Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
MENUJU SIDANG PERNIKAHAN


__ADS_3

Seminggu setelah membeli mas kawin untuk mahar pernikahan, Ardi langsung membuat planing, mulai mempersiapkan untuk kebutuhan Pernikahan.


Mengingat ucapan sang ibu, saat dirinya dan Nissa bertemu, ibunya mengingatkan untuk segera menyiapkan persiapan pernikahan.


Hari ini Ardi akan langsung berangkat ke kampung halaman Nissa bersama ibunya, mereka kesana untuk membicarakan perihal rencana untuk Akad dan resepsi Pernikahan.


Ibu Prita tidak sabar ingin segera bertemu orang tua Nissa calon besannya, untuk bersilaturahmi sekaligus membicarakan perihal rencana Pernikahan Ardi dan Nissa.


Ardi dan ibunya berangkat menggunakan pesawat terbang dari Bandara Soekarno Hatta dan akan landing di Bandara kertajati majalengka, Ardi sengaja memilih transportasi udara karena alasan membawa sang ibu, agar sedikit mempersingkat waktu.


Karena kalau mengunakan mobil ke kampung halaman Nissa bisa di tempuh kurang lebih enam jam. Sedangkan menggunakan pesawat lalu di lanjut kendaraan mobil ke kampung Nissa bisa di pangkas menjadi kurang lebih Tiga jam.


Dari Bandara kertajati Ardi di jemput oleh bawahannya yang bertugas sebagai Anggota TNI di Sumedang. Mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju kampung halaman Nissa dengan Mobil bawahan Ardi.


Kepulangan Ardi ke kampung halaman Nisa tanpa sepengetahuan Nissa, Ardi sengaja tidak memberitahu Nissa karena Ardi tidak mau Nissa terbebani ikut memikirkan untuk rencana Pernikahan. Mengingat bulan ini Nissa sedang menyelesaikan pekerjaannya sebelum mengundurkan diri dari Klinik.


Namun sudah di pastikan Nissa akan langsung menjabat sebagai wakil penanggung jawab Klinik berdampingan dengan Fania sebagai ketua penanggung jawab.


Ardi juga merasa lebih nyaman dan tenang, bila langsung membicarakan rencana Pernikahan dengan orang tua Nissa saja, sekalian kedatangan ke kampung Nissa untuk mengantar sang ibu yang ingin bersilaturahmi dan ingin mengenal keluarga Nissa.


Ada misi lain yang akan Ardi selesaikan tanpa sepengetahuan Nissa, yakni meninjau pembangunan rumah sakit yang akan Ardi persembahkan untuk Nissa calon istrinya. Ardi ingin pembangunan nya segera selesai bersamaan dengan acara pernikahannya nanti, karena Ardi ingin mempersembahkan Gedung Rumah Sakit nanti untuk Nissa sebagai kado Pernikahan darinya.


Pov Ardi


Setelah menepuh perjalanan pesawat selama kurang lebih tiga puluh menit, aku dan ibuku sampai di Bandara kertajati Majalengka.


Setelah keluar dari Pesawat, bawahanku yang bertugas di daerah kota Sumedang mengabari kalau dirinya sudah sampai untuk menjemput aku dan sekalian mengantar aku dan ibuku ke kampung Nissa.


Ibuku tampak sumringah sudah tidak sabar ingin segera bertemu calon besannya. Aku hanya tersenyum, melihat ibu begitu antusias ingin segera bertemu keluarga Nissa.


Tak terasa kami tiba di rumah Pak Zaenal, Setelah ajudanku memarkirkan mobilnya, Aku dan ibu turun dari mobil berjalan menuju halaman rumah Nissa.


Mang Tisna yang sebelumnya sudah aku kabari langsung menyambutku di depan pintu di ikuti pak Zaenal dan ibu Inayah.


'' Assalamualaikum'' ucapku menyapa mereka bertiga di ikuti ibuku juga dan dijawab salam kami oleh mereka.


'' Wa'alaikumussalam.. masya Allah, Alhamdulillah sudah sampai'' ucap bu Inayah langsung memeluk ibuku.


Kini bergantian aku juga menyalami orang tua Nissa dan Mang tisna. Kami langsung di persilahkan masuk oleh orang tua Nissa.


Aku dan ibu langsung di suguhkan minum dan berbagai macam makanan khas daerah itu, Ibuku tersenyum begitu di sambut hangat oleh keluarga Nissa.


Saat kami asyik berbincang tentang Nissa, dreeeettt ponselku berbunyi menandakan ada panggilan masuk, Aku tersenyum lebar ternyata yang menelpon adalah orang yang kini sedang kami bicarakan.

__ADS_1


'' Siapa yang telpon di? '' tanya ibuku. Aku langsung memperlihatkan ponselku yang tengah berdering dengan nama dan foto Nissa terlihat di layar ponselku.


''Panjang umur dokter Nissa''


'' Aduhhh neng Nissa, lagi di omongin langsung nelepon''


'' Kayanya kupingnya panas...jadi konek langsung nelepon Nak Ardi Nissa nya''


Ucapan ibu dan orang tua Nissa merespon telepon dari Nissa, Aku hanya bisa tersenyum dan izin keluar rumah, duduk di kursi teras untuk menerima telepon dari Nissa.


📞Hallo Assalamualaikum Pak.


📞Iya Wa'alaikumusalam, ada apa Dokter Nissa?


📞Bapak tidak ke kantor Administratif hari ini?


📞Tidak, saya kebetulan ada urusan keluar kota, memangnya ada apa?


