Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 51


__ADS_3

" Aku baik baik saja kok " ujar Edward Lee dengan menahan sakit saat aku mengobati luka - lukanya di sekitar wajah yang mulai lebam tersebut


" Mana lagi yang sakit ??? " tanyaku padanya saat aku masih mengobati luka di wajahnya.


" Tidak sudah hanya di sini saja kok " sahutnya kemudian dengan menunjuk mukanya.


" Itu perutnya kak, paling juga lebam - lebam " sahut Satrio dengan acuhnya


kupandangi Satrio dengan mata melotot kearahnya.


" Coba buka perutnya " perintahku pada Edward dengan halus


" Sudah tidak usah, nanti biar aku obati sendiri di klinik kantorku " jawabnya kemudian


" Buka kataku " sahutku kemudian dengan suara dingin dan keras


Ahirnya Edward pun membuka kaos berwarna biru muda dan sedikit kotor yang basah karna keringat.


" Astaga . . . " aku terkejut setengah mati karena kulihat lebam di sekitar perutnya ini lebih parah dari pada di sekitar mukanya.


" Ayo kita ke rumah sakit saja, biar kita tahu apakah ada yang patah atau tidak " sahutku dengan mengajaknya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut lagi.

__ADS_1


Aku jadi teringat Dia pernah patah tulang rusuk beberapa tahun yang lalu.


" Buat apa kerumah sakit sih kak, biar saja dia babak belur begitu. kenapa kakak harus peduli sama orang macam ini " geram sekali suara Satrio saat aku mengajak Edward ke rumah sakit.


" Kamu tahu, kamu bisa di tuntut dan masuk penjara karena ulahku ini " jawabku dengan setengah berteriak, tidak sanggup lagi aku membendung tangis ku, air mata ini tiba - tiba meleleh begitu saja.


" Sekar sudah, aukh . . . kamu tidak usah kawatir, aku baik - baik saja kok " sahut Edward meredakan memosiku saat tahu aku berlinang air mata.


" Ayo, pokoknya kita kerumah sakit, aku tidak mau tulang rusuk bapak patah lagi seperti dulu " sahutku dengan sesenggukan


" Baik . . . baik, aku akan menelfon sopirku dulu. biar dia antar kita kerumah sakit ya " redam Edward Lee kemudian.


" Ayo . . . bantu memapahnya ke dalam mobil " bentakku pada Satrio saat ku lihat dia acuh tak acuh melihat sopir Edward memapahnya sendirian ke mobil.


" iya . . . iya " sahutnya dengan sedikit terpaksa.


Mobil sudah melaju dengan kencangnya tapi terarah menuju rumah sakit terdekat.


ku lihat Edward seperti sudah tidak tahan menahan sakitnya itu.


" Alah, sudah dech jangan sandiwara lagi. pasti tidak sesakit itu kan, pura - pura sakit di depan kakakku lagi " sahut Satrio mengejek Edward yang nyengir menahan sakit

__ADS_1


" Kalau tidak sandiwara begini mana mungkin kakakmu akan memaafkan aku " sahut Edward dengan nada bercandanya,


langsung saja aku melihatnya dengan memelototkan mataku.


" lihat saja ya kalian berdua, aku akan bikin perhitungan buat kalian berdua.


pagi - pagi buta sudah membuat aku shock.


liat saja ya " ancamku pada Edward dan juga Satrio


Sedangkan yang ku ancam pun hanya tertawa - tawa saja.


Ahirnya suasana pun sudah melumer kembali saat ini.


Untung saja hanya luka luar, lebam saja dan luka gores yang di derita Edward saat ini.


yang aku khawatirkan ternyata tidak terjadi.


Ahirnya kami pun kembali ke rumahku, Edward Lee terpaksa ku izinkan untuk menginap beberapa hari di rumahku, biar aku bisa merawatnya. untung saja ada Satrio di sini bisa menemaninya istirahat di rumahku.


sepertinya kejadian lalu sudah berlalu. kami sudah bisa bercanda lagi meskipun masih kaku rasanya

__ADS_1


__ADS_2