
" Sekar, karena kamu sudah mau menikah dengan Edward, papi akan menyerahkan secara langsung saham atas nama kamu sekarang " papi mulai membuka obrolan pagi ini setelah kami selesai sarapan. hanya kami berdua berbincang bincang di taman belakang rumah ini.
" ini setengah dari saham perusahaan Edward di Pati. dulu sebelum dia bercerai, papi sengaja membeli semua aset perusahaannya biar bisa di bagi sama Soraya buat gono gini.
pikir papi saat itu, papi masih berharap kamu berjodoh dengan Edward. sebab perusahaan itu papi tahu sendiri itu hasil jerih payah Edward sejak pulang dari kuliah di Korea dulu. Edward cerita ke papi, bahwa perusahaan itu di rintisnya dulu untuk bisa menikah dan membiayai berumah tangga denganmu kelak, tapi ternyata takdir berkata lain.
Kalian terpisah karna keangkuhan Edward waktu itu. Tapi sudahlah, tidak usah di bahas kembali, sekarang papi bersyukur sekali, kalian ahirnya bisa bersama dan menikah. Papi mohon maaf sekali, waktu itu tidah bisa meyakinkan Edward untuk segera menikahimu saat tahu kamu hamil.
Papi mohon lupakan masa lalu, sekarang papi berharap kalian bisa bahagia. Bisa kan Sekar ???
Panjang lebar papi bercerita dan menyakinkan aku bahwa Edward Lee sangat mencintaiku.
" Aku akan berusaha Pi " jawabku meyakinkan orang tua yang ternyata menyayangiku tersebut.
__ADS_1
" S diemoga dengan Edward menjadi mualaf, dia semakin memahami segala yang di larang dan segala yang di bolehkan dalam bertindak. sebagai bekal dalam kalian berumah tangga, papi ikhlas kalau dia berbeda keyakinan dengan kami keluarganya " cerita papi kemudian.
Hari ini kami harus kembali ke Pati, Edward sengaja membawa mobilnya yang telah lama di tinggalkannya di Jakakarta untuk di bawa ke Pati.
Sedangkan mobilnya yang terparkir Manis di rumah Santi recananya akan di berikan pada Satrio adikku, tapi Satrio sangat menolaknya.
Alasan Edward memberikannya pada Satrio, Agar jika dia kangen padaku bisa langsung ke Pati dengan mengajak semua anggota keluarga Sekar, dengan alasan lain yaitu buat Satrio kuliah dan keperluannya yang lain.
Sebelum ke Pati kami mampir dulu untuk berziarah makam Ibu dan Bimo.
" Bimo, ayah datang lagi nak. kali ini ayah memberikan kabar bahwa ayah akan menikah dengan bunda mu secara Syah. Ayah harap kamu bahagia ya, karena ayah dan bunda akan bersama hingga sisa hidup kami " sapa Edward pada batu nisan Bimo.
" ibu, aku akan menikah dengan mas Edward Ahir bulan ini, aku berharap ibu merestui kami. aku berharap ibu memaafkan kesalahan kami di masa lalu kami berdua " sapaku pada batu nisan ibuku.
__ADS_1
Setelah berziarah, kami pun mampir untuk makan siang dan istirahat sejenak. setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami, dengan Satrio yang duduk di belakang kemudi menggantikan Edward yang dari tadi sudah mengemudikan dari Jakarta.
hingga ahirnya tepat jam 8 malam, kami pun tiba di Pati dengan selamat, syukurlah.
" Kamu menginap di sini aja dulu sat, beberapa hari lagi kamu bisa ke Surabaya " sahutku saat aku menyiapkan tempat untuk Satrio beristirahat malam ini.
" Iya kak, masih capek nih " sahutnya
" Baiklah, klo begitu aku balik ke mes dulu ya. besok siang saat makan siang aku baru kesini lagi " pamit Edward pada kami.
" Iya, hati - hati ya mas di jalan " pesanku pada Edward Lee agar tidak mengebut.
Dia pun hanya tersenyum manis sekali padaku sebagai ucapan selamat malam untuk malam ini 😉
__ADS_1