Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 33


__ADS_3

Hampir 1 jam kami berbicara dan bercerita tentang diriku dan masa laluku dengan Pak Lee dan Juan Lee tentunya.


tidak jarang Beliau menyeka kelopak matanya saat mendengar ceritaku karena haru.


" jadi, makam cucuku dan ibumu ada di Sukabumi ya ??? " tanya pak Lee untuk beberapa saat lamanya


" iya pak " sahutku perlahan.


" maukah kamu menunjukkan dimana tempatnya ??? aku ingin memberikan penghormatan terakhir pada mereka berdua" sahutnya kemudian.


Ku pandangi wajah yang semakin bertambah tua di depanku itu dengan tidak percaya, dia ingin berziarah ke makam ibu dan anakku???


" Aku yakin dia cucuku, Sekar. aku pernah beberapa kali memergoki kalian berciuman, aku berfikir kalau kalian mungkin hanya mencoba - coba saja seperti muda - mudi lainnya. maaf saat itu aku tidak berani memaksakan Edward untuk menikahimu.


Aku pikir, suatu saat nanti dia akan berinisiatif untuk mencarimu sendiri, tapi ternyata dia malah menikah dengan orang lain dan saat itu bapak mencarimu, tapi kamu sudah menghilang tanpa jejak " sahut pak Lee panjang lebar, rasanya sesak sekali dadaku ini.


Serasa susah sekali aku bernafas.


Hingga beberapa hari selanjutnya aku pun mengantar pak Lee dan Juan untuk berziarah ke makam Ibu dan anakku,


ku lihat pak Lee menangis tersedu sedu di sana.

__ADS_1


Aku pun tidak sanggup lagi untuk menahan air mataku ini.


kulihat Juan juga menundukkan wajahnya dalam - dalam.


selama hampir setengah jam kami khusyuk berDo'a untuk mendo'akan almarhum dalam kubur.


setelah niat baik kami itu selesai kami pun langsung kembali menuju Surabaya.


hampir menjelang pagi kami sampai di Surabaya ini lagi.


" hari ini kamu aku kasih libur lagi ya Sekar, pasti kamu capek setelah perjalanan panjang kita " pesan Juan Lee saat aku tiba di depan rumah tinggal Santi.


" iya baik lah " sahutku.


" kapan - kapan kita ngobrol lagi ya Sekar, bapak masih kangen sama kamu " pesan pak Lee saat aku menjabat tangannya.


kurebahkan tubuhku di ranjang kamarku dengan perlahan, sungguh penat rasanya tubuh ini, setelah kemarin perjalanan ke sukabumi.


terbayarkan sudah rasa penat ini karna kemarin aku sudah bisa melihat makan ibu dan anakku


rasa kangen selama 3 tahun ini terbayar sudah.

__ADS_1


aku memang tidak bisa mengunjungi makam mereka sering - sering karena memang keterbatasan biaya yang aku miliki dan juga sengaja aku menghindarinya untuk tidak mbuatku membuka luka lama ini.


tak terasa mataku pun ahirnya terpejam, tidur pulas, sangat ku nikmati hari ini.


pagi ini rasanya malas sekali aku berangkat bekerja,


ya kalian pasti tahu alasannya kan??


tapi semua ku tepis saja, karna aku butuh pekerjaan ini.


Mas Yusuf sudah datang menjemputmu, tak kubiarkan dia menunggu lama untuk kami berangkat ketempat kami bekerja.


" capek ya kamu, Sekar??? " tanya mas Yusuf membuka obrolan pagi ini.


" iya " sengaja ku jawab dengan singkat, karna aku tak ingin dia bertanya lebih lanjut lagi.


setibanya di tempat kerja, aku pun langsung melaksanakan tugasku, kulihat pak Lee sudah ada di kantor atas seruangan dengan Juan di sana.


" selamat pagi Sekar ??? " sapa pak Lee


" pagi pak Lee, pagi pak Juan " jawabku sekalian

__ADS_1


" aku mau kamu bekerja di divisi lain, bukan di OB Sekar " tiba - tiba saja pak Lee berucap


__ADS_2