Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 60


__ADS_3

Beberap hari setelah pernikahan, aku dan Edward masih saja menginap di hotel tempat kami melangsungka pernikahan.


sengaja Mami memberikan kami freepas selama 1 Minggu untuk kami menginap.


" Sayang, apa kamu tidak bangung . . . ??? " sapaku pagi ini pada suami yang baru kunikahi 2 hari yang lalu.


" Eem . . . " hanya itu sahutannya saat matanya terbuka dan melihatku dia malah memeluk dan menarikku dalam dekapannya.


" Mari kita shalat subuh dulu " elakku dengan sangat manis sekali. dan berhasil, dia melepaskan pelukannya dengan perlahan, kemudian mengecup keningku dengan hangat.


" Tunggu aku, aku akan mandi dan kita shalat berjamaah ya " ujarnya kemudian dengan mengecup mesra keningku.


Kubalas dengan anggukan dan senyum manis ku.


Setelah bershalat subuh, kami memutuskan untuk berjalan - jalan sejenak sebelum menuju tempat makan hotel ini untuk sarapan.


" Sekar, kamu ingin kita honey moon kemana ??? " tanyanya saat kami bergandengan tangan berjalan beriringan di taman hotel.


" Entahlah . . . aku tidak terpikirkan ??? sahutku dengan menatap wajahnya.


kami sejenak mencari tempat duduk dalam taman yang asri tersebut, merasakan kesejukan yang di Sinari Matahari pagi ini.

__ADS_1


" Bagai mana kalau kita Umroh dan dilanjutkan untuk berbulan madu setelahnya ke Kairo ??? " usulnya kemudian.


" Apa tidak mengganggu pekerjaanmu ??? kamu akan libur panjang sekali nantinya ??? " sahutku kemudian khawatir akan pekerjaannya.


" Tidak sekarang sih, besok aku masuk kerja dulu. kita mengurus Pasport kamu dan kita mencari biro perjalanan Umroh yang amanah yang ada plus perjalanannya juga, itu butuh waktu juga kan. setelah itu kita berangkat. bagaimna ??? " terangnya panjang lebar dengan serius kepadaku.


" Terserah kamu saja " sahutku dengan membenamkan wajahku kedalam pelukannya.


dia pun merapatkan pelukan itu dengan menciumi ujung keningku.


" Ternyata kalian bermesraan di sini ya " tiba - tiba Arum dan Satrio sudah berdiri di hadapan kami,


Wuuuuuaaaaah . . .


" Kenapa . . . " sahutku judes saat melihat mereka tiba - tiba sudah ada di depan kami.


" Kami mau pulang duluan Mbak, saya harus mengurus kios loundri. Banyak yang telepon, ada yang mau ngambil dan ada yang mau loundri " sahut Arum kemudian untuk berpamitan


" Aku juga kak, aku masih harus mengurusi usahaku yang libur beberapa hari kemaren, temanku sudah banyak yang protes nih " jawab Satrio ikut berpamitan.


" Baiklah, besok mungkin aku juga akan kembali ke rumah laundri, kalian boleh pulang dulu" sahutku memaklumi kondisi mereka.

__ADS_1


" lho, bukannya kakak masih ada freepas untuk tinggal disini ??? " sahut Satrio


" Iya, setelah sarapan kami akan pergi untuk masing - masing bekerja, sorenya kami akan kembali di sini hanya untuk tidur saja " sahut Edward menjelaskan pada Satrio dan Arum.


Tibalah saatnya kami untuk berUmroh, kami membawa perbekalan dan baju, sengaja seperlunya saja kami bawa. karna rencananya kami akan membawa oleh - oleh dari sana lebih banyak buat kami sendiri dan sanak sodara kami tentunya.


Saat tiba di kota Mekkah, aku bersujud syukur di luar bandara ini, sungguh tidak pernah ku sangka aku akan menginjakkan kaki ketanah suci ini. Edward pun mengikuti ku untuk bersujud. dia tidak kalah bersuka citanya bisa menginjakkan kakinya setelah hampir 3 tahun bermualaf untuk datang ke tanah suci ini.


Tak lupa banyak kami panjatka Do'a kebaikan dari kami berdua.


Do'a agar pernikahan kami langgeng apapun yang terjadi, Do'a agar kami segera diberikan momongan lagi, Do'a kelancaran rezeki Hallal untuk kelangsungan hidup kami kelak dan Do'a Do'a terbaik untuk orang - orang yang kami cintai.


Tak lupa kami untuk berfoto untuk memori pribadi kami dan tak lupa foto tersebut kami kirimkan kepada Satrio, Sekar, Juan, dan Papi Mami juga.


mereka pun ikut merasakan kebahagiaan kami walau hanya melihat dari foto yang kami kirimkan.


Setelah menjalani prosesi Umroh selama 9 hari lamanya kami pun ahirnya terpisah dari rombongan umroh untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Kairo sebagai bulan madu kami yang sebenarnya.


hampir 5 hari kami menlancong ke negara yang mencetak muslim - muslim intelektual di sana.


Kami pun tak lupa untuk berbelanja baju - baju kahtan yang indah, dan pernak pernik yang lainnya saat kami baru sampai di sana yang kemudian kami kirimkan lewat paket terlebih dahulu ke Indonesia. karna menurut teman - teman yang lain kalau kita pulang bersama dengan paket tersebut takutnya paket itu akan datang lebih lama dari kami.

__ADS_1


Sunggu kebahagiaan surga dunia bulan madu kami selama 5 hari ini, Tak henti - hentinya Kami menikmati kebahagiaan ini, tidak membuang kesempatan pula kami untuk secepatnya mendapatkan momongan.


" pokoknya pulang dari kairo kamu sudah harus hamil yaa ??? " pesan mami dan papi saat kami sempatkan waktu dalam sambungan telefon


__ADS_2