
Acara inti sudah berjalan hampir 15 menit, tapi SI BOS BESAR masih saja belum menampakkan diri.
makin Dak Dig Duk saja jantungku ini.
" Baiklah, tiba saatnya untuk memberikan kata sambutan yang di berikan Oleh Bos Besar kita kali ini. Mari kita sambut, Bos Besar kita " tiba - tiba saja sang MC mempersilahkan Sang Bos Besar untuk naik podium, serentak para karyawan pun bertepuk tangan menyambut sang Bos Besar untuk naik podium
aku benar - benar mati kutu jadinya, telingaku kututup dengan kedua telapak tanganku, sedangkan mataku ku pejamkan sangat rapat sekali.
" Terimakasih atas kesediaan kalian semua untuk hadir di acara ini, ini adalah pesta kita semuanya, semoga berkat Do'a kalian semua perusahaan ini makin berkembang dan semakin jaya " si empunya suara itu sambil disambut tepuk tangan yang sangat riuh dari seluruh karyawan.
itu bukan suara Edward Lee, suara itu . . .
ya Suara itu adalah suara dari Pak Chen tung Lee
seketika mataku kubuka lebar - lebar dan tanganku ku turunkan dari kedua telingaku.
sambil mulutku melongo
Benar - benar bersyukur aku, itu bukan Edward Lee.
__ADS_1
" huuuuf . . . syukurlah " gumanku lega
" untung bukan Edward si brengsek itu ya " sahut santi dengan nafas leganya juga
hingga kemudian kami diberikan waktu untuk saling berjabat tangan denga bos besar dengan seluruh karyawannya.
Ingin rasanya aku menghindari moment ini, tapi Mas Yusuf dengan ketidak tahuannya tentang hubunganku dan keluarga Lee dia malah menggandengku di sebelahnya dengan mempercepat langkahnya untuk menuju pak Lee.
sunggu ingin berlari menjauh saja aku saat ini, dengan gugup ahirnya kujabat tangan pak Lee dengan segala rasa yang sangat tidak enak sekali.
" ini Sekar pi, papi ingat kan Sekar putrinya pak Gunawan dulu sahabat papi waktu di Surabaya " suara Juan dengan meperkenalkan aku pada papinya
" Benarkah kamu Sekar " sahut pak Lee hampir tak percaya??
aku hanya bisa menganggukkan kepalaku untuk menjawab pertanyaannya itu.
terlebih lagi masih banyak karyawan yang ingin berjabat tangan dengan Big Bos mereka, ahirnya aku pun punya kesempatan untuk melarikan diri.
syukurlah, aku bisa bernafas lega bisa terlepas dari pak Lee.
__ADS_1
" Aku tidak nyangka, ternyata kamu kenal baik ya dengan keluarga Lee ??? aku kira kamu hanya sebatas kenal dengan Juan saja " tiba - tiba mas Yusuf sudah duduk di sebelahku dengan kata - katanya yang benar - benar menghujam di jantungku.
apa yang harus aku jawab
" Oh iya, apa kamu juga kenal dengan abangnya Juan ?? Edward Lee juga ???. dia ganteng lho orangnya, hebat lagi. pengusaha muda yang berkaliber dunia kariernya " sahut mas Yusuf yang kembali seperti menusukkan pisau tajam di jantungku.
apa yang harus aku jawab ???
" Sekar, kamu di sini rupanya " tiba - tiba Santi datang menghampiri kami, mungkin ini waktunya aku terselamatkan dengan kehadirannya.
tapi tak pelak, keringat dingin mengucur deras di seluruh wajah dan tubuhku, ketika Juan Lee beserta papinya datang menghampiri tempat duduk kami.
" Papi pengen ngobrol sama kamu Sekar, Papi kangen katanya sama kamu "
sapa Juan Lee saat tiba di tempatku duduk
sontak saja, mas Yusuf dan Santi pun undur diri untuk memberikanku, Juan dan pak Lee tempat untuk mengobrol
keringat dingin ini tidak mau kompromi, tetap saja keluar dengan derasnya, aku mencoba untuk tenang, sambil bertanya - tanya apa yang akan pak Lee bicarakan denganku ???
__ADS_1
😰