
Pukul 12.00 Siang, mobil yang di kendarai Ardi tiba di Jakarta, Ardi langsung menuju kostan Firman, untuk mengantar ajudannya terlebih dahulu, agar bisa segera beristirahat.
Setelah dari kostan Firman, Ardi melajukan mobilnya menuju Rumahnya, ia ingin anak-anaknya bisa segera beristirahat setelah perjalanan cukup panjang dari kampung Nissa.
Nissa tampak setuju akan itu, walaupun sebenarnya Nissa ingin segera menuju ke mesnya, ia tidak mau sebenarnya mampir kerumah Ardi mengingat belum resmi menikah, namun mengingat anak-anak sudah terlihat kelelahan, akhirnya membuat Nissa mengalah untuk singgah terlebih dahulu ke rumah Ardi sebelum Ke mesnya.
Tiba di rumah Ardi, Nissa membantu Asyla calon anak sambungnya membawa tas ranselnya menuju kamarnya, Asyla tampak begitu lemas, membuat Nissa sedikit khawatir, Sebelum beristirahat Nissa terlebih dahulu menyuruh Asyla dan Azka untuk makan dan minum Vitamin yang selalu ia bawa di tasnya.
Ardi yang melihat Nissa begitu dekat dengan putra-putrinya di ruang makan, membuat ia semakin kagum kepada sosok Nissa.
'' Bun... vitaminnya manis kan?'' Tanya Asyla manja pada Nissa di meja makan.
'' Maniss sayang... enak tau rasanya'' Jawab Nissa dengan penuh perhatian dan kelembutan.
'' Dek manja kamu itu... masih aja takut minum vitamin... cemen katanya mau jadi dokter kaya Bunda'' seru Azka meledek sikap manja sang adik pada calon Bundanya.
'' Biarin aja... iri bilang dong'' Balas Asyla yang tidak terima di ledek sang kakak akan sikap manjanya.
'' Sudah jangan berantem..katanya lelah, ayoo segera habiskan makannya terus minum vitamin.. jangan lupa solat dzuhur dulu baru kalian istirahat'' Seru Nissa pada Asyla dan Azka calon anak sambungnya.
Dari ruang keluarga, Ardi terus saja tersenyum memperhatikan interaksi antara Nissa dan kedua anaknya, Ardi begitu merasa senang dan bangga akan sikap Nissa, walaupun ia belum pernah menikah namun sifat keibuan nya begitu terpancar jelas.
'' Eehh...Pak Ardi'' ucap Nissa saat melihat Ardi berjalan mendekat ke meja makan.
'' Mau makan juga Pak? kebetulan anak-anak sudah selesai, saya mau numpang solat dulu setelah itu mau pamit pulang ke kostan'' ucap Nissa, Ia merasa sudah waktunya untuk pulang setelah memastikan anak-anak sudah makan dan minum obat dan akan beristirahat.
Sedangkan Asyla dan Azka sudah bergegas duluan menuju Mushola, untuk melakukan solat dzuhur. Mereka seakan tidak mau mengganggu Calon Bunda dan Papanya di meja makan sedang berbincang.
'' Temani Saya makan dulu, Anak-anak selalu saja anda perhatikan, sekarang giliran saya?'' Ucap Ardi menghela nafas ingin mendapat perhatian dari Nissa seraya duduk di kursi ruang makan berhadapan dengan Nissa.
" Mohon maaf ya Pak, kalau untuk memperhatikan Bapak itu belum waktunya" Jawab Nissa memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak mau membalas tatapan Ardi kepadanya.
" Kenapa tidak? Saya rasa Anda bisa belajar itu dari sekarang" Tanya Ardi sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
__ADS_1
" Sudah ah...Bapak itu kalau sedang makan jangan banyak bicara, nanti keselek Pak" seru Nissa yang tidak mau menjawab ucapan Ardi.
" Kenapa anda tidak ikut makan? Ayo temani saya makan sekalian" Suruh Ardi terus menatap Nissa.
'' Terus kita solat dzuhur bersama, setelah itu saya akan antar anda untuk pulang ke mes, saya tidak akan membiarkan calon istri saya untuk pulang sendirian'' Sambung Ardi tegas, Nissa hanya bisa duduk pasrah, malu rasanya berdebat di rumah Bapak Abdi negara tersebut, Ada rasa kesal di hatinya mengingat Ardi selalu saja membuat keputusan sendiri.
'' Ayo temani saya makan?'' Ajak Ardi melihat Nissa tidak ikut makan bersama dirinya dan tidak kunjung bersuara akan ucapannya.
'' Saya belum lapar Pak, Bapak saja makan, saya akan di sini menemani Bapak'' Jawab Nissa singkat dengan muka datarnya.
Ardi mengerti, ia segera menghabiskan makanannya yang hanya beberapa sendok Nasi di tambah sayuran. Saat Ardi sedang minum, Nissa menyodorkan Vitamin pada Ardi untuk di minumnya, sesaat Ardi tersenyum ke arah Nissa. Walaupun Wajah Nissa terlihat kesal kepadanya namun Nissa tetap perhatian kepadanya.
Selesai Ardi makan, Nissa segera membereskan meja makan membantu Bik Darni orang yang sudah lama bekerja di keluarga Ardi.
" Sudah Non... biar bibi saja" Ucap Bik Darni pada Nissa.
