Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 56


__ADS_3

Subuh kami tiba di Jakarta, dengan di jemput oleh sopir dari papinya Edward.


" Maaf ya Sekar, kita tidak jadi ziarah ke makam Ibu dan anak kita. Nanti kita cari waktu lagi buat ziarahnya. sekarang kita langsung ke rumah Papi Mami saja dulu ya " ucap Edward merasa bersalah saat kami sudah menaiki mobil yang menjemput kami.


" Tidak apa - apa, tunggu waktu senggang saja " sahutku memakluminya.


Ya karena kemarin waktu di rumah Santi kami begitu lamanya melepas rindu, Sedangkan papi nya menyuruh kami untuk segera ke Jakarta.


jadi rencana mulanya kami kejakarta mengendarai mobil dengan mampir ke makan ibu dan Bimo jadinya tertunda.


Ya sudah lah


nanti kalau pulang juga bisa kami mampir, pikirku lagi.


Hingga tidak terasa mobil yang kami tumpangi sudah masuk ke dalam garasi rumah Papinya Edward.


kami pun turun satu persatu dan mulai memasuki rumah induk tersebut.


suasananya tidak berubah, masih sama 7 tahun yang lalu.


" Ayo masuk Sekar , Satrio " sapa pak Lee saat menyambut kami.


" iya pak " sahutku dan Satrio hampir bersamaan.


" kok panggil pak sih, papi dong ??? kita akan menjadi keluarga besar " sahut pak Lee kemudian.


" iya pak eh papi " sahutku terbata.

__ADS_1


" Begitu dong, oh iya itu mami masih di dapur menyiapkan sarapan untuk kalian semuannya " sahut pak Lee kemudian dengan mengajak kami menuju meja makan.


Saat kami duduk di meja makan bersama barang bawaan kami pun di kemasi oleh pembantu rumah tangga rumah ini.


tidak beberapa lama ibu Lee keluar dari dapur dengan membawa makanan di tangannya.


" Hallo Sekar, Satrio kalian apa kabar " sapa ibu Lee dengan menyalami aku dan Satrio.


" kami baik Bu " sahutku dan Satrio hampir bersamaan lagi.


" Syukurlah, ayo kita langsung sarapan yaa, kalian pasti lapar kan, abis terbang jauh " perintah ibu Lee pada kami semuanya yang ada di ruangan makan ini.


Kami pun menyantap sarapan di pagi ini dengan di selingi obrolan ringan.


setelah itu, ibu Lee menyuruh kami untuk beristirahat sejenak melepas lelah kami.


sedangkan Edward masih menempati Paviliun nya yang dulu.


Ya itu memang tempat tinggal Edward dari dulu sampai sekarang saat dia datang berkunjung di Jakarta ini.


Tidak terasa sudah hampir shalat Dzuhur aku terbangun , segar rasanya saat tubuh ini setelah beristirahat karena aku sangat tegang sekali kemarin waktu naik pesawat.


Ini pengalamanku untuk pertama kalinya menaiki pesawat terbang.


" kamu sudah bangun Sekar ??? " tanya Edward saat kami berpapasan di depan kamar ku.


" Iya baru saja aku bangun " jawabku.

__ADS_1


" Ayo shalat Dzuhur dulu, bareng sama Satrio. dia sudah bangun dari tadi " sahut Edward mengajakku shalat berjama'ah.


Edward mengajak kami shalad di Paviliun nya, karena menurut dia di sanalah tempat paling suci untuk shalat.


Setelah shalat berjamaah kami pun berbincang - bincang di dalam rumah induk kembali, kami mengutarakan maksud kedatangan kami berkunjung.


pak Lee menyambut rencana pernikahan kami dengan sangat gembira sekali.


" Kapan kalian akan melaksanakan janji suci itu " tanya pak Lee antusias


" Aku ingin kami menikah dalam bulan ini, Pi " sahut Edward Lee mantab.


" Kok buru buru sih, mami kan belum siap siap, Edward " protes mami.


" kami tidak ingin menunda nunda Niat baik ini mi, Minta Do'a restunya saja biar acaranya lancar " sahut Edward lagi.


" Iyaa mami tahu, tapi bagai mana sama keluarga yang lainnya, apa tidak di kasih tahu " sahut mami masih dengan aksi protesnya.


" Kami ingin pernikahan yang sederhana saja mi, menghadirkan keluarga dekat saja " sahut Edward


" Mami tahu, tapi keluarga kita kan di Korea semuanya, Edward " sahut mami kemudian


" Sudah lah mi, tidak usah bingung - bingun. kamu sekarang segera hubungi keluarga di Korea, bilang kalau Edward mau nikah, nanti siapa saja yang mau ke Indonesia baru kita atur akomodasinya.


Ini mereka sudah banyak melalui Lika - liku perjalanan cintanya, sudah memang benar jangan di tunda tunda lagi menikahnya " sahut papi menenagkan Mami.


Tak ayal mami pun melesat untuk menghubungi sanak saudaranya untuk mengajak mereka semua hadir pada hari baik yang kami tentukan untuk acara pernikahan kami.

__ADS_1


__ADS_2