
Di ruangan Ardi
Nisa yang telah tersadar akan kekagetannya, mengingat apa yang di lihatnya yakni Ardi orang yang sudah di kenalnya, ternyata oh ternyata Ardi adalah orang penting di area tempatnya bekerja.
Berbeda dengan Nisa pandangan Ardi yang semula kaget akan kehadiran Nisa, kini berubah menjadi begitu terpesona dan bahagia mengingat Nisa kini bekerja di Klinik Kesehatan Di Area kantor dinasnya bekerja.
Nisa mengghela nafas melihat pandangan Ardi yang kini mulai berbeda. Nisa akhirnya bersuara agar mencairkan suasana di ruangan itu.
'' Maaf...Selamat siang..pak Ardi'' Sapa Nisa membuat Ardi tersadar dari lamunan akan pesona Nisa.
''Eehh iya... Siang dokter Nisa, saya begitu senang sekali...tidak mengangka kita bisa bertemu lagi...mmm sejak kapan dokter bekerja di klinik?... saya tidak pernah melihat? '' Ardi begitu tak menyangka bisa bertemu Nisa di kantor nya sendiri.
'' Iya pak Ardi...saya sudah mau satu minggu bergabung di klinik itu atas tawaran dosen saya sekaligus kakaknya Ibu Fania'' jawab Nisa memberitahu Ardi akan awal mula dirinya bisa bergabung di klinik. Tanpa mau menanggapi ucapan Ardi yang begitu senang bertemu dengan dirinya.
'' Ohh... sudah seminggu yah... mmm pantas kita belum pernah ketemu..soalnya seminggu yang lalu saya Dinas ke luar kota dan baru kembali kemarin'' Ardi berusaha memperlambat obrolannya. Terlihat sekali karena Ardi sekarang sudah tak menghiraukan berkas data yang semula di tanyakan nya pada Ibu Fania.
'' Mm.. iya pak.. saya mau mengucapkan terima kasih banyak pada bapak atas semua barang dan mobil Ambulans yang Bapak berikan untuk klinik saya.. Dan... mmm saya juga mau minta maaf saat kemarin pesan dari bapak tidak sempat saya balas.. maklun waktu itu saya sedang repot'' Nisa mengucapkan terima kasih atas kebaikan Ardi. Nisa Juga memohon maaf karena Nisa mengabaikan pesan Ardi.
'' Sama-sama dokter... itu sudah haknya klinik dokter juga untuk kemaslahatan warga di sana... mmm saya sangat maklumi masalah pesan itu dok... semoga setelah di sini dokter tidak mengabaikan pesan saya lagi ya?'' ujar Ardi menggoda Nisa akan masalah pesan yang tidak dibalasnya.
Nisa hanya menahan senyum, malu sekaligus nervous menjadi satu. Ini benar-benar jauh dari dugaannya. Bisa bertemu dengan Ardi kembali.
Nisa tidak mau berlama-lama di ruangan Ardi, yang semakin lama, semakin membuatnya tidak nyaman akan pandangan juga ucapan Ardi yang sedikit menyindirnya.
'' Pak Ardi kalau sudah selesai, saya mau pamit undur diri... ini berkas data saya yang di titipkan oleh Ibu Fania...'' Ucap Nisa segera ingin pamit dari ruangan Ardi. Namun Ardi yang belum puas bertemu dengan Nisa langsung bersuara.
'' Tunggu sebentar dokter!! '' panggil Ardi saat Nisa akan berbalik untuk keluar.
'' Iya..ada lagi pak Ardi'' Jawab Nisa yang kembali menghadap Ardi.
'' Apa dokter sudah makan siang? kalau belum, saya mau mengajak dokter untuk lunch bersama di kantin...itu juga kalau dokter tidak keberatan'' Ardi berniat mengajak Nisa makan siang bersama.
Nisa tersentak akan ajakan dadakan Ardi, mau di taruh di mana muka Nisa kalau mengiyakan ajakan Ardi. Bisa-bisa akan menjadi gunjingan orang mengingat ia tenaga baru di klinik sedangkan Ardi orang penting di sini.
'' Oh...mohon maaf pak Ardi, saya hari ini sedang mengqodo puasa...sekali lagi mohon maaf Pak'' Nisa beralasan berpuasa dari pada menolak Ardi dengan alasan yang lain.
'' Oh..dokter sedang puasa... iya tidak apa-apa dok.. saya yang harusnya minta maaf'' Ardi merasa tak enak karena Nisa sedang berpuasa.
__ADS_1
'' Iya pak tidak apa-apa.. saya mohon undur diri, mau kembali ke klinik'' Ucap Nisa sembari membungkukan badannya, pamit dari ruangan Ardi.
Pandangan Ardi tidak lepas menatap intens Nisa hingga tidak terlihat keluar dari ruangannya.
