
" Mbak gawat nih !!! " celetuk Arum pagi ini
" Ada apa sih ??? " tanyaku penasaran
" Baju - bajunya pak Muhammad belum aku cuci " sahutnya kemudian dengan panik.
" lho, memangnya kapan nyampai ke sini bajunya ??? " tanyaku kemudian
" dua hari yang lalu mbak " jawab Arum masih panik.
" lho kok belum di cuci sih, kamu lupa ya ??? " tanyaku sedikit kaget
" iya mbak, aku lupa, habis biasanya kan sedikit, tapi ini banyak sekali, jadinya kelupaan Mbak, tidak seperti biasanya dan rencananya mau di buat shalat Jum'at. pak Muhamad sudah pesan kemaren waktu aku ambil. dia kehabisan baju Koko katanya '" jelas Arum denga suara kecil ketakutan
" Ya sudah mumpung masih pagi dan kulihat cuacanya bakal lumayan panas hari ini, ayo segera di kerjakan " sahutku kemudian dengan memilihkan baju, sarung dan sajadah satu set yang akan kami loundri untuk di kenakan pak Muhammad nanti pas shalat jum'at.
" Hallo, apa benar ini loundri Rappi ???
suara laki - laki di seberang dalam sambungan telefon.
" Benar Ini loundri Rappi, dengan siap ini ??? " tanyaku membalas sapaan suara di seberang. suara itu terdengar berat tapi lembut sekali.
__ADS_1
" Ini dengan saya, Muhammad Mbak, saya mau menanyakan kok baju loundrian saya belum juga di antar ya, rencananya nanti mau saya pakai Shalat Jum'at " kembali suara di seberang membuyarkan lamunanku karna aku benar - benar terpesona dengan suara ini dan ternyata ini suara Muhammad yang selalu di idolakan oleh Arum selama ini.
" Iya, mohon maaf sebelumnya Pak Muhammad, baju bapak baru sebagian kami loundri. Tapi masih belum bisa selesai pagi ini. akan kami usahakan satu stel baju Koko, sarung dan sajadahnya saja ya kami selesaikan untuk bapak menunaikan shalat Jum'at " sahutku santun karna aku merasa bersalah.
" Asal bisa selesai siang ini, meskipun cuma satu stel cukup buat saya shalat Jum'at kok mbak " jawab suara di seberang pengertian sekali.
" syukurlah, bapak bisa memahami kondisi kami, nanti apabila sudah selesa akan segera kami kirimkan ya pak " sahutku sedikit menghibur untuk meminta maaf.
" Tidak usah Mbk, nanti kalau sudah selesai cukup telefon saja, biar saya ambil sendiri saja, kebetulan masjidnya dekat dengan kios anda kan, biar saya yang sekali jalan tidak merepotkan mbak " sahutnya kemudian
" Baiklah pak, saya mohon maaf sekali ya atas kelalaian kami ini " sahutku kemudian
" Tidak apa - apa kok Mbak " jawabnya kemudian dengan sopannya.
kami pun segera mencuci baju yang sengaja ku pilihkan tersebut dengan bersih, rapi dan wangi seperti motto kami.
" Arum lain kali jangan lupa - lupa lagi ya ??? " pesanku pada Arum untuk lebih teliti lagi bekerjanya.
pas jam 11.00 kami sudah menyelesaikan untuk mencuci baju tersebut, sudah kering dan sudah selesai kami seterika pula, ku gantungkan di gantungan baju dengan yang lainnya dengan tak lupa aku membungkusnya dengan plastik juga untuk menghindarka dari debu.
" Hallo pak Muhammad, bajunya yang satu set buat Shalat Jum'at sudah selesai pak, monggo kalau mau diambil " sapaku kepada orang di seberang sekedar memberitahukan bahwa bajunya selesai kami luondri.
__ADS_1
" Oh iya, sebentar saya mau mandi dulu ya, nanti menjelang Adzan saya baru kesana " sahut suara itu kemudian.
Tepat menjelang Adzan shalat Jum'at pak Muhamad datang ke kios kami,
bau harum parfumnya semerbak menebar di dalam kios loundri ku.
harum sekali, tapi baunya sangat lembut dan ringan, tidak membuatku pusing karena biasanya aku selalu pusing saat mencium bau parfum.
Pak Muhammad datang dengan mengenakan kaos putih polos yang sedikit tipis dengan di balut celana pendek casual yang terlihat pas di badannya serasi dengan kaos yang di pakainya, di tangannya menggenggam sebuah peci songket dengan warna putih bersih pula.
Saat Wajah kami bertatapan muka, ada kesan kami sama - sama terkejutnya, wajah ini sangat aku kenal, hanya saja di dagunya terdapat jambang yang tidak begitu lebat tapi sangat rapi.
aku meneliti laki - laki ini dari ujung rambut hingga ujung kaki, aku yakin dia adalah orang yang sangat aku kenal, yang membuatku pangling hanya jambang dan namanya saya.
laki - laki di depanku ini pun tidak kalah penasarannya denganku, kulihat dia melihatku dari ujung kepala hingga ujung kakiku,
ya saat ini aku memang sedikit berbeda dari Sekar yang dulu.
sejak aku hijrah ke Pati ini aku mulai mengenakan Hijab dan berkerudung.
mungkinkah ini benar dia, orang yang sangat aku kenal.
__ADS_1
Dia. . . Dia CINTA PERTAMAKU