinya menutup diri setelah sepeninggal Berliana istrinya.
Namun kenapa, rasa ini muncul kembali setelah lima tahun membeku. Apalagi saat Ardi berhadapan dengan Nisa. Ardi benar-benar di buat terpesona untuk pertama kalinya. Saat bertemu gadis sederhana yang cantik jelita.
Ardi yang menyadari pikiran nya yang berlebihan. Akhirnya memilih meminum obat yang di berikan oleh orang yang kini selalu mengganggu pikirannya yakni Nisa.
Selesai meminum obat. Ardi membaringkan kembali tubuh nya. Dan kembali beristirahat.
__ADS_1
(Bersambung dulu yahhh.... Author nanti sambung lagi storynya)