
Hari ini, PT. jayakarta sibuk sekali.
tahun ini tempatku bekerja ini genap berusia 25 tahun.
Hari ini adalah tasyakuran sekaligus pesta untuk peringati Ulang tahun PERAK berdirinya PT. Jayakarta goub ini.
semua karyawan tidak terkecuali di izinkan untuk memakai baju bebas dan produksi di liburkan.
ada acara pentas musik juga di sana, bazar makanan gratis pun lengkap tersedia, ada makanan khas Surabaya, Jawa timur, Palembang dan lain - lainnya.
semua karyawan di haruskan membawa keluarga inti masing - masing.
sedangkan aku hanya datang sendiri, Satrio ada tugas magang dari sekolah.
Yah tak terasa, satrio sudah memasuki tahun ketiga ajaran baru.
sudah dewasa adikku saat ini, dengan tubuh yang tegap, gagah, atletis dengan di tambah wajah tampan hitam manisnya.
adik yang selalu setia menemaniku dalam suka dan duka.
Juan Lee juga mengundang Santi dan hafiz, jadinya aku pun tidak kesepian.
Ya walaupun para teman - temanku di perusahaan ini juga banyak, tapi kan mereka semua juga mengajak keluarga masing - masing, jadi jelas saja mereka hanya bisa bertegur sapa saja padaku, setelah itu sibuk dengan keluarganya masing - masing.
aku, Santi, hafiz dan Mas Yusuf kompakan untuk berburu makanan kesukaan kami masing - masing.
__ADS_1
" Bos Ngak bisa ikutan nih, dia sibuk dengan acara ini hari ini " sahut mas Yusuf ketika santi menanyakan keberadaan Juan Lee
Setelah berburu makanan kesukaan kami masing - masing, kami pun menemukan tempat paling asyik untuk menyantap makanan ini, yaitu di ruangan kerja mas Yusuf.
di sana kami bersenda gurau sepuasnya karena tidak ada yang terganggu dengan keramaian yang kami timbulkan.
kalau kami sudah berkumpul seperti ini, kami pastikan tidak ada yang namanya sepi, kelompok kami ini sangat lengkap, ada tukang humornya yaitu mas Yusuf, tukang tertawa paling keras yaitu Santi, tukang yang suka ngomporin yaitu hafiz dan aku yang selalu Meraka Bulli.
sedangkan kalau Juan ikutan dia adalah tukang yang paling usil pengen tahu segalanya🤣🤣🤣
lengkap kan???🤗
saat kami sibuk - sibuknya bercanda hingga tak jarang sampai terpingkal - pingkal dan kadang sampai perut keram dan mata kami mengeluarkan air mata juga. pintu ruangan mas Yusuf di ketuk seseorang.
" masuk "
kemudian ada seorang satpam yang masuk
" dokter Yusuf di cari pak Juan, di mohon untuk ke kantor atas. Bos Besar sudah datang " lapor satpam tersebut pada mas Yusuf
" Ayo kita keluar, sepertinya acara inti sudah akan di mulai nih, Bos Besarnya sudah datang " sahut mas Yusuf dengan memberikan aba - aba kepada kami bertiga untuk segera mengikuti acara inti ini.
setelah keluar ruangan, mas Yusuf berpisah dari kami bertiga, karena dia harus menuju kantor atas dulu menjemput BOS BESAR katanya
sedangkan kami di suruhnya untuk mencari tempat di depan podium yang sudah di sediakan untuk acara ini
__ADS_1
sepanjang perjalanan ke tempat duduk yang di sediakan aku banyak berfikir
siapakah Bos Besar ini, pak Lee kah atau Edward Lee
Aduh . . .
berpacu cepat detak jantungku ini.
sampai di tempat duduk yang sudah di sediakan, aku masih belum bisa menegakkan kepalaku untuk melihat podium yang tertata indah di depanku itu.
" Sekar, kamu kenapa ??? " tanya Santi saat dia melihatku
ku jawab dengan gelengan kepalaku saja
" tanggan kamu juga dingin sekali, kenapa sih??? kamu sakit kah ??? tanyanya kemudian saat dia mulai menggenggam tanganku
" a . . . aakuu baik - baik saja kok " jawabku terbata.
" apakah fikiranmu sama dengan apa yang aku fikirkan Sekar ??? " tanyanya kemudian
" apa ??? " tanyaku balik sambil ku tatap dalam - dalam wajah Santi
" siapa Bos Besar disini ??? " jawabnya dengan sedikit berbisik di telingaku
" entah lah, San " jawabku semakin aku menggigil rasanya penasaran siapa Bos Besar itu
__ADS_1
" Apakah mungkin Bos Besar itu Edward Lee " jawab Santi lagi
semakin merinding saja aku mendengar nama Edward Lee