
Aku menolak permintaan pak Chen tung Lee untuk memindahkan pekerjaanku di divisi yang lebih tinggi lagi dari OB, dengan halus, beserta ku bubuhi alasan yang sangat masuk akal, bahwa aku hanya lulusan SMP saja, aku tidak ingin perusahaan ini melakukan KKN hanya karena aku mengenal baik pemiliknya.
dengan berdebatan yang sedikit alot akhirnya kamipun membuat kesepakatan bahwa, aku tetap bekerja di divisi OB, dengan cacatan gajiku naik 3X lipat.
kesepakatan yang terakhir aku sudah tidak bisa lagi mengelak, Pak Lee memberiku gaji sebegitu besar karena berbagai macam alasan berkaitan dengan masa lalu.
sudahlah, bukannya aku tidak tahu malu menerimanya, cuman saja aku tidak mau lagi berdebat dengan Pak Lee ataupun Juan Lee.
tentunya dengan satu syarat ini RAHASIA PERUSAHAAN.
OK Baiklah . . .
hampir satu bulan pak Lee berada di Surabaya ini, ini adalah hari terakhir beliau berada di Surabaya dan harus kembali ke Jakarta lagi.
Aku dan Juan mengantarkan beliau ke bandara,
" Sekar, kamu harus bahagia ya. Aku dengar dokter Yusuf menyukaimu, terima cintanya, buat hidupmu bahagia. meskipun . . . sebenarnya aku menginginkanmu menjadi menantuku " ucap pak Lee membuatku lagi lagi kaget.
Beliau ingin aku menjadi menantunya??? dengan siapa ???
ah sudah lah . . .
Ku balas perkataan pak Lee dengan senyuman saja.
Ku jabat tangan beliau sebelum beliau naik ke pesawat untuk terbang ke Jakarta.
__ADS_1
pagi ini aku beraktifitas seperti biasa, hari ini entah mengapa aku malas sekali berangkat ke tempat kerjaku.
" Kenapa Sekar, kamu kok tidak semangat begitu " sapa mas Yusuf saat menjemputmu pagi ini.
" Entahlah mas, aku juga tidak tahu " jawabku malas.
" lagi PMS ya ??? " tanyanya menggodaku
" Enggak ah, lagian keppo banget sih " jawabku membalas menggodanya.
setelah ku ingat - ingat masa PMS ku memang sangat terlambat, kemaren datang saat pak Lee datang ke Surabaya ini sudah hampir 1 bulan lebih 10 hari, tapi kenapa ya belum datang juga.
Aku pun bercerita tentang keterlambatan PMS ku ini pada mas Yusuf, saat menjelang makan siang,
" kok lama terlambatnya, apa badanmu sakit??? pegal - pegal begitu ??? atau Ahir - Ahir ini kamu banyak fikiran " tanyanya saat memeriksa tensi darahku.
" tensimu 90 / 60 , apa kamu kurang tidur juga ??? " tanyanya lagi saat selesai memeriksa tekanan darahku.
" Iya sih, kadang - kadang " jawabku
kemudian, diapun memberikan beberapa obat padaku
" nanti pulang kita mampir apotik ya, aku belikan obat buat PMS mu yang terlambat " sahutnya dengan menyerahkan obat padaku.
" Sekar, kamu ikut ake ke kantorku ya sekarang " sapa Juan kepadaku siang ini. ku lihat dia sedikit gelisah.
__ADS_1
ada apa gerangan, kenapa dia bertingkah aneh siang ini, aku tak habis pikir jadinya.
Pertanyaan besarku itu pun terjawab saat aku memasuki kantor atas ruangan Juan Lee.
kulihat sesosok pria yang sangat aku kenal di sana, dia masih tampan seperti dulu, badannya pun semakin tegap dan gagah, hanya saja dia terlihat begitu elegan saat ini.
ya . . .
dia adalah Edward Lee
sesaat dia memandangiku dari ujung rambut hingga ujung kakiku, dia sama sekali tidak terkejut melihatku, malah berkeliling di sekitarku seperti memastikan bahwa ini memang aku.
" Ternyata papi benar, ini memang kamu SI SEKAR " katanya sedikit menekan kan suaranya saat menyebut namaku dengan sedikit mencibir
" kak sudahlah, aku memanggil Sekar ke sini karna aku tidak mau kamu membuat masalah di sini.
" aku tidak buat masalah kok, aku cuman mau membuktikan ucapan papi yang berbicara rahasia dengan mami tentang perempuan ini " jawabnya sambil menunjukku.
hampir mati rasanya aku, Dia, Edward Lee sunggu sinis padaku, apa yang dia inginkan sekarang???
bukannya dia sudah menikah, untuk apa dia ingin bertemu denganku???
sepertinya Juan melihat ketidak berdayaanku, sesaat kemudian dia memapahku untuk duduk di Sofa dalam ruangannya ini.
sejenak tubuhku terduduk lemas di sana.
__ADS_1
kenapa Edward Lee mencariku???