📞Itu pak, saya mau mengembalikan baju persit yang kemarin bekas photoshoot. Kebetulan sudah beres aku laundry.


📞Tidak perlu di kembalikan, itu baju Persit untuk anda pakai nanti, setelah kita menikah.


📞Ohh... buat saya Pak, kirain harus dikembalikan.


📞Iya Pak itu mah gampang, toh Nikahnya juga kita masih lama.


📞Kata siapa lama? sebentar lagi kita sidang pernikahan, setelah sidang pernikahan, saya tidak mau menunggu lama ingin segera melanjutkan ke prosesi akad Nikah.


📞Eehhh tunggu... kok cepet banget Pak? saya juga baru mengajukan pengunduran diri dari Klinik.


📞Itu tidak masalah, nanti saya suruh Fania untuk mengurus surat pengunduran diri Anda dan saya juga yang akan mentanda tanganinya. Jadi Anda tidak perlu khawatir.


📞Iya pak, tapi kok secepat itu, orang tua saya gimana? mereka pasti bingung tau-tau langsung akad Nikah belum ada persiapan.


📞Sudah anda jangan khawatir, Saya sekarang bersama ibu saya, sedang berada di rumah anda untuk membicarakan rencana akad Nikah.


📞Apaaaa?? Bapak sedang di kampung saya? kemarin bukannya bapak masih di jakarta? waktu saya telponan sama Syla.


📞Iya.. saya sekarang sedang di rumah anda, nanti saya kirim foto biar anda percaya, Terus mulai sekarang kalau mau nanya tentang saya langsung hubungi saya saja, tidak perlu telpon telpon Asyla hemm.


📞Udah kirim saja dulu Fotonya, bapak pasti bohong bilang di kampung saya. Sudah dulu nelponnya saya mau makan siang dengan rekan saya.


📞Eehh tunggu.... makan siang dengan rekan anda yang mana? laki-laki atau perempuan?

__ADS_1


📞Semua rekan saya Pak, ada laki-laki..ada juga perempuan, memangnya kenapa Pak?


📞Kenapa tidak makan diruangan anda saja, saya sudah perintahkan Firman untuk mengirim makan siang ?


📞Iya...tadi ajudan bapak sudah mengirim makan siang untuk saya, Tapi ini ada acara makan bersama dari ibu Fania, jadi saya tidak bisa menolak!


📞Ya sudah.. jangan terlalu banyak ngobrol dengan rekan kerja anda yang laki-laki.


📞Kenapa? kok gak boleh?


📞Karena Anda milik saya, saya tidak mau anda terlalu dekat dengan lawan jenis selain saya.


📞Astagfirullah pak... Menikah juga belum..cemburu udah di mulai aja. Udah ah.. saya ke kantin dulu Assalamualaikum...ehh jangan lupa pak kirim Fotonya...dahhh.


📞Iya Wa'alaikumusalam


Aku menghela nafas, mengingat polosnya calon istriku itu, Kalau masalah kedokteran pintar tapi kalau urusan yang lain kadang lemot.


Aku kembali masuk kedalam rumah, tidak menunggu lama aku meminta tolong mang Tisna untul mengambil foto kami yang sedang duduk bersama di ruang tamu untuk aku kirim kepada Nissa.


cekrekkk


Mang Tisna mengambil foto kami bersama, dengan posisi ibuku dan ibu inayah duduk berdampingan saling merangkul dalam satu sofa dan berhapan dengan aku dan pak Zaenal duduk di Satu sofa juga dengan senyum yang begitu sumbringah.


Aku langsung mengirim foto itu pada Nissa melalui pesan Whatsapp. Namun belum ada balasan, akhirnya kami kembali berbincang.


Pak Zaenal begitu senang akan niatan aku untuk meminang putrinya dalam waktu dekat, begitu juga ibu Inayah yang begitu gembira dan sudah tidak sabar ingin mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara pernikahan kami.


Maklum Nissa adalah putri satu-satunya sekaligus putri bungsu mereka. Membuat orang tuanya ingin menyiapkan yang terbaik untuk pernikahan putrinya.


Begitu juga ibuku, beliau langsung menyerahkan uang di dalam koper yang sontak membuat orang tua Nissa Kaget.


Namun aku segera bersuara, memberitahu bahwa uang itu adalah uang dariku untuk membiayai semua kebutuhan yang akan di butuhkan untuk acara pernikahan aku dan putrinya nanti.


'' Tidak perlu nak Ardi dan ibu Prita... insya allah semuanya saya bisa handle sendiri'' Ucap Pak Zaenal yang merasa tidak enak dengan uang didalam koper pemberianku.


'' Saya percaya Pak Zaenal, tapi saya mohon ini di terima, uang ini adalah bentuk kasih sayang juga tanggung jawab Ardi putra saya kepada putri anda, jadi sebagaimana baiknya, uang ini di gunakan untuk semua kebutuhan pernikahan nanti...saya mohon di terima ya besan'' ucap ibuku dengan penuh senyum haru di balas rangkulan oleh ibu inayah yang ikut terharu.


Pak Zaenal langsung menepuk pundaku dan kembali berucap menitipkan putri bungsunya itu kepadaku, aku langsung membalas dengan mengangguk dan berjanji akan menjaga dan membahagiakan putrinya hingga maut memisahkan kami.


🌺🌺🌺🌺


Mohon maaf kepada semua readers kesayangan author, maafkan author baru bisa kembali update. Jangan bosen kasih dukungan buat Author🙏🙏🙏🙏🙏😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2