
pagi ini hari pertamaku bertugas di kantor atas ini.
mengapa mereka menyebutnya KANTOR ATAS ??? ya karna kantor ini terletak di atas ruang QC ( Qualiti Countrol ) dan di sini adalah kantor untuk para manager dan CEO saja.
sedangkan kantor untuk para staf yang lain seperti para kepala bagian produksi bertempat di lantai bawah.
begitulah informasi yang aku terima.
" kebetulan Bapak CEO lagi ke kantor pusat beberapa hari ini, jadi kamu tidak perlu membersihkan kantornya. Sebab ada sekretarisnya yang bertugas merapikan kantornya, apabila Beliau tidah di tempat. nanti takutnya ada surat - surat berharga yang hilang " jelas ibu kepala bagianku menjelaskan lingkup kerja yang harus ku kerjakan.
seharusnya ini tugas temanku, tapi terpaksa ku ambil alih karena temanku harus berhenti bekerja karena ibunya jatuh sakit dan tidah ada yang mengurusinya.
Setelah aku paham dengan apa yang dijelaskan kepala bagian ku, aku pun mulai bekerja, tidak lupa membaca Do'a untuk mengawali pekerjaan baruku ini BISMILLAHIROHMANIROHIM
Bekerja di kantor atas ini lumayan juga, selain tempatnya yang lebih bersih dari pada di gudang, juga ada AC nya.
hihihihihihihihi . . . 😁
sungguh beruntungnya aku
" Sekar, nanti makan siang makan bareng sama aku ya. aku tunggu di klinik " pesan dokter Yusuf ketika kami bertemu saat aku selesai dari kamar mandi.
Jam makan siang pun tiba, ternyata Dokter Yusuf pun sudah menungguku di depan loker khusus karyawan cleaning service.
kami berjalan beriringan menuju klinik tempat dokter Yusuf bekerja, kami duduk berhadapan di tempat duduk biasanya saat dia menerima pasien sedangkan aku duduk di kursi pasien, di depan kami hanya terpisahkan meja. Di atas meja tersebut ada 1 bungkus nasi tepat di hadapannya, sedang kan di hadapanku ada sekotak bekal makanan yang aku bawa setiap harinya dari rumah.
dokter Yusuf menukar nasi bungkusnya dengan kotak bekal ku
__ADS_1
" aku mau makan isi dari kotak bekal makanmu, sekar '"katanya sambil menukar makanan kami.
itu adalah kebiasaan dokter Yusuf saat dia mengajakku makan bersama, jadi aku sudah tidak kaget lagi.
aku pun membalasnya dengan anggukan saja, karena kalau aku tidak setuju dia pasti akan ikut makan satu kotak bekal itu denganku dengan tidak sama sekali menyentuh makanannya.
" aku iri sama Satrio, kenapa dia setiap hari membawa bekal makanan masakanmu, sedangkan aku tidak pernah mendapatkannya dari mu " dokter Yusuf mulai marajuk, merengek minta ku bawakan bekal masakanmu.
Kaget juga sih aku, lha memang dia siapaku kok minta di bawakan bekal setiap hari ????
Satrio kan memang adikku, aku membawakan dia bekal makan untuk menghemat biaya pengeluaran kami sehari - harinya.
kupandangi wajah dokter Yusuf yang duduk tepat di hadapanku sambil menyantap dengan lahapnya bekal ku yang di tukarkan dengan nasi bungkusnya tadi.
sunggu tampan wajahnya, dengan bentuk wajah yang tidak terlalu lonjong berwarna kulit sawo matang. sepasang mata yang agak sayup, hidung yang berukuran sedang dan mancung pula, kemudian mataku turun ke bibirnya. Bentuk bibir yang tebal dan tidak terlalu lebar dengan warna yang agak kemerahan.
Tubuhnya pun tegap dan gagah proposional antara tinggi badan dan berat badannya.
Entah mengapa tiba - tiba aku teringat dengan seseorang di masa laluku dulu,
ya . . . dia, Edward Lee
Laki - laki yang telah menghancurkan hidupku berkeping - keping seperti sekarang ini.
sejenak ku buang pandanganku ke samping sambil ku buang nafas beratku, aku coba kembali ke alam sadarku meneruskan untuk melihat laki - laki tampan di hadapanku ini.
sungguh lahap dia menyantap isi dari kotak bekalku hingga tak tersisa satu butir nasi pun di sana.
__ADS_1
" kenapa nasimu masih utuh ??? apa kamu sudah cukup kenyang memandangiku tadi " celotehnya mengejutkanku.
🤦
sungguh mati kutu aku di buatnya
tanpa pikir panjang pun, ku santap nasi bungkus tersebut dengan tak kalah lahapnya, aku takut dia akan terus menggodaku nantinya, pikirku.
" bagaimna Sekar ?? apa kamu sudah memikirkan tentang pertanyaanku yang kemaren itu " tanyanya kemudian saat aku selesai menghabiskan nasi bungkusku tadi
" pertanyaan yang mana dok ??? " sahutku, karena memang aku tidak tahu maksud nya
" pertanyaanku yang MAUKAH KAMU JADI PACARKU kemaren itu lho " sahutnya dengan kata - kata lembut sekali.
sungguh aku jadi salah tingkah, untung bel tanda istirahat pun berakhir
aku mencoba melarikan diri dengan berucap
" maaf ya dok, saya melanjutkan kerja dulu " sahutku dengan berlari sekencang - kencang nya.
huuuuuuf
ahirnya aku aman, karena aku sudah mendarat di kantor atas tempatku bekerja
syukur lah
😅
__ADS_1