Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
BERTEMU ARDI


__ADS_3

Ardi tiba di Jakarta di ke esokan harinya, Setelah sebelumnya Ardi menyelesaikan proses dengan kontraktor di kota Bandung, untuk memberi tugas dalam masa pembangunan rumah sakit untuk Nissa.


Ardi Tiba di Jakarta tepat pukul 08.00 pagi, Ia langsung bergegas menuju Gedung Pusat kesehatan AD.


Karena sesuai prosedur di Keanggotaannya, Setiap Anggota harus melakukan Cheek kesehatan setelah melakukan tugas dinas nya di luar kota.


Ardi tersenyum lebar, dirinya sudah tidak sabar, ingin segera melihat wajah perempuan pintar dan baik hati yang begitu di rindukannya.


Ardi segera memasuki ruangan nya terlebih dahulu, sebelum ia melakukan cheek kesehatan di klinik yang berada di seberang Gedung dinas nya.


Firman sang ajudan, tampak memberi hormat pada Ardi atasannya, dan segera menyerahkan Baju dinas untuk Ardi yang sudah di persiapkan, sebagai mana di perintahkan oleh Ardi.


Ardi langsung bersiap, ia membersihkan diri di kamar mandi yang berada di ruangannya, dan segera mengganti baju tugasnya, dengan baju dinas warna hijau kebesarannya.


Ardi keluar dari ruangan nya, Ia tampak begitu segar dan gagah, sudah rapi dengan baju dinasnya, wangi parfume woods khas para lelaki begitu tercium pekat di penciuman Firman ajudan nya. Saat Ardi keluar dari ruangan nya.


'' Mana man? bunga yang sudah saya pesan?'' Tanya Ardi meminta bucket bunga yang sudah dia pesan pada Firman.


'' Ini pak, baru saja tadi kurir bunganya sampai'' jawab Firman, menyerahkan bucket bunga pada Ardi. Ardi tersenyum bunga yang di pesan firman sesuai dengan yang ia inginkan.


Ardi pun pamit pada Firman, untuk segera melakukan cheek kesehatan, Firman yang mengerti langsung memberi hormat dan kembali berjaga di kubikel nya di depan ruangan Ardi.


'' Pak Ardi..pak Ardi., kayaknya udah gak sabar banget niih... ingin segera bertemu dokter Nissa, wanginya saja beeehh.. Sembriwingnggg'' ucap Firman yang begitu gemas, ikut senang dengan tingkah Ardi atasannya, kini Ardi berjalan tegap penuh kharisma menuju klinik, dimana Nissa pujaannya berada.


Ardi tiba di klinik Nissa, di jam tangan Ardi menunjukan pukul 09.00 pagi, Klinik terlihat sepi, hanya terlihat beberapa petugas kebersihan berlalu lalang di sana.


Ardi langsung bertanya kepada penjaga di sana, memberitahu maksud kedatangannya,untuk melakukan cheek kesehatan.


Penjaga di klinik yang mengerti dan mengenal Ardi sebagai jendral sekaligus atasannya di Gedung pusat kesehatan AD, langsung mempersilakan Ardi untuk masuk.


Ardi langsung di arahkan oleh penjaga menuju ruangan Nissa, kebetulan hanya Nissa yang sudah stanby sedari tadi pagi di klinik, sedangkan rekan-rekannya baru akan sampai siang nanti.


'' Assalamualaikum dokter Nissa, Ini ada Anggota yang mau melakukan cheek kesehatan!'' Seru penjaga setelah mengetuk pintu ruangan Nissa.

__ADS_1


'' Iya Wa'alaikum salam pak, suruh langsung masuk saja'' jawab Nissa, sembari menyiapkan perlengkapan untuk melakukan cheek kesehatan.


Ardi masuk ke dalam ruangan Nissa, Nissa yang begitu mengenal wangi parfume Ardi, langsung melihat ke arah pintu ruangan nya.


''Assalamualaikum dok'' ucap Ardi lembut. Nissa yang tersadar langsung menatap kearah Ardi.


''Wa'alaikumusalam...si-silahkan duduk Pak'' balas Nissa yang semula merasa kaget akan kehadiran Ardi, namun Nissa segera menstabilkan agar bersikap seperti biasa.


'' Terima kasih dokter Nissa'' jawab Ardi menduduki kursi di depan meja Nissa. Ardi juga segera menaruh buket bunga yang di bawanya di meja Nissa. Nissa terlihat sibuk mengambil alat tensi yang berada di lemari dimana tempat menyimpan alat-alat dan obat-obatan di ruangan nya.


Setelah Nissa duduk di kursinya berhadapan dengan Ardi. Ardi segera menyerahkan buket bunga kepada Nissa.


'' Ini, untuk anda dokter!'' seru Ardi menyerahkan buket bunga pada Nissa, Nissa sesaat menatap buket di genggaman Ardi.


