
Sore hari aku pulang seperti biasa dengan mas Yusuf
" Sekar, kamu sudah bertemu dengan pak Edward Lee belum ??? " tanyanya saat aku menghampiri dia di tempatnya bertugas,
malas sekali aku menjawabnya
sejurus kemudian dia pun menarikku masuk ke dalam ruangan prakteknya
sebel sekali, lagi - lagi aku melihat Edward Lee untuk kesekian kalinya.
ya sebal sekali aku, sebab pandangan matanya padaku tak lebih seakan - akan ingin menginjak - nginjakku di kakinya, seakan - akan ingin musnahkan aku dari dunia ini.
" kamu lagi ya ' katanya sinis saat melihatku.
malas aku menjawabnya
" Oooo jadi kalian sudah ketemu ya ??? " sahut mas Yusuf agak canggung dengan perkataan Edward.
" sudah . . . Dua kali untuk hari ini " sahut Edward sangat menyebalkan sekali.
" Maaf deh, aku kira kalian belum bertemu, karena ku fikir Sekar sangat akrab dengan keluarga Kak Edward " jawab mas Yusuf lagi serba salah
" siapa bilang aku akrab sama perempuan ini, mungkin dia saja yang merasa sok akrab dengan ku " jawab Edward lagi dengan ejekannya yang semakin menjadi.
Sungguh . . . ingin ku robek saja mulut laki - laki yang pernah kucintai dan pernah menghancurkan hidupku ini.
sebel
__ADS_1
sebel
sebel sekali aku hari ini.
Tok . . .
Tok . . .
Tok . . .
terdengar suara pintu ruangan tempat mas Yusuf praktek ini di ketuk dari luar
Mas Yusuf pun sedikit berlari menghampiri pintu untuk kemudian membukanya.
kemudian masuklah seorang wanita yang sungguh anggun, berparaskan make up yang ringan, tinggi semampai dengan rambut panjang yang tergerai indah dan wangi sekali.
" hallo kakak ipar " sapa mas Yusuf kepada wanita tersebut dengan berjabatan tangan dengannya.
" baik dong adik ipar " sahut wanita tersebut dengan anggunnya
" sayang kamu kenapa menyusul ku ke sini, apa kamu tidak takut kalau kamu nantinya kotor di sini " sapa Edward Lee kepada wanita tersebut dengan melingkarkan salah satu tangannya di tubuh bagian pinggang wanita anggun tersebut.
" kamu sih . . . lama sekali ' sahut wanita anggun tersebut sambil mencolek hidung mancung milik Edward dengan suara manja.
" Kita berpisah baru saja 5 jam, kamu sudah kangen ya, sayang " sahut Edward Lee membalas kemanjaan wanita tersebut dengan mengecup bibir marun wanita anggun itu.
" Aduh . . . aduh . . . kalian berdua ini yaaa seperti pengantin baru saja " sahur mas Yusuf, kelihatannya dia pun ikut jengah melihat pemandanga tabu ini sepertiku.
__ADS_1
" siapa ini ??? " tanya wanita anggu tersebut dengan menunjuk ke
padaku.
" Oooh ini Sekar, dia pegawai juga disini " jawab mas Yusuf mewakili ku untuk menjawab
" Ow, perkenalkan namaku Soraya " sahut wanita anggun tersebut yang bernama Soraya.
Ku balas menjabat tangannya dengan menyebutkan namaku tentunya.
Sedikit ku lirik mimik muka Edward sama sekali tidak berubah, senyum mengejek kepadaku, aku yakin itu.
Semakin jengah saja aku melihat tingkah laku Edward dan juga Soraya
mengumbar kemesraan di depanku dan mas Yusuf.
" Aku pulang dulu ya " sahutku karena aku sudah mulai jijik melihat tingkah laku Edward dan Soraya yang menurutku sudah sangat keterlaluan saja.
" Maaf ya aku belum bisa pulang dan mengantarmu" jawab mas Yusuf agak kaget saat aku berpamitan
" kenapa pulang, tidakkah kamu ikut kami untuk makan malam " jawab Soraya
" Maaf, aku tidak bisa ikut. Aku harus pulang dulu " jawabku singkat
" Kenapa, apa ada yang menunggumu di rumah??? " sahut Edward sinis yang sama sekali tidak ku hiraukan.
" Aku akan mengantarmu sampai depan " sahut mas Yusuf sambil mengantarku hingga depan pabrik ini.
__ADS_1