Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 46


__ADS_3

Syukurlah, usahaku ini cukup lancar sekali.


baru saja 1 bulan usaha ini ku tekuni, aku sudah menambah 1 unit mesin cuci lagi, ku pilih mesin cuci baru, karena aku melihat potensi usahaku ini bagus sekali.


ternyata aku satu - satunya yang membuka usaha loundri di tempat ini.


Syukurlah Tuhan masih menyayangiku.


Sudah hampir 6 bulan aku tinggal di Pati dengan usaha loundri ku ini.


makin maju pesat usahaku, dan lagi - lagi aku menambahkan beberapa mesin cuci, mesin setrika uap dan aku menambah kan 1 orang pegawai buat membantuku.


Rasanya tak sanggup aku untuk melayani pelanggan loundriku sendirian.


dia bernama Arum, dia biasanya yang bertugas mengantar dan menjemput loundian di tempat para pelanggan kami.


aku memfasilitasi dia dengan sepeda goes baru, yang boleh dia bawa pulang juga.


dia sangat pintar bila di ajari sesuatu yang baru.


Dia bernasib sama sepertiku, seorang anak yatim piatu tanpa memiliki saudara sama sekali.


Ahirnya dia aku anggap sebagai adikku karena umurnya hanya terpaut 2 thn di bawah Satrio adikku .


Hingga tak terasa, sudah hampir 1 thn ini aku tinggal di Pati, aku belum pernah sama sekali mengabari Satrio, Santi dan keluarganya tentang keadaanku di sini.


" Mbak, kemarin aku di tawari, apa mau setiap hari ngambil atau antar pakaian ke pabrik yang di depannya Indomarco itu lho" tanya Arum saat selesai mengambil baju kotor di rumah pelanggan.


" Pabrik baru kah itu " tanyaku

__ADS_1


" Bukan Mbak, itu pabrik sudah hampir 7 thn di sini, katanya di dalam itu ada tempat tinggal nya, dan Bos nya sudah beberapa bulan ini tidur di mes setiap harinya sekarang " terang Arum panjang lebar


" Ooo begitu !!? ya tidak apa - apa sih, banyakkah yang tidur di mesnya situ" jawabku kemudian


" Ada beberapa orang sih Mbk katanya " sahut Arum lagi.


" Ya sudah, kamu kasih saja nomer telefon kita, nanti kalau ada loundrian biar mereka menelfon kita untuk kita ambil " sahutku lagi


dan di balas anggukan oleh Arum.


Syukurlah, semakin bertambah saja pelanggan kami jadinya.


Dan ahirnya aku memberanikan diri untuk berkirim surat pada adikku Satrio, aku katakan padanya untuk tidak khawatir tentang keadaanku di sini.


kubayangkan wajah adikku saat menerima surat dariku, pasti dia akan sangat bahagia sekali. Semestinya dia sudah lulus sekolah sekarang, apakah dia kuliah saat ini ??? Tuhan, lindungi adikku, berilah dia kemudahan dalam segala hal, aku ingin dia kelak menjadi seorang pemimpin yang berjiwa besar dan tidak sombong.


tak kuasa aku membendung tangisku ini karena rasa kangenku pada adikku satu satunya.


masih teringat jelas, kami hampir tidak terpisahkan.


Apa kabarmu saat ini dek ???


Tidak terasa sudah pagi ternyata, tidak terasa aku menangis semalam sampai tertidur.


ku lipat surat yang akan ku kirimkan kepada Satrio adikku dan kumasukkan ke amplop dan akan ku kirimkan langsung pagi ini ke rumah Santi lewat pos tentunya.


" Arum tolong jaga kios loundri kita ya, aku mau keluar sebentar.


kamu mau nitip apa nanti aku belikan " pesanku pada Arum saat aku akan pergi keluar.

__ADS_1


" Tidak Mbak, aku tidak nitip apa - apa, sampeyan hati - hati ya " sahur Arum kemudian.


Ahirnya aku pun berangkat ke tempat kantor pos yang lumayan jauh juga jaraknya dengan mengendarai Angkutan Umum.


Tidak beberapa lama aku pun kembali ke kios loundriku, tak lupa kubawakan beberapa oleh - oleh cemilan untuk aku sendiri dan Arum .


" Aduh, Mbak Sekar datangnya terlambat sedikit sih " sambut Arum saat aku memasuki kios luondriku


" Kenapa sih ??? " tanyaku penasaran.


" Itu, tadi Bosnya PT. Gemilang Jaya baru saja pergi dari sini untuk mengambil jasnya, karena aku lupa mau Antar tadi " jawabnya kelihatan sumringah


" Bos nya Gemilang Jaya ??? " tanyaku tak faham dengan ucapan Arum barusan.


" Itu lho Mbak, yang kemarin aku cerita, pabrik depannya Indomarco, Bosnya ganteng lho mbak, masih muda lagi. orang cina tapi sooooooooopaaaaaaaaan sekali " sahut Arum yang membuatnya senyum-senyum sendiri


" terus kenapa kalau orang nya ganteng, muda orang cina yang sopan ???


kamu tuh ya yang kamu pikirkan itu saja, sampai lupa kan tidak mengantar bajunya " jawabku sedikit jahat padanya.


" Maaf Mbak, aku janji mau antar pagi ini, lha mau bagaimna lagi, sampeyan pagi - pagi sudah berangkat keluar tanpa direncanakan dulu. nanti kalau di tutup kiosnya kan sayang Mbak orang - orang pada kecewa " sahutnya panjang lebar yang membuat aku merasa bersalah karena kepergian ku yang mendadak tadi pagi


" Ya Ampun, maaf ya Arum, aku jadi menyalahkanmu " sahutku meminta maaf pada Arum.


" Tidak apa - apa mbak, sudah aku maafkan kok, berkat Bos ganteng tadi. ternyata di balik musibah ada anugrah " sahut Arum dengan mimik lucunya


" hallah . . . " sahutku kemudian


kami pun tertawa bersama - sama, dengan melanjutka berbincang - bincang dan memakan jajanan yang ku beli tadi sepulang dari kantor pos

__ADS_1


__ADS_2