Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 6


__ADS_3

" Ibu Gunawan, ini ada sedikit uang sebagai rasa sosial kami buat keluarga ibu.


semoga manfaat untuk kehidupan kalian ke depannya " ucap pak Lee sambil menyodorkan amplom coklat saat bertamu ke rumahku malam ini.


" Ini . . . ini . . . " sahut ibuku kebingungan


" Sudah di terima saja ya, ibu pasti sangat membutuhkannya " jawab Ibu Lee sambil menjabat tangan ibuku.


" Ini tidak seberapa dengan apa yang pernah pak Gunawan lakukan untuk keluarga kami, hanya dengan ini cara kami Berterimakasih " sahut pak Lee selanjutnya.


" Kami sekeluarga akan pindah ke Jakarta, lusa, karna Edward juga sudah balik keindonesia jadi kami sudah bisa buka kantor kami di Jakarta"


Meskipun keluarga Lee sudah meninggalkan surabaya, tapi kami sekeluarga harus tetap hidup, adikku mempersiapkan untuk masuk SMP, Alhamdulillah dia bisa masuk SMP paforit juga di Surabaya ini.


meski beberapa kejadian beruntun menimpa keluarga kami.


aku juga tetap harus meneruskan sekolahku yang tinggal 1 tahun ini.

__ADS_1


Alhamdulillah, uang yang diberikan oleh Keluarga Pak Lee cukup untuk kebutuhan makan dan sekolah kami, ibu pun ahirnya harus banting setir untuk berjualan lauk pauk dan kue kue untuk menyambung hidup kami.


Hampir 1 bulan ayah di penjara, kami mendengar kabar buruk.


ayahku tiba - tiba pingsan tidak sadarkan diri, kondisinya drop,


Astaga, apa lagi ini.


Tiba - tiba ayah harus di rawat di ruang HCU rumah sakit polri, ayah sudah tidak sadar selama tiga hari, di tubuhnya terpasang banyak kabel yangg tersambung kan ke monitor dengan suara yang sangat berisik menurutku


Tidak ada yang bisa kami sekeluarga perbuat, hanya lantunan Do'a terbaik buat ayah tercinta kami.


Genap 1 Minggu di ruang HCU, ayahku menghembuskan nafas terakhir tanpa berpamitan, bahkan menyapa kami satu persatu anak dan istrinya.


Innalillahiwainnalillahi Rojiun,


Lumpuh rasanya kakiku, tidak ada tenaga lagi rasanya untuk menyangga tubuh ini. Aku pingsan tepat di samping jenazah ayah, entah sudah berapa lama aku pingsan, ketika tersadar, samar - samar ku dengar suara tangisan Satrio meraung - raung memanggil " Ayah . . . Ayah . . . bangun yah . . . "

__ADS_1


Sedikit berat ku buka kedua kelopak mataku, Meski sebenarnya enggan aku untuk bangun dan menjalani hidup ini tanpa ada ayah di sisi kami.


Ku langkahkan kaki ku yang sedikit gemetar untuk memeluk adikku. Saat ku peluk Satrio sempat meronta - ronta. Makin aku peluk erat tubuh jenjang adikku itu sambil kubisikkan kata " sabar ya dek . . . tolong ikhlaskan kepergian ayah, ayah sudah tidak kesakitan lagi saat ini. Ayah sudah tidak perlu merasakan dinginnya ruangan penjara lagi, ayah sudah tidak perlu lagi merasakan difitnah lagi. iklaskan ayah ya dek" kataku terbata sambil terisak menahan sesak didadaku. Barulah satrio berhenti meronta dan berbalik memelukku erat.


selamat jalan ayah, semoga kelak kita bertemu di Jannah Allah.


Rasanya langit di atasku benar - benar runtuh,


rasanya aku tidak ingin hidup lagi,


Ayah, orang yang sangat aku cintai di dunia ini.


Kekasih pertamaku sejak aku lahir di dunia ini, harus pergi selama - lamanya.


semoga semua beban ayah di dunia tuntas dan terputus sampai di sini Aamiin.


Setelah memandikan jenazah Ayah, kemudian kami menghantarka Ayah di tempat istirahatnya yang terakhir.

__ADS_1


hanya aku dan Satrio yang ikut serta menghantar ayah di pusarannya, ibu tidak bisa ikut dikarenakan ibu selalu pingsan setiap kali sadar, menangis dan pingsan lagi.


__ADS_2