Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati

Kisah Duda TNI Dan Dokter Baik Hati
AKHIRNYA BERTEMU


__ADS_3

Di ruangannya Ardi menelpon ibu Fania orang yang bertanggung jawab di klinik sekaligus ibu bhayangkari. Karena suami Bu Fania sama Seperti Ardi Yakni Anggota TNI AD.


Ardi menekan Nomor telpon klinik, untuk menelpon ibu Fania, tak lama sambungannya di angkat oleh ibu fania yang sedang berada di ruangannya.


'' Hallo..Assalamualaikum'' Sapa ibu Fania di balik telepon.


'' Iya wa'alaikum salam bu, ini saya Ardi'' Ardi menjawab sapaan fania.


'' Ohh... pak Ardi.. kebetulan sekali bapak menelpon..ada yang ingin saya laporkan pada bapak mengenai Nakes( tenaga kesehatan) yang baru di klinik'' Ujar Fani memberitahu Ardi.


''Iya bu saya sudah dengar dari bawahan saya..makannya saya menelpon untuk meminta datanya bu'' Ardi mengutarakan niatnya melepon.


'' Iya saya mohon maaf sekali pak, sudah telat mengabari bapak sebelumnya, karena saya dengar bapak sedang Dinas, jadi pikir akan memberi laporan nya nanti..Baiklah pak mumpung klinik sedang sepi, saya akan suruh Nakes yang baru menghadap ke ruangan bapak untuk memberikan laporan data dirinya.'' Fania yang tak enak, akan segera memberikan laporan nya melalui Nisa.


'' Baiklah bu...saya akan tunggu di ruangan saya'' Jawab Ardi dan pamit menutup sambungan telepon nya.


Ibu Fania segera berjalan menuju ruang Nakes yang tidak jauh dari ruangannya.


'' Nis...bisa bicara sebentar? ada yang mau saya bahas sama kamu'' ucap Ibu Farida saat bertemu Nisa di ruangan Nakes.


'' Oh..iya bu silahkan duduk... ini saya sedang mendata Anggota yang sudah melakukan medical Chek up.'' Nisa dengan ramah mempersilahkan Ibu Farida untuk duduk di depan meja di ruangannya.


'' Syukur yah Nis... kamu baru seminggu sudah bisa beradaptasi dengan baik, bahkan kinerja kamu di atas rata-rata, rekan kamu yang lain sampai geleng-geleng lihat perkembangan kamu... masya Allah pokoknya'' Ujar Ibu Fania memuji kinerja Nisa yang begitu bagus. Nisa membalas dengan tersenyum.


'' Alhamdulillah..terima kasih bu Fania... saya hanya berusaha bekerja dengan baik dan bisa membantu rekan yang lain'' Nisa begitu bersyukur kinerjanya bisa di andalkan di klinik.

__ADS_1


'' Oh..iya Nisa... ibu kesini mau ada perlu sekalian minta tolong sama Nisa buat antar laporan data diri kamu nis, untuk di data oleh atasan suami ibu di gedung depan'' Ibu Farida memberitahu niatannya.


'' Iya bu Nisa akan antarkan...mmm mohon maafya bu, atas nama siapa yah biar nisa gak kesasar nyarinya?'' ucap Nisa yang belum pernah memasuki gedung tiga lantai di depan klinik tempatnya bekerja.


'' Bilang aja... bapak mayor jendral... yang di sana pasti akan memberitahu kamu... di depan ruangannya ada Firman bawahannya kamu bisa tanya aja Nis'' Ibu Fania memberitahu tanpa menyebutkan nama Ardi.


'' Iya siap bu... aku ke sana sekarang... sekalian mau ke kantin.. sebentar lagi waktu makan siang bu hehehe'' Nisa tersenyum senang sekalian pamit pada Ibu fania yang akan kembali ke ruangan nya.


Nisa berjalan keluar dari area klinik menuju gedung Administrasi Angkatan Darat, gedung dimana Nisa akan menemui orang yang di perintahkan Ibu Fania.


Selama berjalan menuju gedung di depannya, banyak sekali Anggota yang berlalu lalang memandang intens ke arah Nisa. Maklum Nisa adalah pegawai baru di klinik, membuat yang lain yang belum tahu menjadi penasaran.


Nisa berjalan Anggun masuk ke dalam gedung, setelah sebelumnya lapor pada penjaga di depan gedung dengan memperlihatkan berkas di tangan nya. Nisa juga Sekalian menanyakan ruangan Bapak mayor jendral disana.


'' Tenang Nisa...uhh... gak usah Nervous'' Nisa mencoba menenangkan hatinya. Nisa sedikit tidak nyaman karena dia akan bertemu dengan orang penting di Area kantor dan klinik di mana dia bekerja.


Nisa berjalan mengikuti arahan penjaga gedung tadi, Nisa akhirnya sampai di depan ruangan yang di depannya ada seorang perwira TNI yang berjaga di kubikelnya.


Perwira di sana langsung mendekati Nisa, karena ingin menanyakan apa keperluan Nisa kesana.


'' Ada yang bisa saya bantu dok? '' tanya Firman yang berjaga di depan ruangan Ardi.


'' Iya pak.. saya mau bertanya...apa ini ruangan Bapak Mayor jendral? saya mau memberikan berkas ini atas perintah ibu Fania'' Nisa memberitahu kepentingan nya.


'' Oh.. iya silahkan dok, bapak sudah menunggu di dalam '' Suruh Firman, yang kagum akan dokter muda yang di bicarakan Rekan-rekan nya.

__ADS_1


Nisa mengetuk pintu perlahan, tak lama di sahuti Ardi dari dalam.


'' Tuk.. tuk. tuk''


'' Masuk'' suruh Ardi dari dalam.


Sesaat Nisa terdiam mendengar suara sahutan dari dalam, seperti ia mengenalnya, namun Nisa tak ambil pusing mungkin suaranya mirip dengan orang yang dia maksud.


Nisa membuka pintu dan masuk ke dalam. Yang pertama Nisa lihat adalah ruangan yang cukup luas dan begitu nyaman.


Saat Ardi dan Nisa saling pandang. Membuat Nisa dan Ardi sesaat saling diam, kedua bibir mereka berdua seperti tertahan dan terkunci tidak bisa berkata-kata akan kekagetan di antara mereka berdua.


'' Masya Alloh... ternyata dia Nisa'' Batin Ardi begitu kaget. Ternyata dugaannya benar mengingat ciri-ciri Nisa yang perbincangkan bawahannya.


'' Hah... ternyata orang itu...pak Ardi'' Batin Nisa syok saat pandangan mereka bertemu.


Perasaan Nisa saat ini begitu campur aduk tidak karuan, betapa tidak orang yang di maksud adalah Ardi orang yang telah di tolongnya waktu itu, Namun bukan itu saja Nisa begitu merasa malu dan tidak sopan mengingat kembali saat Ardi mengirim pesan padanya waktu selesai Seminar yang sengaja tidak dibalasnya, Ternyata oh ternyata orang itu sekarang menjadi orang penting di area tempatnya bekerja.


'' Ya ampun...Nisa mau di taruh dimana muka kamu sekarang...Arggghh'' Batin Nisa begitu Nervous di buatnya.


Berbeda dengan perasaan Ardi sekarang, Dalam hati kecilnya Ardi begitu tersenyum senang, orang yang selalu ada dalam benak hatinya, kini ada di depan mata nya dan bekerja sebagai Nakes di klinik area kantor dinasnya.


(Bersambung dulu yah.... nanti author lanjut kan)


love youuu

__ADS_1


__ADS_2