Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
RASA KEHILANGAN


__ADS_3

Setelah selesai makan malam bersama di selingi obrolan, Ardi dan firman akhirnya bersiap setelah membereskan Semua barang-barang Ardi kedalam mobilnya.


Nisa yang semula di kamar tidak ikut makan, akhirnya keluar saat bu inayah memanggilnya untuk berpamitan dengan Ardi yang akan kembali pulang ke Jakarta.


'' Neng...Ayo keluar...ini nak Ardi sudah mau berangkat.... Ayo pamitan dulu'' Bu inayah memanggil sang putri.


'' Iya bu... bentar'' Nisa di dalam kamar merapihkan hijabnya.


Saat keluar kamar, Nisa begitu kaget karena sudah ada Ardi di depan kamarnya.


'' Eeehh... pak Ardi...saya kira bapak di depan'' ucap Nisa sembari menetralkan jantungnya.


'' Maaf.. membuat kamu kaget...saya mau berpamitan sama kamu nis... Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya.. sungguh saya berhutang budi sama kamu dan keluarga'' Ardi menatap dalam ke arah nisa untuk mengucapkan terima kasih pada Nisa atas kebaikannya, sembari Ardi mengatupkan kedua tangannya di dada. Karena Ardi tahu Nisa tidak mau bersentuhan dengan yang bukan mahramnya.


'' tidak apa-apa pak Ardi... Itu semua sudah kewajiban saya dan keluarga saya untuk menolong sesama yang membutuhkan bantuan... saya mohon jangan anggap ada hutang budi pak Ardi.... saya sangat ikhlas...malah saya akan merasa sangat bersalah kalau tidak bisa menolong pak Ardi'' Nisa memberanikan diri membalas menatap Ardi. Ardi di depanya begitu Senang dalam hati.


'' Sekali lagi terima kasih nis..'' Ardi sudah kehilangan kata-kata. Nisa yang membalas tersenyum padanya. Membuat Ardi melayang untuk sesaat.


'' Eehhh... iya hampir lupa... ini Nisa sudah siapkan obat-obatan untuk pak Ardi bila masih ada keluhan... mungkin lebih baik setelah sampai jakarta..bapak bisa langsung Cheek up di rumah sakit agar memastikan kondisi bapak.... maklum pak di klinik saya belum tersedia jadi saya belum memeriksa secara keseluruhan kesehatan bapak..'' Nisa menyerahkan obat untuk Ardi dan menambahkan sarannya untuk Ardi. Ardi lagi-lagi di buat tersenyum atas kebaikan Nisa yang selalu baik hati pada nya dan semua orang yang membutuhkan bantuan nya.


'' Iya Nis terima kasih... maaf saya sudah banyak merepotkan....insya Allah saya akan periksakan setelah sampai di jakarta... saya doakan semoga klinik kamu semakin berkah dan bermanfaat...mmm... ini sudah malam..saya pamit pulang... Ajudan saya sudah menunggu... Assalamualaikum '' Ardi meraih obat yang di berikan Nisa dan pamit keluar untuk pulang ke jakarta.


Ardi sempat membalikan badannya untuk kembali melihat Nisa saat berjalan keluar rumah, namun ternyata nisa sudah kembali masuk ke dalam kamarnya.


Di luar rumah Ardi berpamitan pada Orang tua Nisa Nisa dan mang tisna.

__ADS_1


Ardi banyak- banyak mengucapkan terima kasih pada orang tua Nisa dan Mang tisna.


Karena sudah mau menolong dan mengurusnya.


Setelah Ardi dan Firman Pamit, Firman langsung bersiap menjalankan mobil Rubicon milik Ardi dan melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke jakarta.


'' Hati-hati di jalan nak... jangan kapok bermain kembali ke sini'' Seru pak Zaenal sembari melambaikan tangan nya. Diikuti bu Inayah dan mang tisna.


'' Iya pak Insya Allah... semoga kalian semua sehat...Assalamualaikum '' Ardi tersenyum senang melambaiakan tangannya dari dalam mobil.


Nisa yang melihat dari jendela kamar nya... begitu merasakan sesak di dadanya melihat kepulangan Ardi.


'' iishh.. kok sesak gini yah...pak Ardi bukan siapa-siapa... sodara juga bukan kok jadi sedih yahh'' Batin Nisa mengusap-usap dadanya.


---------💔💔💔💞💞💞💞------


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih Enam jam. Mobil yang di kendarai ajudan Ardi sampai di kompleks perumahan mewah yang dimana rumah Ardi berada.


Kedatangan Ardi berbareng dengan kumandang Adzan subuh di masjid Komplek.


Ardi langsung masuk ke dalam rumah..setelah pintu rumah di buka oleh mbol Darni yang sudah lama bekerja mengabdi di rumah Ardi.


Saat di beritahu Mbok Darni kalau kedua anaknya sedang melaksanakan solat subuh di mushola rumahnya. Ardi memilih ke kamarnya terlebih dahulu untuk berganti baju.


Karena sudah menjadi rutinitas di keluarga Ardi bila setiap waktu solat melakukan berjamaah di mushola yang berada di dalam rumahnya.

__ADS_1


Di dalam kamar nya, Ardi malah kembali kepikiran Gadis yang sudah menolongnya.


Untungnya Ardi sudah meminta nomor ponsel Nisa dari Mang Tisna. Jadi sewaktu-waktu Ardi bisa mengirim pesan kalau ada yang mau ditanyakannya.


Ardi sempat ingin mengirim pesan. Ardi ingin mengabari Nisa kalau dirinya sudah sampai jakarta. Namun Ardi merasa malu dan akhirnya mengurungkan niatnya.


Ardi langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu setelah mengganti baju dan melaksanakan solat subuh di kamarnya.


Di klinik


Nisa begitu tidak bersemangat..Nisa hanya membolak-balikan buku data warga yang berobat.


'' Teh Nisa...teh... '' Sinta memanggil Nisa. Nisa yang tengah melamun tidak merespon panggilannya.


'' iiihhh... teh Nisa jangan ngelamun'' Ucap Sinta lagi. Nisa langsung tersadar.


'' Ehh... siapa yang ngelamun sin... kagetin saja '' Nisa tersadar dan kembali menulis daftar warga yang sudah berobat tadi.


untungnya suasana klinik sedang sepi, Sinta dan Nisa berlanjut bercengkerama.


Nisa juga membuang pikiran nya yang selalu memikirkan tentang Ardi, orang yang sudah di tolongnya waktu itu.


(duhhh.....kayanya berjodohhhh nihhh)


Bersambung dulu yahhhhh

__ADS_1


__ADS_2