
Pagi - pagi sekali, seseorang mengetuk pintu kios ku.
" Masih pagi sekali siapa gerangan yang mengetuk pintu " gumanku dalam hati. masih ku nikmati bermalas - malasan aku diatas tempat tidur ku
tok . . .
tok . . .
tok . . .
Terdengar kali ini lebih keras lagi pintu itu diketuk sepertinya seseorang yang sangat membutuhkan bantuan ku.
" Siapa ya ???? tunggu sebentar " sahutku setenga berlari aku menghampiri pintu.
Pintu sudah terbuka lebar, aku mencoba membuka mataku lebar - lebar untuk melihat siapa gerangan yang mengetuk pintuku sepagi ini.
" Maaf kami belum buka pagi ini, masih nanti jam 08 kami membuka loundrinya " sahutku dengan mengucek ngucek mataku.
yang terlihat di hadapanku hanya lah dia seorang laki - laki, berbadan tegap gagah dengan nafas yang memburu.
sepertinya dia berlari untuk menuju kios loundriku ini.
" Kamu . . . kamu benar Sekar kan ??? " tanyanya dengan nafas tersenggal - Senggal,
" Iya benar saya Sekar, kenapa ya ??? " sahutku masih belum sadar akan maksud laki - laki yang berdiri di hadapanku ini.
__ADS_1
Dia pun tidak melanjutkan bicaranya, yang kulihat dia sebisa mungkin mengatur nafasnya supaya bisa normal kembali
" Syukurlah, aku pikir selama ini aku salah mengenali orang, ternyata kamu benar Sekar yang aku kenal selama ini " lanjutnya setelah berhasil mengantur nafasnya
" Anda siapa ya, bukankah Anda pak Muham . . . " tiba - tiba ucapanmu terpotong olehnya
" Aku Edward Lee " sahutnya kemudian dengan mengulurkan tangannya untuk berjabatan denganku.
Saat dia menjawab siap namanya aku pun mulai merasa kesadaran ku pulih.
Yaa wajah ini memang wajah Edward Lee, jambang nya sudah bersih sepertinya dia baru bercukur pagi ini.
Ya Tuhan . . .
Mengapa sepagi ini dia datang menemui ku,
dia pun membalasnya 🙏🙏
" Apa yang membawa anda datang kemari sepagi ini " tanyaku sedikit jahat padanya sejak aku tahu dia Edward Lee.
Salah tingkah dia mendengar pertanyaan ku, di garuk - garuknya kepalanya yang sebenarnya tidak gatal menurutku.
" Hampir beberapa malam ini aku tak dapat tidur, aku selalu bertanya - tanya benarkah ini dirimu Sekar ??? pagi ini aku harus memastikannya sebab aku sudah tidak sanggup lagi tersiksa dengan rasa penasaranku ini " sahutnya dengan memandangku sangat lekat tapi tatapan matanya lembut dan mencoba mencari - cari sesuatu di mataku ini.
" Apa yang anda inginkan, setelah tahu ini saya " jawabku sedikit cuwek tapi sebenarnya hatiku bergetar hebat
__ADS_1
" Aku lega bahwa ini kamu, aku mencarimu kemana - mana, sejak kepergian mu.
aku takut kehilanganmu untuk ketiga kalinya, aku takut sekali Sekar " jawabnya dengan suara yang sangat berat sekali kudengar seperti suara orang kesakitan.
"Sekarang setelah bertemu dengan saya, apa yang bapak inginkan dari saya ??? " tanyaku masih saja dengan nada ketus tapi hatiku benar - benar ingin meledak saja.
" saat ini aku tidak ingin apa - apa, melihatmu dalam kondisi tidak kurang suatu apapun aku sudah sangat bersyukur. Ahirnya aku menemukanmu sendiri, bulan lewat papi atau pun orang lain " jawabnya penuh kelegaan.
" jadi selama ini anda mengikuti saya ya " jawabku semakin saja ku buat sewot.
" Demi tuhan, aku tidak mengikutimu. Di sinilah perusahaan yang aku rintis sendiri itu, sejak aku mengungkapkan perasaanku dulu padamu dan ahirnya membuatmu pergi, aku pun iku pergi ke sini untuk menjalankan Bisnisku lebih serius lagi. Tidak tahunya aku malah bertemu denganmu di sini, aku sangat bersyukur sekali Sekar " jawabnya kemudian
" Maaf tapi saya tidak suka bertemu lagi dengan anda saat ini dan selamanya " jawabku semakin jahat saja padanya
" Tapi Sekar . . . " ucapannya tidak terselesaikan
" Kamu dengar bung, kakakku sangat muak denganmu dia sudah tidak ingin lagi melihatmu, bukankah itu sudah cukup HAH . . . " tiba - tiba saja terdengar suara laki - laki lain dari belakang Edward Lee dan langsung meninju muka Edward Lee tanpa ampun lagi
" Aaaaaaaaaakh " aku menjerit sekeras - kerasnya saat lelaki yang tiba - tiba datang itu dengan Tampa ampun dia memberikan beberapa tinju nya Edward Lee.
Edward Lee hanya diam tanpa melakukan pembalasan dan ku lihat tersungging senyum di bibirnya, seperti senyum ikhlas.
" Ini untuk ibuku " kemudian lelaki itu mendaratkan tinjunya di perut Edward lee,
" Ini untuk Bimo, keponakanku " tinju keduanya mendarat dirahang kiri Edward Lee
__ADS_1
" Dan yang terakhir ini untuk pengorbanan kakakku, yang bodoh untuk mencintai orang sepertimu " tinjunnya terakhirnya di rahang kanan Edward Lee
" Berhenti . . . berhenti . . . " teriakku histeris saat aku tahu siapa gerangan lelaki yang menyerang Edward Lee dengan tiba - tiba pagi ini