Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
PERTEMUAN ARDI DAN NISA


__ADS_3

Ardiyansah argadinata tengah sibuk menjalani tugas Dinasnya di pelosok daerah di Jawa Barat.


Ardi pergi kesana tidak sendiri namun pergi bersama rombongan perwira TNI yang lain. Mereka berangkat menggunakan Bus khusus milik TNI Angkatan darat.


Namun setelah tugas dinas mereka selesai. Teman-teman Ardi yang lain belum berniat segera pulang ke jakarta. sebagian dari mereka masih ingin beristirahat sejenak di Di daerah terpencil itu.


Sedangkan Ardi memilih pulang sendiri dengan menyetir mobil yang tersedia di sana untuk di gunakan. Ardi menggunakan mobil milik TNI Angkatan Darat di daerah itu. Dan nantinya Ardi akan mengembalikan nya lewat ekspedisi.


Ardi sengaja pulang duluan karena sang putri Asyla tiba-tiba sakit. Ardi merasa bersalah kalau ia tidak segera pulang menemui sang putri cantik nya. Apalagi harus menunggu esok bersama temannya.


Setelah perpamitan pada rekan-rekannya yang sama ikut bertugas. Akhirnya Ardi berangkat setelah melaksanakan solat Ashar tepatnya pukul empat sore.


Ardi sengaja mengambil waktu sore agar jalanan tidak macet saat menuju jakarta. karena prediksi Ardi. Ia akan tiba malam hari di kota jakarta. karena jarak daerah itu menuju jakarta di lalui selama enam jam.


Setelah melewati satu jam perjalanan semua baik-baik saja. Namun saat menunjukan waktu maghrib yang dimana Ardi masih di jalur perkampungan yang begitu sepi. karena berbarengan dengan hujan deras mengguyur daerah jalan yang di lewati Ardi.


Tiba-tiba Mobil yang dikendarai Ardi mengalami rem blong. Ardi berusaha tenang saat menyadari mobil yang dikendarai blong.


Ardi mencoba menelpon namum sial tidak ada signal di daerah itu.


''Shiiit...tidak ada signal lagi'' gerutu Ardi kesal.


Niat Ardi ingin menelpon Montir yang bekerja di bengkelnya. Agar memberitahunya trik agar Ardi bisa mengakali rem blong yang dialaminya.


Ardi berusaha tenang dan mencari jalur yang aman. Ardi bersyukur jalanan kampung sepi tidak macet seperti di kota jakarta. Mungkin kalau terjadi di kemacetan bisa-bisa terjadi kecelakaan beruntun akibat rem blong.


Keseimbangan mobil yang dikendarai Ardi lama-lama semakin kencang. Tanpa di sadari oleh Ardi di depan jalan sana ada turunan yang cukup curam. Saat Ardi melewatinya Ardi begitu kaget dan tidak bisa mengendalikan mobil yang dikendarai nya lagi.

__ADS_1


Dan Akhirnya....'' Bbrrraaakkkkkk...Brukkkk ''Ardi membanting setirnya ke sebelah kiri yang dimana ada pohon besar. karena bila Ardi membanting ke sebelah kanan di sana ada jurang yang tersorot oleh lampu mobil Ardi.


Ardi langsung pingsan tidak sadarkan diri. Akibat hantaman mobilnya yang begitu kencang menabrak pohon mahoni besar.


Walaupun Ardi tertahan Air bag pengaman mobilnya. Namun saking kencang tabrakannya membuat Ardi tidak sadarkan diri.


Sudah Satu jam tidak ada orang berlalu lalang. Namun saat Waktu menuju Isya Ada sepedah motor lewat di daerah dimana kecelakaan yang menimpa Ardi.


Ternyata Dua orang perempuan yang melewati jalanan itu. Dia adalah nisa dan sinta teman nya yang bekerja di klinik. Mereka pulang kemalaman karena banyak warga yang juga ingi sekalian di periksa.


Nisa menyadari di depannya ada kecelakaan. saat melihat lampu mobil terus berkedip dan badan mobil mengeluarkan Asap.


''Sin.. kita turun dulu yah... itu sepertinya mobil kecelakaan'' Nisa yang mengemudikan motornya memberitahu sinta teman yang di bonceng nya.


'' iiidiih gak usah teh... '' Sinta tidak mengijinkan...'' Takutnya orang jahat teh'' Sinta mengingatkan takutnya itu orang yang berniat tidak baik.


'' Teh nisaa..hati-hati'' Sinta yang khawatir pada seniornya. Nisa membalas dengan senyum.


Nisa memberanikan diri mendekat. Dengan berani Nisa membuka pintu mobil yang dimana Ardi sudah satu jam pingsan tidak sadarkan diri.


'' Astagfirullah...Sin...orangnya gak bergerak'' Teriak Nisa cukup kencang. Disaat nisa melihat laki-laki yang mengemudikan itu tidak merespon sentuhannya.


Nisa langsung mengecheek urat nadi di pergelangan Ardi dan juga nafas hidung Ardi yang ternyata masih bernafas.


Menyadari itu benar-benar kecelakaan bukan orang yang berniat jahat. Sinta mendekat langsung membawa alat bantu bernafas di box yang mereka bawa.


Ternyata sebelumya Nisa dan Sinta baru pulang dari kampung sebelah untuk memeriksa warga kampung sang sakit dan tak bisa datang ke klinik.

__ADS_1


Jadi mereka membawa peralatan untuk memeriksa Ardi dan mencoba pertolongan pertama.


Saat di coba dengan alat nafas buatan Ardi masih belum juga merespon. Jadi Nisa putuskan untuk menyuruh sinta pulang duluan untuk memanggil Ayah Nisa Agar membawa mobil untuk membawa Ardi ke klinik.


Sinta walaupun takut. Memberanikan dirinya karena menolong orang sudah jadi prioritas nya sebagai perawat.


Setelah menempuh lima belas menit di perjalanan. Akhirnya Sinta Sampai di rumah Nisa. Sinta segera memanggil Pak Zaenal memberitahu bahwa ada yang mengalami kecelakaan.


Pak Zaenal langsung mengemudikan Mobil kijangnya untuk menyusul sang putri yang sedang menunggui orang yang mengalami kecelakaan itu.


Sinta kembali ikut menemani pak Zaenal di dalam mobil. Tak lama mereka sampai.


Pak zaenal dengan tubuh yang sudah tak muda lagi sigap langsung turun dari mobilnya. Untuk mmembantu Nisa dan Sinta membopong tubuh yang berperawakan tinggi dan altetis milik Ardi Orang yang mengalami kecelakaan tersebut.


Setelah Selesai memasukan Ardi ke dalam mobil. Pak Zaenal langsung mengemudikan mobilnya ke arah rumahnya saja, karena kalau menuju klinik takutnya Orang yang mengalami kecelakaan itu tidak tertolong.


Karena di rumah Nisa juga terdapat alat-alat kesehatan yang akan di butuhkan.


Nisa yang duduk di belakang memangku Ardi menyetujui saran sang ayah. Sedangkan Sinta duduk di depan di samping pak Zaenal.


🌸🌸🌸🌸🌸


Selamat menikmati karya kedua Author.


Semoga suka yah


see you..

__ADS_1


__ADS_2