
" Maaf Mbak, saya mau ambil baju saya, saya Muhammad " tegur laki - laki berwajah oriental di depanku ini, membuyarkan lamunanku.
" Oh . . . Iya, maaf , saya ambilkan dulu " sahutku kelabakan,
sejenak ku putar tubuh ku untuk berbalik menuju tempat dimana aku menyimpan bajunya tadi.
dengan tidak sengaja aku bertabrakan dengan Arum, ternyata dia sudah di belakangku saat aku berbalik tadi.
" ini Mbak, bajunya sudah aku ambilkan " sahut Arum semakin membuatku canggung dalam suasana ini.
" Oh iy . . . iya, terimakasih ya Rum " sahutku dengan terbata.
kemudian aku pun menyerahkan baju tersebut kepada Muhammad
" Terimakasih, bolehkah saya meminjam kamar atau ruangannya yang tertutup untuk saya memakai baju ini " izinnya padaku
" Oh ya . . . silahkan masuk dan itu kamar yang bisa Anda pakai untuk bertukar baju " sahutku kemudian masih dengan tatapan terpesona akan sosok laki - laki di depanku .
kemudian aku biarka dia sendirian masuk ke dalam kamarku, dengan sebelumnya dia mengatakan " Permisi " saat mulai melangkah masuk lebih dalam ke dalam rumah sekaligus kiosku ini.
lumayan lama juga dia bertukar pakaian dalam kamarku, ahirnya dia pun keluar kamarku dengan memakai setelan baju lengkap untuk shalat.
__ADS_1
benar - benar takjub aku melihat sosok laki - laki tampan dan gagah di hadapanku ini.
berbalut baju Koko berwarna kuning gading berlengan pendek dengan sarung berwarna coklat gelap corak tenun samarinda dengan sajadah turki tersampir di pundak sebelah kirinya sangat lengkap dengan peci putih tulang melingkar di kepalanya.
Duuuuuh serasi sekali
" pilihan anda sungguh pas sekali saya kenakan hari ini. Terimakasih sudah membantu saya untuk memilihkan baju ini untuk saya pakai Shalat Jum'at " ujarnya dengan menyungging senyum indah di bibirnya.
hampir aku tidak bisa berkata - kata lagi, ku pandangi sosok tampan berwajah oriental itu dengan pandangan takjub.
saat dia keluar kulihat dia memakai sandal dari bahan kulit dengan warna coklat muda
" benarkan kataku, dia itu laki - laki yang tampan sekali " ujar Arum sambil menyenggol tangan ku perlahan sehingga membuyarkan lamunanku.
" Aaaaaah biasa saja, ganteng nya relatif " sahutku mencoba memutar balikkan fakta ðŸ¤
" terus seleranya Mbak Sekar gimana donk, cowok ganteng gitu di bilang biasa ??? " ejek Arum padaku.
sengaja kucubit lengannya untuk menghilangkan kegalauan hatiku.
terdengar Arum menjerit kaget sambil berlari menuju mesin cuci yang berbunyi tanda Ahir mencucinya.
__ADS_1
Hampir sore sudah, aku hanya bisa tertegun dan termenung mengingat ingat kejadian tadi siang.
Aku yakin, aku mengenal laki - laki itu, tapi mengapa namanya Muhammad ???
benarkah itu dia, atau itu orang lain yang mirip saja dengannya.
Ah sudah lah buat apa aku selalu memikirkan laki - laki itu, mungkin saja dia tidak pernah merasakan penasaran seperti aku ini.
" Enak saja aku menghabiskan waktuku berhari - hari memikirkannya, sedangkan dia tak sedetik pun memikirkan aku "
Huuuuuf . . .
sudahlah ayo kerja
kerja yang giat . . .
sampai kemudian telefonku berdering, setelah ku angkat ternyata itu dari Satrio adikku, dia mengabarkan hari Sabtu akan datang mengunjungi ku untuk pertama kalinya, kebetulan dia ada libur semester, dia bilang akan menginap di rumahku untuk beberapa hari lamanya.
senangnya hatiku, hampir tidak sabar aku menunggu Sabtu berikutnya untuk bertemu dengan adik kesayanganku.
semoga pada hari itu, kami semua berada dalam lindungan Tuhan YME, Aamiin
__ADS_1