Nisa keluar dari ruangan Ardi tergesa-gesa, hingga Firman yang berada di kubikel menatap nya penuh tanya.
'' Kenapa dokter cantil itu... seperti yang ketakutan'' Gumam Firman melihat Nisa yang terburu-buru tidak menghiraukan keberadaannya.
Tiba di klinik Nisa langsung keruangannya. Sebel sampai ruanganya Nisa bertemu Desi rekannya di klinik.
'' Nis... bukannya langsung ke kantin?'' Tanya Desi melihat Nisa yang sudah kembali ke klinik.
'' Eehh... iya mba Desi... tadi mau ke kantin tapi gak enak perut makanya balik lagi ke klinik habis nganter berkas'' Jawab Nisa yang memang sedang merasakan tidak nyaman pada perutnya.
'' Oh.. gitu... yaudah mau nitip sekalian gak? biar aku beliin'' Tawar Desi yang akan pergi ke kantin.
'' Oh.. boleh mba.. kalau gak nngerepotin... biasa nasi rames aja yah1 ini uangnya '' Ucap Nisa memberi uang selembar 50 ribu.
'' ok... aku ke kantin sekarang..by'' Desi pamit ke kantin, Nisa menghela nafasnya saat tiba diruangannya.
Untung saja Nisa bisa beralasan berpuasa hari ini, tapi di kemudian hari kalau Ardi mengajaknya lagi, Nisa bingung harua beralasan apa lagi.
'' uuuhhh... seenaknya sekali pak Ardi... tidak memikirkan sebelum dan sesudahnya...Arggghhh...aku jadi gak semangat sekarang '' Keluh Nisa..di pastikan mulai hari ini dirinya tidak akan tenang, akan terus di bayang-bayangi oleh Ardi yang ternyata pimpinan Di area Nisa bekerja.
Di kantin.
Desi sedang memesan nasi rames di kantin. Desi menyuruh temannya memesankan 2 nasi untuknya dan Nisa. Karena Desi beralih ke arah Food court yang menjual minuman.
'' Dina.. tolong pesankan Nasi rames dua yah...1 buat aku pedas satu lagi untuk Nisa gak pedas...aku mau beli minum dulu di sana'' Suruh Desi pada Dina rekannya juga di klinik.
'' Ok mba... ehh tapi biasanya kan Teh Nisa pedas kalau pesan nasi rames..? '' Tanya Dina yang tau selera mojang sunda itu.
Desi Dan Dina berasal dari jawa tengah, tepatnya Semarang, mereka adalah rekan Nisa diklinik.
'' Nisa lagi sakit perut katanya....jadi jangan terlalu pedas'' Jawab Desi pada Dina rekannya.
Dipojok Kantin, tepatnya di daerah khusus tempat makan Anggota, Ardi dan Firman yang sedang makan di kantin tidak sengaja mendengar obrolan mereka.
__ADS_1
'' Katanya tadi sedang berpuasa'' Batin Ardi mengingat ucapan Nisa di ruangannya, namum sekarang Ardi mendengar teman Nisa memesankan makanan untuk Nisa yang sedang sakit perut.
Tiba di ruangan nya Ardi mendudukan tubuhnya di tempat duduk kebesarannya.
Ardi kembali melihat data diri Nisa yang tadi di terima nya dari Nisa.
''Khairunisa Azzahra'' gumam Ardi..'' Cantik sekali namanya, sama persis seperti orang nya'' Ardi kembali bergumam sembari mengembangkan senyumnya. Memuji orang yang begitu di idamkannya.
Ardi beralih mengambil ponselnya, Ardi menulis pesan Chat pada Nisa.
📩
Assalamualaikum dokter Nisa.
gimana puasanya...semoga lancar Yah.
Ardi ingin menggoda Nisa, karena Ardi tahu Nisa hanya berpura-pura berpuasa karena tidak mau makan siang dengannya.
Nisa yang tengah makan dengan teman-temannya langsung tersedak saat melihat pesan dari Ardi.
''Uuhhuukk.. uhukkk'' Nisa tersedak. Rekannya Langsung menyodorkan minum pada Nisa.
'' Ehhmm... makasih.'' Nisa sudah baikan, karena tersedak.
Nisa langsung membalas pesan Ardi karena kesal sudah mengganggu makan siangnya hingga kaget tersedak.
📩
Iya terimakasih pak Ardi, sayangnya saya tidak jadi berpuasa, soalnya saya baru saja kedatangan tamu bulanan.
Nisa membalas Ardi dengan elegan, karena memang betul Nisa baru saja kedatangan tamu bulanannya.
Balasan pesan Nisa Membuat Ardi mati kutu di ruangannya, Ardi yang semula ingin menggoda sekarang malah tersenyum merasa malu sendiri.
( Bersambung dulu reader... like dan komennya yah biar author semangat update lagi)
See youu...
__ADS_1