
Keesokan paginya di depan halaman rumah pak Zaenal. Ardi tengah begitu antusias sedang mengobrol dengan Pak Zaenal yang sedari sewaktu Subuh bertemu untuk pertama kali dengan nya, setelah Ardi sadarkan diri dari pingsan nya semalam.
Pak Zaenal begitu senang mengetahui Ardi yang di tolong putrinya kini sudah sadarkan diri dan terlihat sehat wal afiat. Karena semalam Setelah solat isya Pak Zaenal langsung beristirahat, jadi belum mengetahui Ardi sudah siuman.
Setelah melaksanakan solat subuh bersama di Masjid Ardi, pak Zaenal dan mang Tisna melanjutkan aktivitas pagi mereka dengan mengobrol di teras halaman rumah pak zaenal. Sembari mereka Menemani mang Tisna menyiram taman bunga yang berada di pekarangan rumah pak Zaenal.
Saat mereka Asyik mengobrol datang lah. Ibu inayah dan istri Mang tisna mengantarkan suguhan sarapan untuk mereka.
Ardi begitu senang di balik tragedi kecelakaan yang dialaminya. Sekarang Ardi bisa mengenal keluarga Pak Zaenal. Keluarga yang begitu ramah tamah menjunjung tinggi rasa kemanusiaan. Ardi merasa itu hikmah yang luar biasa.
Ibu inayah dan istri Mang tisna, menyajikan minuman hangat yakni wedang jahe susu di temani rebusan Ubi, singkong, dan juga pisang.
Rasanya begitu enak dan menghangatkan tubuh Ardi. Apalagi di daerah itu udaranya begitu dingin dan Asri sangat cocok dengan sarapan mereka.
Tak lama Terdengar suara Nisa yang baru selesai bersiap akan pergi ke klinik. Nisa begitu tergesa-gesa karena Temannya di klinik menelpon ada beberapa pasien yang datang berobat ke Klinik.
Nisa begitu tergesa. karena biasanya habis subuh ia tidak tidur lagi. Namun tadi ia masih merasakan begitu kantuk yang akhirnya tidur lagi setelah Selesai solat, karena semalam tidur larut sekali karena menunggu Ardi hingga siuman. Jadinya Nisa berangkat terburu-buru tidak karuan.
Nisa gadis yang sangat mandiri, walaupun orang tuanya mempunyai Asisten rumah tangga, Nisa tidak semena-mena asal menyuruh nya, Selama Nisa bisa lakukan sendiri, Nisa tidak mau merepotkan orang lain. Seperti saat ini ia sedang memanaskan motor maticnya untuk berangkat ke klinik. Nisa yang khusu sampai tidak melihat kalau ia sedang di perhatikan oleh seseorang yang kini menatap intens ke arahnya.
Yakni Ardi yang sedari terus menatap ke arah Nisa yang tengah sibuk memanaskan motor sembari memakai sepatu flatshoesnya.
__ADS_1
Sedangkan pak Zaenal dan mang Tisna yang melihat pemandangan dimana Ardi yang tidak berkedip menatap Nisa hanya bisa mengulum senyumnya penuh arti.
Pak Zaenal tidak terganggu dengan Ardi yang terus menatap lekat putrinya. Karena Pak Zaenal sudah mengetahui kalau Ardi sudah berstatus Duda Mati ( pasangan terdahulunya meninggal). Dari dompet yang di periksa Pak Zaenal semalam mengetahuinya. Saat Pak zaenal ingin mencari tahu Kontak keluarga Ardi yang akan di hubungi pak Zaenal bila terjadi apa-apa pada Ardi.
Nisa Yang terbangun dari duduknya dan akan pamit menyalami sang ayah yang memang setiap pagi terbiasa duduk di teras rumah.
Saat Nisa beranjak bangun dari duduknya setelah menggunakan sepatu. Wajahnya langsung memerah saat sadar sudah sedari tadi dirinya di tatap intens oleh Ardi.
Nisa langsung salah tinggah tidak karuan menyadari itu. Pak Zaenal pura-pura menatap ke arah lain dan mang tisna juga pura-pura khusu membersihkan rumput di pot tanaman yang sedang di siraminya.
Nisa yang Salah tingkah. Memilih masuk ke dalam rumahnya kembali, Nisa tak jadi menyalami Sang ayah. Karena Nisa tidak nyaman dengan tatapan Ardi tadi, Yang begitu mensiratkan rasa yang Nisa sebagai perempuan mengerti akan hal itu.
'' Eehhh...neng geulis...kenapa kok masuk lagi'' Bu inayah mengira sang putri sudah berangkat ke klinik. Karena tadi Nisa sudah pamit dan menyalami sang ibu.
Dikamar Nisa menarik nafasnya dalam.. dan menghembuskan nya pelan.
'' Kenapa aku deg-degan gini yah... '' batin Nisa yang merasa deg-degan jantungnya setelah sadar di perhatikan intens oleh Ardi.
Nisa langsung merapihakan hijabnya dan berjalan beralih ke Kamar dimana Ardi semalam menginap.
Nisa menyiapkan obat-obat untuk di minum Ardi pagi dan siang. karena Nisa akan pergi ke klinik.
__ADS_1
'' Bu..Nisa titip ini.. obat untuk di minum pak Ardi setelah sarapan dan makan siang, Nisa siang gak pulang ke rumah..soalnya pasien sedang ramai di klinik'' Nisa menyerahkan obat untuk di minum oleh Ardi. Bu inayah langsung menyimpannya di meja makan.
'' Nisa berangkat yah bu... Assalamualaikum '' Nisa kembali pamit dan menyalami bu inayah dan akhirnya keluar rumah.
Nisa beranjak ke arah teras untuk pamit menyalami pak Zaenal sang ayah. Dan hanya menangkupkan tangan pamit juga pada Ardi yang duduk berhadapan dengan sang ayah.
Ardi di buat tersenyum senang. Betapa tidak akhirnya ia di sapa oleh gadis yang semalaman berputar-putar terus di otak dan pikirannya.
Nisa Begitu cantik dengan outfitnya pagi ini. Dengan baju stelan panjang senada berwarna saleem di padu jas dokter kebesarannya dan di tambah Hijab berwarna navy.
Nisa begitu cantik dan elegan. Siapapun yang memandang Nisa pasti akan terpesona dengan gadis padjajaran itu.
'' Assalamualaikum...mang nisa pamit'' pamit Nisa pada sang ayah, Ardi dan mang Tisna yang masih membersihakan pekarangan.
'' Wa'alaikum salam'' seru semua yang berada di teras halaman rumah itu.
Nisa menjalankan motor maticnya dengan pelan. Pikiranya jadi tak karuan setelah kejadian tadi.
'' Huuhhh... akhirnyaa'' Nisa merasa lega terlepas dari tatapan Ardi.
Di perjalanan Nisa mampir dulu ke rumah Sinta. Nisa menjemput Sinta agar sekalian berangkat dengannya ke klinik.
__ADS_1
( Segini dulu yaah... nanti kita lanjutkan)