Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 18


__ADS_3

Innalillahiwainnalillahi Rojiun


Kuhantarkan jenazah ibuku ke rumah Abadinya di pemakaman desa yang ku tinggali saat ini dengan sangat berat hati, Sedikit terseok - seok jalanku menapaki jalan menuju pemakan, di sebelahku ada adikku yang tak kalah membisuknya seribu kata dari pada aku, entah apa yang ada dalam pikirannya.


sungguh,


sungguh hancur rasanya hati dan hidup ku saat ini.


Ibu . . . hanya Beliau yang Aku punya di kehidupanku ini, tentunya juga masih ada adikku.


Tapi tentu saja rasanya beda kalau kita masih mempunyai orang tua kan ??? meski hanya tinggal satu - satunya.


apa lagi dengan keadaanku yang sedang hamil ini.


Hampir setengah hari aku dan adikku masih bersimpuh di makam Ibu yang masih basah ini.


Entah mengapa kami berharap ibu membuka tanah yang menimbunnya ini, dan langsung memeluk kami anak - anaknya ini dengan berucap " Nak Ibu tidak akan bisa meninggal, karna ibu masih ada kalian yang membutuhkan ibu "


Kulihat adikku duduk berjongkok dengan melipat tangannya dan membenamkan wajahnya dalam - dalam di sana,

__ADS_1


Aku tahu dia sedang menahan tangisnya,


Aku tahu dia sedang menahan emosinya karna tidak sanggup kehilangan ibu tercinta.


Kucoba meraih tubuh mungil itu, ku peluk erat sambil ku tahan tangisku dengan sekuat tenaga, karena aku ingin menunjukkan ketegaran ku padanya.


ternyata dia meronta, menolak untuk ku peluk, tapi dengan sekuat tenaga aku tetap meraih tubuhnya untuk ku peluk dan ahirnya dia sudah tidak meronta lagi dalam pelukanku.


ahirnya ku dengar dia menangis lirih dalam pelukanku.


aku sebisanya dengan sekuat tenaga menahan tangisku.


ku bisikkan kata " Dik, sabar ya . . . kamu masih punya kakak.


tak terasa air mataku berlinang tak tertahankan lagi.


Tiba - tiba rintik hujan membasahi bumi dan pemakaman ini, adikku segera meraih tanganku untuk mengajakku pulang " kak, ayo kita pulang. hujannya semakin deras, kasihan dedek bayi dalam perut kakak" ucap adikku yang membuat hatiku semakin terenyuh saja mendengarnya.


Bagaimna anak sekecil ini tahu bahwa ibu hamil tidak boleh terkena Hujan, sunggu adikku di paksa dewasa sedini mungkin oleh keadaan yang di alaminya,

__ADS_1


Ya Tuhan . . .


setibanya di rumah kontrakan kami, dia langsung merebus air dan memberikanku segelas air putih hangat


" ini kak minumlah, biar badan kakak hangat " ucapnya sambil memberiku segelas air hangat dan kemudian duduk di sebelahku.


" Terimakasih ya dik " jawabku


" ibu bilang, aku harus menjaga kakak. karena aku adalah pengganti ayah dan aku seorang laki - laki, jadi klo kakak sakit aku akan berdosa pada Ibu dan ayah " sahutnya sambil membusungkan dadanya


Tidak sanggup aku mendengar kata - kata itu, ahirnya ku peluk adikku dengan tangisku yang meledak.


Aku sadar, hidupku dan adikku masih harus terus berjalan, kami tidak boleh menyerah dengan keadaan ini.


Begitu juga dengan kandunganku yang semakin membesar saja.


Tidak sedikit dari para tetangga yang menanyakan tentang kandunganku dan siapa bapaknya.


aku bingung harus menjawab apa, mau jujur aku takut mereka akan mengusir kami dan kalau berbohong aku takut akan menerima suatu musibah dan Dosa yang semakin besar saja.

__ADS_1


" suami kakaku kecelakaan dan meninggal " sahut adekku setiap ada orang yang menanyaka tentang kehamilanku dan siapa bapaknya.


Sudah, aku rasanya sudah tak sanggup lagi mendengar pertanyaan mereka dan memikirkan jawaban apa yang harus ku berika pada mereka


__ADS_2