Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 17


__ADS_3

sungguh ini cobaan apa lagi


kemaren siang ibuku pingsan di ladang saat kami memanen cabai.


ibu di bawa ke puskesmas terdekat,


puskesmasnya sangat ramai, karena menurut pak emen pemilik ladang tempatku bekerja ini puskesmas yang ada rawat inapnya juga.


ibuku terdeteksi terkena serangan jantung


ya Tuhan, apa lagi ini???


ibu harus di rawat inap di puskesmas untuk beberapa hari kedepan.


Tuhan ???


" sudah, ibu di rawat jalan saja ya nduk " rayu ibu padaku saat beliau tersadar


" tidak Bu, ibu di sini saja dulu.


sampai ibu sembuh " ucapku sambil ku genggam erat tangan beliau


" tabungan kita sudah menipis nduk, nanti itu buat biaya persalinanmu, kamu harus ingat itu " suara ibu sungguh lemah sekali.

__ADS_1


" sudah lah Bu, jangan mikir lagi, ibu harus cepat sembuh yaaa, nanti kita kerja di ladang lagi " hiburku


ibu di rawat di puskesmas ini hampir 10 hari lamanya, perkembangan kesembuhan ibu tidak juga kunjung datang, tubuh ibu semakin lemah.


3 hari yg lalu dokter memanggilku, beliau menyampaikan berita yang sunggu tidak aku harapkan.


sebenarnya ini penyakit lama ibu, entah sudah beberapa tahun yang lalu kata dokter, menurutku sih mungkin sejak ayahku di tuduh korupsi dulu itu, tapi ibu tidak pernah mengutarakan nya pada kami anak anaknya.


" kalian, sebagai anak - anaknya harus banyak - banyak BerDo'a ya, Do'akan yg terbaik buat ibu kalian" pesan dokter tersebut pada kami.


menurut dokter sakit jantung ibu sudah di tahap paling Ahir, kesempatan untuk sembuh sangatlah langka.


Ya tuhan, aku benar - benar tidak tahu harus berbuat apa.


tak sampai hati aku melihatnya, ibu juga mengeluhkan " SAKIT " katanya di sekitar dadanya.


ku panggilkan perawat untuk memeriksanya, tapi tetap saja ibu bilang " SAKIT " sambil mengelus - elus dadanya


ku coba meraba dada ibu, sambil ku elus - elus lembut dada itu, sejenak ibu tertidur, sangat lelap sekali.


maklum saja hampir beberapa hari ini ibu tidak bisa tertidur nyenyak.


tapi tidak selang beberap lama ibu terbangun sambil mengeluhkan sakit dan meremas - remas dadanya dengan kasar.

__ADS_1


" ibu, jangan begitu Bu, nanti tambah sakit " kataku sambil ku bantu ibu mengelus elus dadanya yang di keluhkan sakit


" Sekar . . . ibu ngak tahan lagi nduk, rasanya sakit sekali, ini juga ayahmu memanggil manggil ibu mengajak ibu segera pergi " ujar ibu dengan keadaan yang tidak sadar menurutku, karna aku tahu ayahku sudah meninggal kan, bagaimna ayah ada di sini dan mengajak ibu pergi pikirku.


tidak terasa air mataku menetes, sambil tetap tanganku mengelus elus dada ibu.


entah mengapa, aku berfikir buruk saat ini


berfikiran buruk ibu akan pergi menyusul


ayahku.


"ibu, aku sayang ibu 😭" air mataku semakin deras saja, dan aku peluk tubuh renta ibuku yang semakin kurus


samar - samar ku dengar ibu juga berbisik " Ibu juga sayang kalian berdua " kemudian kudenga ibu tidur sambil ngorok.


sedikit lega aku melihatnya.


hingga tengah malam, tiba - tiba ibu susah bernafas dengan cepat ku panggi suster jaga untuk mengecek keadaan ibu ku, mereka sibuk sekali dengan keadaan ibu, keluar masuk ruangan untuk mengambil alat bantu pernafasan


memberikan pertolongan terbaiknya, ibu yang tadinya tidak pakai selang pernafasan saat ini di pakaikan nya, ada alat pendeteksi jantung menancap di dada ibu,


ada apa ini, Kenapa dengan ibu

__ADS_1


parahkah sakit ibu sekarang ????


__ADS_2