Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 10


__ADS_3

Sudah subuh ternyata, saat aku terbangun. sedikit ku renggangkan Otot - ototku karena kurasa tubuhku sakit semuanya,


mungkin ini karena kejadian semalam. baru sangat terasa pagi ini.


masih kulihat Edward tertidur pulas.


segera kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi di dalam paviliun ini.


Kubersihkan tubuhku, dari rasa lengket akibat keringat semalam.


ku pandangi leherku dengan tidak sengaja di cermin, banyak sekali tanda merah memanjang di sana.


sengaja ku gosok - gosok agar tanda merah itu menghilang, tapi tetap saja tidak bisa hilang.


hingga ahirnya aku terkejut, tiba - tiba saja Edward masuk dalam kamar mandi tersebut


' Sudah siang, kenapa kamu tidak membangunkan aku. aku akan terlambat kerja hari ini " kata Edwar sedikit menekan yang di tujukan padaku.


sesaat dia melihat ke arahku karena sedang sibuk menyeka tanda merah di leherku.


" Sudah, jangan terlalu di gosok - gosok nanti akan hilang dengan sendirinya kok ' sahutnya kemuadian,

__ADS_1


reflek aku pun berhenti menggosok - gosok bekas merah itu. kemudian aku keluar dari kamar mandi untuk bergantian mandi dengan Edward .


Adik dan ibu ku sedang ke Surabaya, Sedangkan keluarga Lee dan yang lain Ke Korea untuk menjenguk saudara mereka yang meninggal.


Sambil masih tertatih, ku melangkahkan kakiku menyiapkan sarapan untuk kami berdua sebelum aku berangkat ke sekolah dan Edward berangkat ke kantor nantinya.


Aku menuju dapur, kubuat sedikit sarapan untuk Edward Lee, karna memang pagi ini dia harus bekerja.


itulah alasan mengapa dia tidah ikut ke Korea.


setelah selesai memasak ku antarkan makanan kesukaannya yaitu Nasi goreng dengan telor orak arik ke dalam paviliun Edward, kulihat tidak satupun teman temannya yang semalam datang ada di dalam paviliun tersebut.


kulangkahkan kakiku menuju kamar Edward Lee


" Ayo kita sarapn dulu, nanti kita sama - sama berangkatnya, biar kamu tidak terlambat sekolah juga " ajaknya kemudian.


kami pun duduk di sofa depan kamar tidur Edward sambil menyantap sarapan kami, terasa sarapan pagi ini sungguh tidak dapat masuk dalam tenggorokanku. sedikit termenung aku, mengingat kejadian semalam.


" Sudah jangan banyak berfikir lagi, cepat sarapannya dan kita segera berangkat " celetuk Edward saat melihatku melamun tanpa segera menyentuh sarapanku


" Aku takut kak " sahutku parau sambil menerawang jauh.

__ADS_1


" Kenapa takut sih, nanti kalau sudah terbiasa akan tidak terasa takut dan sakit kok, percaya deh sama aku ' katanya dengan sedikit menghiburku, dia pun mengecup keningku.


aku hanya mampu memandang sendu wajah tampan di depanku itu, tersungging senyum manis di bibirnya dengan tangannya menggenggam tanganku.


Begitulah, hampir setiap hari kami memadu kasih di dalam paviliun tersebut, hingga berakhir dengan tidur bersama.


terasa bahagia hatiku saat ini.


entah mengapa tiba - tiba saja Edward Lee begitu membahagiakan aku


Ah biarlah, aku percaya suatu saat juga dia akan mencintaiku, dengan semakin intimnya kami cinta itu akan hadir dengan sendirinya.


Semuanya masih menjadi rahasia kami berdua. tanpa sepengetahuan bapak dan ibu Lee dan juga tanpa sepengetahuan Ibu dan Adikku.


kami semakin mesra saja setiap harinya.


tak jarang kami memadu kasih di luaran, hanya sebatas jalan - jalan dan berpacaran selayaknya muda mudi.


Tapi setibanya di rumah cara memadu kasih kami pun berbeda.


Dengan cara bersembunyi - sembunyi tentunya.

__ADS_1


Inilah Surga Dunia Kami Saat ini.


😍😍😍😍🤗


__ADS_2