'' Te-terima kasih Pak'' jawab Nissa sedikit gugup menerima buket dari Ardi, pikirannya ingin menolak, namun hati dan tubuhnya begitu senang menerima bunga pemberian Ardi.


'' Saya belum tahu bunga yang anda sukai dokter, jadi saya pilihkan bunga yang sudah familiar untuk saya'' ucap Ardi melihat Nissa begitu pasrah menerima bunga pemberiannya.


Nissa tidak banyak berkata-kata, ia terlihat begitu tenang mempersiapkan peralatan untuk melakukan cheek kesehatan.


Ardi tersenyum yang di ucapkan Nissa ada benarnya, sebelumnya ia belum pernah bertanya pada Nissa, mengenai bunga apa yang Nissa sukai dan tidaknya.


Ardi menyerahkan tangan kirinya di meja, di hadapan Nissa. Pandangan mata Ardi tidak henti terus menatap intens ke arah Nissa.


Nissa yang menyadari di tatap tajam oleh Ardi, memilih menundukan pandangannya ke tangan Ardi dan alat tensi darah bergantian.


'' Bagaimana kabar anda?'' tanya Ardi, ia ingin mencairkan suasana yang begitu tidak menentu di ruangan itu.


'' Alhamdulillah baik Pak'' jawab Nissa singkat terus menunduk menunggu hasil tensi darah di depannya.


'' Hasilnya Sedikit Tinggi Pak 140/90, apa ada keluhan Pak?'' Tanya Nissa setelah mengetahui hasil tensi darah pada Ardi.


'' Tidak ada dok, hanya sesekali hati saya berdebar-debar bila teringat seseorang'' jawab Ardi terus menatap Nissa.

__ADS_1


'' Mulai sekarang....bisa bapak kurangi untuk mengingat yang tidak penting, agar kesehatan bapak bisa terjaga'' jawab Nissa yang mengerti akan ucapan Ardi kepadanya.


'' Saya sungguh-sungguh dengan ucapan saya dokter, Saya akan menunggu hingga dokter bersedia menerima lamaran dari saya'' ucap Ardi yang merasa sudah tidak tahan, terus menerus menahan gejolak di hatinya.


Nissa sampai tersentak, mendengar ucapan Ardi langsung di depannya. Sesaat Nissa tak bisa berbuat apa-apa, rasa syoknya betul-betul sedikit membuatnya tidak begitu berkonsentrasi.


''Mari Pak, di lanjutkan pemeriksaan nya sesuai prosedur'' ucap Nissa setelah ia merasa tenang, Nissa tegaskan sekarang waktunya untuk dirinya melakukan pelayanan, bukan untuk ajang mengungkapkan perasaan pribadi.


Ardi yang mengerti akhirnya menyerah, Ia segera mengikuti proses demi proses, melakukan Cheek kesehatan sebagai mana mestinya.


Setelah semuanya selesai, Nissa yang terus menghindar dari tatapan Ardi, segera menyiapkan lembar hasil cheek kesehatan, ia juga mentanda tangani lembar itu dan di serahkannya kepada Ardi.


'' Ini pak, lembaran hasil cheek kesehatannya, keseluruhan baik, cuman harus banyak istirahat dan di jaga pola makannya, kurangin garam dan rokoknya ya Pak'' ucap Nissa memberikan nasihat seraya menyerahkan hasil lembaran kertas kepada Ardi.


'' Saya tunggu anda sore ini, di restoran milik Fery dan Fania'' ucap Ardi tegas, sembari menerima lembaran kertas dari Nissa, sesaat tatapan merekapun bertemu.


Ardi begitu rindu tatapan mata Nissa, begitupun Nissa sesaat langsung terhipnotis tatapan mata elang milik Ardi.


'' Mohon maaf Pak, sepertinya tidak bisa, saya ada agenda pembukuan di klinik hingga sore nanti'' jawab Nissa yang langsung menghindar dari tatapan mata Ardi.


Nissa tidak mau, Hati dan jiwanya semakin terperosok kedalam hati Ardi, sedangkan dirinya belum merasa yakin akan Ardi sepenuhnya.


'' Tidak ada penolakan, saya sendiri yang akan meminta ijin kepada Fania atasan anda di sini...Assalamualaikum '' Ucap Ardi jelas, Dan langsung pamit meninggalkan ruangan Nissa.


'' Walaaikumusalam'' jawab Nissa pelan dengan kebingungannya akan ucapan paksa sekaligus perintah dari Ardi.


'' Iiidiihhh... si tukang maksa, seenaknya aja'' Ucap Nissa dalam hati, karena begitu kesal dengan ucapan paksaan dari Ardi.


Nissa mendudukan tubuhnya yang begitu merasa kan lelah, karena sedari tadi ia harus berhadapan dengan orang yang selalu membuat jantung nya berolahraga begitu keras dan cepat.


Bersambung dulu


jangan lupa like,vote and coment

__ADS_1


Haturnuhun


__ADS_2