Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 19


__ADS_3

owek . . .


owek . . .


owek . . .


Terdengar lantang tangisan bayi di sela - sela nafasku yang tersengal - sengal setelah persalinan ini berlangsung


" Alhamdulillah, bayinya laki - laki " suara bidan yang menolongku melahirkan dengan menunjukkan bayi mungil yang telah aku lahirkan, sebenarnya belum genap 7 bulan aku sudah melahirkan karena suatu masalah dalam kehamilanku.


Terpaksa sekali ibu bidan harus membuatku melahirkan,


Alhamdulillah tidak dengan jalan operasi, karena tentunya aku akan sangat kebingungan dengan biayanya nanti.


Aku lihat ibu bidan berbisik - bisik dengan asistennya dengan sesekali melihat kearah ku.


" kenapa Bu, apa yang terjadi??? " tanyaku penasaran setelah selesai aku mengatur nafasku


" tid . . . tidak . . .tidak apa - apa kok " sahut Bu bidan dengan terbata - bata.


" Kakak, selamat ya.


aku punya adik laki - laki, besok bisa temani aku main bola dan main layangan ya" celoteh adikku saat berhasil menerobos masuk karena mendengar tangisan anakku, ku balas dengan senyuman dan belaian tanganku ke kepalanya Bimo.


" Adik kamu ngak boleh masuk ya, kakakmu masih belum di bersihkan " seorang asisten bidan menyuruh Bimo untuk segera meninggalkan ruang bersalin ini


" Ibu, maaf saya harus menyampaikan berita ini ya " ibu bidan tadi mendatangi ruangan pemulihan untukku beristirahat setelah melahirkan dan setelah di bersihkan tadi.

__ADS_1


" Ada apa Bu, apa karna masalah biayanya ??? saya sanggup bayar kok Bu, saya ada tabungan yang sudah saya persiapkan untuk melahirkan " jawabku kemudian. yaaa aku memang sudah mempersiapkan uang untuk melahirkan, Aku tabung rupiah demi rupiah hasil yang kuperoleh dari aku bekerja di ladang, dengan sebelumnya bertanya kesana kemari tentang berapa besar biaya persalinan


" bukan, bukan masalah itu, tapi ini masalah bayinya " jawab Bu bidan tersebut


" kenapa bayi saya Bu ??? " aku pun makin penasaran


" Begini, menurut pengalaman saya ini ada kelainan, pada bayinya " sahut Bu bidan


" kelainan ????? maksudnya apa Bu ??? " sahutku makin penasaran saja, ada apa dengan anakku


" sepertinya bayi ibu terkena Hidrosefalus & detak jantungnya juga lemah " Bu bidan mulai menjelaskainnya


" apa . . . ??? " sahutku lemas


mengapa harus anakku ???


Ya Tuhan. . .


Ingin rasanya aku menjerit,


menjerit sampai Engkau benar - benar mendengar keluh kesahku ini Tuhan.


Apakah ini karma yang harus aku terima karena perbuatan Zinaku dahulu ???


kenapa harus anakku yang tidak berdosa ini yang harus menanggung perbuatan ku dan bapaknya dulu.


Ya Tuhan . . .

__ADS_1


Jeritku dalam hati


tubuhku lemas sekali, lemas karena melahirkan tadi dan di tambah lagi lemas karena mendengar berita buruk tentang anak yang baru kulahirkan.


Ya Tuhan berikan kekuatan untukku agar aku bisa Ikhlas menjalani segala cobaan ini, inilah dulu yang ku tanam, sekarang aku harus mau memanen apa yang kutanam dulu dengan lapang dada.


semuanya sudah terjadi, apapun dan bagaimanapun juga anak ini adalah anugrah bagiku.


Aku dulu bersih keras untuk mempertahankannya, untuk tetap ku lahiran, jadi aku harus menuntaskan pilihanku ini.


aku yakin Tuhan tidak akan menguji kemampuan hambanya bila mana hambanya tidak kuat menjalaninya.


aku yakin pertolongan Tuhan akan selalu menyertai setiap musibahnya.


Ku peluk anakku yang baru kulahirkan ini dengan penuh kebahagiaan.


" Sabar ya sayang, suatu saat kamu pasti sembuh, bunda janji, bunda akan selalu ada menemanimu apapun yang akan terjadi " kubisikkan kata - kata penguat ini meski sebenarnya ku tujukan untuk diriku sendiri pada anakku yang masih belum tau apa - apa ini.


Syukurlah,ternyata ibu bidan ini sungguh baik sekali, selain aku diberi gratis pembayaran persalinan, beliau masih mau berjanji menanggung biaya pengobatan yang tidak murah untuk kesembuah anakku,


bahkan aku di beri pekerjaan di rumahnya


mengerjakan apa saja sebisaku katanya


sambil aku mengurus anakku.


beliau pun berjanji membiayai sekolah adikku, sampai adikku lulus nanti

__ADS_1


Syukurlah, masih ada pertolongan dan orang baik di sekitar kami.


__ADS_2