Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
MAKAN SIANG


__ADS_3

Selesai melakukan bimbingan, Nissa membagikan kado perpisahan kepada semua siswa yang telah mengikuti bimbingannya.


Semua Siswa begitu merasa senang, begitu juga Nissa sangat terharu, walaupun hanya tiga hari ia menjadi pembimbing di sini, namun begitu membekas pada Nissa, apalagi ini pengalaman Nissa pertama kali menjadi pembimbing praktek siswa dan siswi SMA.


'' Terima kasih Bu Dokter... '' Seru semua Siswa di dalam ruangan praktek.


'' Sama-sama anak-anak.. semoga kalian suka yah'' balas Nissa tersenyum penuh haru.


Setelah bersalaman dan berpamitan, semua siswa mulai menginggalkan ruang praktek.


Namun ada satu Siswi yang terlihat masih di ruangan itu, Yakni Asyla yang berjalan mendekati Nissa.


'' Bu dokter.. Terima kasih banyak yahh... '' ucap Asyla mendekat ke arah Nissa.


'' Ehhh...iya sama-sama Syla, itu hanya hadiah kecil untuk kalian... jangan di lihat dari harganya yah'' Ucap Nissa tersenyum sembari membereskan laptop nya ke dalam tas.


'' Bu dokter.. Boleh gak Syla mau traktir makan siang bu dokter? ya Anggap saja sebagai tanda terima kasih Syla dan teman-teman atas bimbingan bu dokter selama tiga hari ini '' Tawaran Asyla pada Nissa. Nissa tersenyum merasa tersanjung atas ajakan Anak SMA di depannya.


'' Ya Ampun...terimakasih banyak Syla, emang mau ngajak makan di mana? terus apa gak di cariin Syla kalau keluar habis pulang sekolah?'' tanya Nissa, mengingat Asyla masih SMA takutnya di cari keluarganya.


'' Tidak kok bu.. sekarang Syla mau ijin dulu sama papa, pasti di ijinin.. sebentar yah'' Asyla merogoh ponsel di tasnya untuk menghubungi papanya.


📞Assalamualaikum sayang.


📞Iya wa'alaikumsalam pa


📞Ada apa sayang, gimana sudah selesai prakteknya?


📞Alhamdulillah sudah selesai pa, Pa Syla boleh ijin gak?


📞Syukur Alhamdulillah kalau begitu, mau ijin apa sayang?


📞Syla mau keluar sebentar


📞keluar kemana sayang?


📞Hanya ke mall pa... mau traktir temen makan siang... boleh yah pa?? pleasee..


📞Temennya laki-laki atau perempuan?


📞Perempuan pa.


📞Ya sudah boleh.. tiba di mall langsung telepon papa.. agar papa tidak khawatir.

__ADS_1


📞Iya siap boss


📞Terima kasih papa... Assalamualaikum


📞Iya sayang wa'alaikum salam


Setelah sambungan dengan sang papa terputus, Asyla kembali menghampiri Nissa yang masih membereskan barang-barang di mejanya.


'' Bu dokter...aku udah dapet ijin dari papa... maaf yah bu, tadi aku bilang sama papa ku kalau mau ajak temen... soalnya kalau bilang mau ajak pembimbing praktek, pasti akan banyak pertanyaan dari papa, Syla males jawabnya'' Cerosos Asyla pada Nissa mengenai papanya.


'' Iya Syla gak papa kok.... berarti dari sekarang gak usah panggil ibu, dengan sebutan bu dokter lagi yah... panggil aja kakak biar enak ngobrolnya'' Ucap Nissa yang merasa tidak nyaman di panggil Dokter di depan umum.


'' Okee..siap kakak khairunissa.'' jawab Asyla penuh semangatt dengan acungan jempolnya.


Selesai bersiap dan pamit kepada para staf sekolah, Nissa dan Asyla keluar dari gedung sekolah menuju parkiran yang di sana sudah menunggu para supir yang akan menjemput.


Nissa di buat bingung, bila mereka harus berpisah kendaraan, namun Asyla yang ingin bersama satu mobil bersama Nissa memilih menyuruh pulang Supirnya agar nanti menjemput saja ke Mall.


Setelah mendapat ijin dari papa Asyla akhirnya pak supir pun pulang dulu kerumah.


Nissa dan Asyla akhirnya berangkat dengan mengendarai mobil dan supir dari klinik.


'' wahh...bunga nya bagus sekali kak?, bunganya punya kakak yah? '' tanya Syla pada Nissa, saat melihat bucket bunga Carnation atau sering di sebut bunga Anyelir di dalam mobil.