" Sudah Bik.. biar aku bantu, biar cepat selesai" Ucap Nissa segera mengangkat piring kotor ke dapur dan segera mencucinya.
" Sudah Bik Pak Ardi gak akan marahin bibi...ini cuman sedikit sekalian aku mencuci tangan, biar bersih tadi lengket habis pegang Vitamin" Ucap Nissa tersenyum pada Bik Darni.
" Ma Sya Allah Non ini baik sekali, pantas non Syla dan den Azka langsung dekat sama Non" Ujar Bi Darni kagum akan sosok Nissa.
" Bibik ini bisa saja, Saya pamit solat dulu ya Bik" ucap Nissa setelah selesai mencuci piring beranjak untuk solat ke arah Mushola di rumah Ardi.
Tiba di Mushola setelah mengambil air wudhu, Nissa bertemu Ardi yang masih duduk bersiap menunggunya.
" Ayo kita solat berjamaah" Suara Ardi saat Nissa sudah siap menggunakan mukena.
" Eehh... saya kira Bapak sudah duluan solat" Ucap Nissa mengira Ardi sudah solat terlebih dahulu.
" Saya tadi bilang kan, kita akan solat bersama" Ucap Ardi berdiri merapikan sejadahnya di depan Nissa. Nissa menghela nafas, Ia langsung melantunkan iqomah agar segera memulai sholat.
Selesai Solat Ardi segera bersiap untuk mengantar Nissa, Nissa juga pamit ke kamar Asyla, namun anak itu sudah tertidur pulas membuat Nissa tersenyum senang melihatnya.
__ADS_1
Nissa juga mengucapkan terima kasih kepada Bik Darni, dan menyuruh Bik Darni untuk banyak beristirahat mengingat umur Bik Darni yang sudah mulai berusia lanjut.
Ardi masuk menyalakan mobilnya, ia juga terlebih dahulu membukakan pintu untuk Nissa, Kali ini Ardi sudah berganti mobil sedan yang terparkir di garasi rumah nya.
Nissa masuk kedalam mobil, Ardi segera menyalakan mobil dan berjalan menuju Gedung Administratif AD untuk mengantar Nissa.
" Pak itu tidak lelah yah, padahal kan baru saja melakukan perjalanan dari luar kota, ini masih saja mau mengantarkan saya pulang" Ucap Nissa sedari tadi ingin mengucapkan rasa tak enaknya, takutnya Ardi kelelahan setelah perjalanan dari kampungnya.
" Saya masib bisa, tadikan menyetir bergantian dengan Firman, jadi tidak terlalu lelah, kebetulan juga saya sudah ada janji dengan Komandan Kompi untuk menyerahkan berkas permohonan pernikahan kita" Ucap Ardi sembari fokus menyetir.
Nissa lebih memilih berganti topik, mengingat tentang permohonan pernikahan, membuatnya semakin mengingat akan kehidupannya, yang sebentar lagi akan segera menuju gerbang berbeda, bila sudah resmi menjadi Istri Ardi.
" Saya kasihan sama Bik Darni, Sejak kapan Bibik bekerja sama Bapak?" Tanya Nissa sembari terus menatap jalanan ibukota.
" Semenjak Saya dan Alm Istri saya menikah, Bik Darni semula bekerja kepada keluarga Alm Mertua saya, tapi setelah saya menikah Bik Darni ikut Alm Istri saya hingga sekarang" Ucap Ardi sedikit tercekat dengan ucapanya, karena terbesit kembali perjalanan hidupnya dengan Alm istrinya.
Nissa yang sudah mengerti langsung menghentikan obrolannya dengan Ardi, Dan tidak terasa mobil Ardi sudah memasuki Area Gedung Administratif Ad dan segera memarkirkan mobilnya di Area Klinik dekat Mes Nissa.
" Terima kasih banyak atas tumpangan nya Pak, mohon maaf saya telah banyak merepotkan Bapak" Ucap Nissa saat akan turun dari mobil Ardi.
" Anda jangan bicara seperti itu, itu sudah seharusnya saya lakukan kepada anda sebagai calon istri saya, dan kalau bisa anda memanggil saya dengan sebutan lain jangan terus memanggil saya Bapak" Ucap Ardi sembari membuka sabuk pengaman dari tubuhnya.
" Nanti saya pikirkan untuk soal itu Pak, tapi sepertinya nanti saja kalau kita sudah resmi menikah baru saya akan merubah panggilan pada Bapak, selama di Area kerja alangkah baiknya saya tetap bersikap hormat memanggil bapak sebagai petinggi di Area saya bekerja" Ucap Nissa jelas. Ardi tampak setuju akan apa yang di utarakan Nissa.
" Mari pak, Assalamualaikum" Pamit Nissa keluar dari mobil Ardi setelah Ardi membalas salammya.
Nissa berjalan langsung ke area Mesnya, ia putuskan separuh hari itu untuk beristirahat, menyonsong hari esok kembali untuk bekerja.
Begitu pula Ardi, segera memasuki Gedung Administratif untuk menyerahkan Berkas permohonan pernikahan nya pada Komandan yang berwenang agar sidang pernikahannya dengan Nissa bisa segera di laksanakan.
Bersambung dulu
terus Coment yah biar author semangat updatenya
__ADS_1