
Pov Ardi
Sudah satu minggu, aku tidak bertemu dengan Nissa, karena aku harus melakukan pengamanan bersama Anggota yang lain, saat kedatangan tamu kenegaraan ke Jakarta.
Pagi ini aku bersiap untuk berangkat menuju kantor dinasku, sudah tidak sabar rasanya ingin bertemu dengan calon Bunda anak-anakku.
Aku juga mendengar kabar dari komandan Kompi, bahwa berkas Permohonan pernikahan ku dan Nissa sudah di setujui, namun masih ada yang harus segera dilengkapi yakni Pas photo milik Nissa dan Pas photo gandeng Nissa dan aku yang belum sempat dibuat.
Ya ampun...aku lupa sekali, karena begitu sibuk melakukan pengamanan, hingga melupakan hal penting untuk melengkapi berkas permohonan pernikahan.
Tiba di ruanganku, aku segera mengirim pesan pada Nissa, aku memintanya untuk datang keruanganku.
📩Segera ke ruangan saya sekarang.
Aku bersyukur atas bantuan dari Fania, Baju Persit yang dibutuhkan untuk digunakan Nissa sudah selesai di jahit, sesuai ukuran baju seragam Nissa di klinik.
Tiingg pesan balasan terdengar dari ponselku.
📩Mohon maaf Pak, saya lagi tanggung melayani pemeriksaan Anggota di klinik pusat.
Apaa??sejak kapan, calon istriku bertugas di klinik pusat tanpa sepengetahuanku.Tanpa menunggu waktu lama aku segera menekan nomor ponsel Nissa.
📞Hallo...Assalamualaikum Pak.
📞Iya Wa'alaikum salam..Sedang apa anda di sana?
📞Yah sedang bertugas dong Pak, memangnya mau nongkrong aku di sini.
📞Kenapa tidak meminta ijin saya sebelumnya? Saya ini calon suami anda dan sebentar lagi kita akan menikah.
📞Suuut... jangan keras-keras Pak, aku juga tahu itu semua, mohon maaf sebelumnya tidak sempat meminta ijin, aku takut menggangu tugas Bapak di pusat, toh aku baru dua hari membantu di sini, soalnya Urgen Pak disini sedang kekurangan Nakes yang bertugas.
📞Alasan saja Anda ini, anda bisa kan..mengirim pesan pada saya, setidaknya anda ijin memberitahu saya segenting apapun itu.
📞Ya pak saya mohon maaf... Bapak jangan marah yah!!
__ADS_1
📞Saya sekarang kesana untuk menjemput anda.
📞eeehh...mau menjemput ngapain Pak? Saya masih bertugas.
📞Saya akan suruh Fania menyiapkan nakes pengganti anda, ada urusan yang lebih penting mengenai persiapan Pernikahan kita.
📞Persiapan apa lagi Pak? Bukannya semua berkas sudah siap tinggal menunggu persetujuan dari Komandan kompi saja?
📞Semua sudah di setujui, namun kita melupakan Pas Photo yang di butuhkan untuk melengkapi berkas, itu sudah harus siap sebelum kita melakukan sidang pernikahan.
📞Astagfirullah...sekarang gimana atuh Pak, Bapak juga sih baju saya untuk di buat juga belum Bapak berikan pada saya, jadi saya Photoshotnya pake baju apa.. bukannya harus pake baju Pesit.
📞Sudah anda jangan bingung...semuanya sudah siap, sekarang anda segera bersiap saja, sebentar lagi saya ke klinik pusat untuk menjemput anda...Assalamualaikum
Setelah sambungan telepon terputus, aku segera berangkat menuju Klinik pusat dimana calon istriku sedang melakukan tugas di sana.
Aku juga tidak lupa membawa baju yang di berikan Fania untuk digunakan Nissa saat Photoshoot nanti.
Aku kesal sekali, tidak seperti biasanya jalanan menuju Klinik pusat terasa macet sekali, membuat aku sedikit lambat sampai sana.
Aku tidak mau membuang waktu untuk turun dari mobil, aku memilih menekan klakson mobilku, Dia langsung tersadar saat melihat mobilku, dia bangkit dari duduknya dan langsung masuk kedalam mobilku.
Dia begitu terlihat lelah dan masih menggunakan seragam Klinik dan juga masker di wajahnya, aku begitu rindu padanya sudah hampir seminggu aku tidak bertemu dengannya.
