Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 28


__ADS_3

siang ini Dokter Yusuf sangat lahap sekali menyantap makan siang bekal dariku. Apapun masakan yang ku masak pasti di makannya sampai habis, tanpa tersisa sebutir nasi pun.


bahkan kotak nasi beserta sendoknya bersih seperti habis di cuci saja, tanpa tersisa. Aku sangat senang sekali, ini bukan pertama kalinya. entah sudah berapa hari ini aku membawakan bekal makan siang untuknya.


Aku Sudah tidak mengingatnya lagi.


melihatnya lahap sekali memakan isi dari kotak bekal itu, aku sangat senang sekali.


" hari ini aku dapat tugas menjemput Pak CEO di bandara, apa kamu mau ikut??? sekalian kenalan begitu " dokter Yusuf membuka pembicaraan saat kami selesai makan siang.


" Em . . . apa boleh kah ??? " sahutku


" kenapa tida sih, dia itu adek kelasku waktu SMP dulu, kebetulan juga aku kenal abangnya, mereka orang hebat lho " sahutnya lagi meyakinkanku agar aku mau ikut menemaninya menjemput CEO tersebut


" makannya aku bisa bekerja di sini, ternyata beberapa tahun yang lalu, kami bertemu tidak sengaja. setelah berbicara panjang lebar ahirnya dia memintaku bekerja disini deh " ceritanya padaku, menceritakan awal mula dia bekerja di PT. Jayakarta ini.


tepat jam 16.00 saat bel tanda berakhirnya bekerja di hari ini berbunyi, dengan tertib kami para pekerja keluar dari pintu gerbang bagian kami masing - masing untuk menuju mesin pencatat kehadiran kami.

__ADS_1


Di depan pintu gerbang Dokter Yusuf sudah menunggu ku seperti biasanya, hingga ahirnya mobil Dokter Yusuf sudah melesat menuju bandar udara Juanda.


hampir setengah jam perjalanan ahirnya kami pun tiba di terminal kedatangan, ternyata pesawat dari Jakarta belum datang saat kami menginjakkan kaki di terminal kedatangan ini.


tak menunggu lama, suara pemberitahuan memberitahukan bahwa penerbangan dari Jakarta akan segera tiba.


hingga pesawat itu terparkir Manis di bandara tersebut, kami masih santai duduk di lobi ruang tunggu sambil bercanda tentunya, karena memang Dokter Yusuf adalah orang yang tidak bisa diam, dia selalu melontarkan kelucuan dengan siapa saja.


hingga tanpa sadar, seseorang dengan membawa koper kecil beroda berwarna abu - abu berdiri tepat di hadapan kami, sejenak kami menghentikan candaan dan seketika itu pula Dokter Yusuf bangkit dari duduknya untuk kemudian berjabatan tangan dan memeluk pria yang berdiri di hadapan kami itu.


" apa kabar Pak CEO " sapanya pada orang yang ada di pelukannya


aku merasa tidak asing mendengar suara dari pak CEO tersebut.


" kenalin nih ini temanku, dia bekerja di PT. Jayakarta juga " dokter Yusuf mencoba memperkenalkanku pada CEO tersebut.


Dieeeeeeeng . . .

__ADS_1


Jleeeeep . . .


benar saja kalau aku sangat familiar dengan suara itu


ternyata dia adalah Juan Lee, adik dari Edward Lee putra kedua dari keluarga Lee yang aku kenal, saat kami akan berjabatan tangan kami pun tidak terhindarkan dari situasi saling terkejut ini.


" kamu sek . . . Sekar kan ??? " sapanya hampir tidak percaya


" iya, saya Sekar " jawabku mantab sambil ku benamkan wajahku


" lho . . . kalian sudah saling kenal ??? " sahut dokter Yusuf agak kebingungan


kemudian hanya kami anggukan saja.


sungguh ini di luar dugaan.


aku hampir tidak menyangka akan bertemu dengan anggota keluarga Lee lagi, aku hampir bisa melupakan mereka semua.

__ADS_1


aku hampir bisa mengubur dalam dalam kepahitan masa lalu ku itu.


__ADS_2