Walaupun bunganya agak sedikit layu, karena sedari pagi di biarkan di dalam mobil, namun wanginya masih semerbak menusuk penciuman mereka.


'' Eehh... iya punya kakak... kenapa? Syla suka?'' Tanya Nissa melihat Syla begitu antusias pada bucket bunga itu.


'' Iya kak... aku suka sekali sama bunganya, bunga anyelir ini adalah bunga kesukaan Alm mama berliana, mama ku kak'' jawab Syla dengan mata sedikit memerah mengingat sang mama.


'' bagus sekali nama mama Syla, sudah jangan sedih syl... mama syla insya allah sudah bahagia di surga, nanti bunganya buat Syla aja yah..bawa pulang ke rumah'' Ucap Nissa sembari memeluk Syla yang terlihat bersedih mengingat mamanya.


'' Beneran kak'' ucap Syla senang.


Karena semenjak sepeninggal mamanya, Syla belum pernah melihat lagi bunga anyelir hadir di rumah nya.


'' Iya...itu bunga nya buat Syla aja'' Ucap Nissa penuh haru melihat seorang anak yang begitu mengingat mama nya yang telah tiada.


'' Terima kasih ya kak? '' ucap Syla memeluk Nissa.


'' Sama-sama Syla'' Ucap Nissa membalas pelukan Syla dengan mata berkaca-kaca.


Tak terasa, mereka sudah sampai di mall yang akan mereka kunjungi, Mereka turun bersama di depan lobby Mall, sementara supir langsung memarkirkan mobilnya di parkiran.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju lantai Tiga menuju foodcourt di salah satu Mall besar di Jakarta Selatan, Sebelum nya Syla mengajak Nissa ke salah satu Resto mewah namun Nissa memilih Mengajak Syla makan di tempat makan biasa di sebuah Foodcour mall, Agar tidak merogoh kocek terlalu dalam, Nissa tak mau Syla menghabiskan uang nya hanya untuk mentraktir dirinya.


Mereka akhirnya memilih makan Nasi bento, makanan khas jepang yang sudah bersertifikat halal.


'' Kak, habis makan kita main dulu yah di arena bermain Time z*ne, aku sudah lama tidak bermain di sana'' ajak Asyla pada Nissa antusias.


"oke.. ayo aja, gantian biar kakak nanti traktir kamu main disana" jawab Nissa yang tak mungkin menolak ajakan anak SMA yang sudah di tinggal oleh mamanya.


" Gak usah kak... Saldo aku di kartu time z*ne masih banyak kok.. jadi tidak perlu beli lagi" jawab Asyla memperlihatkan kartu arena bermain yang dulu sering di datanginya sewaktu SMP.


"Okee.. atur saja anak manis" seru Nissa dengan senyum lebarnya.


Nissa begitu bahagia, ini kali pertama Nissa bisa jalan ke luar dari rutinitas pekerjaan nya, karena biasanya Nissa akan menghabiskan waktu di mes saja saat libur.


Nissa juga begitu senang, bisa mengenal Asyla yang kini Nissa anggap seperti adiknya sendiri.


Maklum Nissa anak bungsu, jadi belum pernah merasakan mempunyai seorang adik, namun Nissa sekarang begitu senang bisa merasakan moment dengan Asyla yang sudah Nissa angga seperti adiknya.


Nissa pamit dulu ke toilet, sebelum mereka akan mulai bermain di arena bermain.


Saat Nissa ke toilet, Asyla baru ingat harus memberitahu sang papa, kalau dirinya sudah sampai di Mall.


📞Assalamualaikum pa


📞Wa'alaikumsalam sayang... gimana sudah sampai Mall


📞Iya pa.. ini Syla baru selesai makan, papa sudah makan belum?


📞Papa belum sempat makan sayang, ini papa baru selesai rapat.


📞Aduhh kasihan pak bos.. ya udah papa susul Syla aja kesini, biar bisa makan bareng sama Syla, soalnya Syla belum mau pulang, Syla masih ingin main di Arena bermain di Mall.


📞Iya baiklah sayang.. tolong di Sharelock lokasi Mallnya, biar papa menyusul ke sana sekarang.


📞Beneran pa.. mau susul kesini, emang papa udah selesai pekerjaan nya?


📞Sudah sayang, papa sudah tidak ada agenda lagi di kantor.


📞Baiklah pa... Syla tunggu di Arena bermain lantai Tiga dekat dengan foodcourt... Dah Assalamualaikum.


📞Iya sayang..wa'alaikum salam.


Ardi yang begitu badmood sedari pagi, karena Nissa mengabaikan pesan dan panggilannya, akhirnya memilih menyusul putrinya ke sebuah Mall, untuk mengobati rasa kesal di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2