'' Maaf...membuat anda menunggu cukup lama, tadi tumben sekali jalan menuju kesini macet '' Ucapku menatap dokter cantik yang kini sudah duduk nyaman di sampingku.
'' Tidak apa-apa Pak, saya belum lama menunggu di lobby, tadi harus melakukan absen ijin penggantian Nakes sesuai prosedur Klinik, kata Ibu Fania saya tidak perlu datang lagi besok'' Ucapnya sembari menyandarkan tubuh lelahnya di bangku mobilku.
'' Syukur kalau begitu, Kita sekarang langsung menuju tempat Photo studio, saya sudah membuat janji dengan Photografer di sana'' ucapku segera menjalankan mobilku menuju jalanan.Terlihat dokter baik hati di sampingku sudah terlelap menutup mata lelahnya.
Apa sebegitu lelahnya, hingga tertidur begitu cepat...batinku saat melihat dia sudah terlelap tidak menjawab dan menyimak ucapanku.
Namun aku tidak ambil pusing, melihat dia kelelahan dan bisa istirahat di mobilku aku tersenyum senang, semoga sampai di tempat Studio Photo dia sudah lebih segar dari kelelahannya.
Setelah dua puluh menit akhirnya mobilku sampai di depan Studio Photo langgananku.
__ADS_1
Namun Dokter cantik di sampingku belum bangun dari tidurnya, aku terus memperhatikan calon istriku yang masih terlelap, aku tidak tega rasanya untuk membangunkannya.
Setelah sepuluh menit aku puas menatapnya dan menunggunya untuk bangun, namun tidak juga terbangun, aku memilih menekan nomor ponselnya untuk aku hubungi.
Dan Alhamdulillah dia terbangun saat mendengar Suara dering panggilan dari ponselnya.
Saat langsung tersadar dari tidurnya saat melihat siapa yang menelpon, aku sempat kaget saat melihat Nama ku tertulis di kontaknya dengan nama Bapak Baju ijo. Aku ingin bersuara mengenai namaku yang di tulis dikontak poselnya.
Apa tidak ada nama lain, masa bapak baju ijo batinku merasa aneh pada dokter cantik itu.
'' Kenapa bapak menelpon?'' tanyanya saat tersadar melihat nama ku yang menelponnya.
'' Kalau saya tidak menelpon, saya bingung harus bagaimana cara untuk membangunkan anda dari tidur lelahnya'' ucapku bersiap keluar dari mobilku, Dia terlihat mendelik saat mendengar ucapanku dan akhirnya ikut turun dari mobil setelah merapikan kerudungnya.
Kami berdua memasuki ruko dua lantai yang dimana tempat Studio photo, untuk kami melakukan photoshoot untuk Pas photo kami.
Kedatangan ku langsung di sambut oleh Photoghrafer yang sudah membuat janji dengan ku.
'' Silakan masuk Pak Ardi dan Calon istri'' ucap Dimas Photografer langgananku. Dia sudah aku beritahu akan maksud kedatanganku untuk melakukan Photo shoot untuk kebutuhan Pernikahan.
Aku dan Nissa langsung di tuntun untuk menuju ruangan yang berbeda untuk kami bersiap, kebetulan aku sudah menggunakan baju Dinasku hingga aku tinggal melengkapi yang kurang nya saja.
'' Bajunya di sini'' ucapku menyerahkan Paperbag berisi setelan baju Persit berserta hijabnya.
'' Bapak sudah siapkan... bagaimana ukuran nya?'' Tanya dia saat meraih paperbag dari tanganku.
'' Sudah di pakai saja, saya yakin ukurannya muat untuk anda'' ucapku menyuruhnya untuk segera masuk ke ruangan untuk mengganti baju. Dia tampak pasrah terlihat masih lelah dsri sorot matanya.
Aku duduk di kursi sofa yang tersedia, menunggu Nissa untuk bersiap mengganti bajunya dengan baju Persit yang aku bawa dari kantor.
Cukup lama aku menunggu, terdengar suara pintu dibuka, aku langsung merasa takjub akan tampilan Dokter cantik yang aku kenal, kini dia sudah berganti baju dengan baju kebesaran istri Tentara. Dia benar benar terlihat begitu cantik dengan baju yang dipakainya.
Bersambung dulu yaaa
tong hilap komennya readers
__ADS_1