Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 47


__ADS_3

Siang ini aku mendapatkan surat balasan dari Satrio Adikku, hampir 1 bulan lamanya surat yang aku kirim padanya dan baru mendapatkan balasan darinya hari ini,


aku hafal betul tulisan tangan adikku, tulisan tegak bersambung yang rapi sekali, lain dengan tulisan tanganku yang 🤭 sungguh jelek sekali.


" Terimakasih pak pos " ucapku pada pak pos yang sudah mengantarkan surat untukku dengan sangat bahagianya hatiku.


" Iya Mbk sama - sama " jawab pak pos yang kulihat sudah berumur itu membalas ucapan Terimakasihku dengan senyuman pula.


Langsung ku buka surat tersebut tanpa menunggu lebih lama lagi,


surat yang tipis sekali, aku bertanya - tanya kenapa dia menulis hanya sedikit tidak kangen kah dia padaku . . .


setelah ku buka hanya ada tulisan ini " kakak, aku kangen sampeyan, maaf aku masih harus mengurus kuliahku yang baru masuk.


ini nomor teleponku, tolong kalau sudah menerima surat ini segeralah menelfon ku ya, karena aku tidak tahu nomer telepon kakak di sana "


air mataku tanpa permisi sudah mulai jatuh bercucuran, kucium dan ku peluk surat tulisan tangan adekku itu.


" kakak kangen sekali padamu dek " ratapku lirih sekali dengan membayangkan wajah Satrio Adikku,


sekarang dia sudah sangat dewasa, sudah masuk jenjang perkuliahan.


Syukurlah, meski tanpaku kamu tumbuh dewasa dik sekarang.


" Mbak Sekar kenapa ??? " tanya Arum kebingungan melihatku menangis.

__ADS_1


" Aku dapat surat balasan dari Satrio Adikku " jawabku bangga dengan menunjukkan surat tulisan tangan dari Satrio kepada Arum.


" Syukurlah, mbak Sekar sudah tersambung lagi dengan adiknya tercinta ya " jawab Arum dengan menitikkan air mata pula, aku berfikir mungkin dia teringat keluarganya yang sudah tiada.


" Tolong jaga kios dulu ya, aku mau menelfon adikku " pintaku pada Arum dengan sebelumnya aku memeluknya erat saat dia mendengarkan ceritaku tadi.


" Baik Mbak, beres deh " sahutnya kemudian,


aku pun masuk kedalam kios yang juga menjadi rumah tinggalku ini untuk mencoba menelfon Satrio, dan syukurlah ahirnya panggilan telfonku ini pun segera tersambung kan dengan Satrio di seberang


" Dik kakak kangen sekali sama kamu, kamu baik - baik saja kan di sana " sapaku pada Satrio di seberang dengan berurai air mata


" Aku juga kak, aku kangen sekali sama sampeyan, kami semua di sini mencari keberadaan kakak sampai kemana - mana, aku hampir putus asa Karena tidak menemukan kakak saat itu " sahut Satrio di seberang dengan menahan tangisnya, terdengar jelas dari suaranya di telepon.


kakak . . . kakak ingin lari saja dari kenyataan hidup ini " jawabku pasrah


" mbak Santi, mas Hafiz dan mas Yusuf sudah menceritakan semuanya apa yang telah terjadi, padaku dan orang tua mbak Santi, kami semua memahami isi hati kakak kok" sahut Satrio sedikit menghiburku


" Syukurlah semuanya sudah memahami kakak sekarang, sampaikan rasa terimakasih kakak pada orang tua mbak Santi, mbak Santi, mas Hafiz dan mas Yusuf yaa dik, tolong mintakan maaf yang sebesar besarnya pada mereka karena kakak telah membohongi mereka karena kepergian kakak yang mendadak dulu " pintaku tulus pada Satrio


" kenapa aku harus menyampaikan Terimakasih dan permintaan maaf kakak pada mereka semua ??? kenapa bukan kakak sendiri yang menyampaikannya pada mereka masing - masing sih " pinta Satrio di luar dugaan ku.


" Dik, aku belum bisa bertemu mereka semuanya, aku masih perlu waktu lagi " ibaku pada Satrio.


terdengar kegaduhan di luar kamarku, suara Arum ternyata yang membikin gaduh.

__ADS_1


" sebentar ya dek " pamitku pada Satrio aku pun berlari keluar kamarku untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di luar.


" Ada apa Arum, apa yang terjadi ??? " sahutku penasaran apa sebenarnya yang terjadi


" itu . . . itu . . . si Tuan Bos Ganteng kesini lagi mbak " sahut Arum kemudian menjelaskan kenapa dia membikin gaduh.


kulihat seorang laki - laki meninggalkan kios kami.


sekilas aku hanya melihat punggungnya saja,


seorang laki - laki yang tinggi gagah sekali dari belakang, dengan postur tubuh yang tidak terlalu gemuk


" terus kenapa ???? " sahutku kemudian saat kulihat laki - laki tadi sudah naik kedalam mobilnya.


" Ya Tidak apa apa sih, aku hanya ingin menunjukan saja pada mbak Sekar kalau laki - laki itu gaaaaaaanteng sekali lho Mbk " jawab Arum leebaaaiiii sekali 🤦


tepok jidat dech aku jadinya.


" Ya sudah, kalau begitu belum rezeki aku ya " jawabku kemudian yang di balas dengan senyum kecut nya Arum.


Duuuuuuh . . .


bikin kaget saja


Ahirnya aku meneruskan pembicaraanku dengan adikku lagi di telefon dengan memasuki kamar tidurku seperti semula.

__ADS_1


__ADS_2