
hampir 2 tahun ini kami menetap di Sukabumi, sengaja untuk menunggu kelulusan Satrio Adikku lulus dari SMP.
tekat kami sudah bulat untuk pindah kembali ke Surabaya,
di sana kami punya kenalan, atau setidaknya sanak sodara yang memang tidak begitu akrab dengan kami.
Tapi setidaknya kami mengenal mereka, bukannya di sini, kami terlalu asing di sini.
dengan kepindahan kami ke Surabaya sedikit banyak kami berharap ada bantuan dari mereka untuk kami mencari pekerjaan.
Dengan berbekal uang yang memang tidak terlalu banyak kami pun pindah ke Surabaya.
ku bawa kenangan ibu dan Bimo anakku di dalam memori hati dan pikiranku.
semoga di alam kuburnya Ibu dan Bimo meridhoi kami pindah ke Surabaya.
Alhamdulillah, kami sampai di terminal Bis terbesar di Surabaya ini dengan selamat tidak kurang suatu apapun.
kemudian kami mencoba mendatangi rumah kami dahulu, berharap ada teman atau tetangga yang bisa menampung kami
Benar juga keluarga pak Subekti, tetangga yang berjarak 3 rumah dari rumah kami menerima kami dengan tangan terbuka, anaknya yang bernama Santi dulu adalah teman sekelas ku dan merupakan salah satu dari beberapa sahabatku semasa sekolah SMK dulu.
Sekarang dia kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri Terpaforit di Surabaya ini semester 5.
__ADS_1
Dahulu kalau semua cobaan ini tidak terjadi padaku mungkin aku juga akan sama seperti Santi sahabatku ini.
tapi . . . sudahlah . . .
sedikit banyak masalah ini juga aku penyebabnya, karna sebuah cinta dan nafsu.
Aku menceritakan semua apa yang terjadi padaku dari mulai A sampai Z kepada santi sahabatku.
kami berpelukan di ujuk ceritaku, Santi meneteska air mata saat menyimak ceritaku.
" San, aku minta tolong.
mungkin kamu ada lowongan pekerjaan, tapi aku hanya punya ijasah SMP saja " pintaku pada Santi
kemudian ku peluk dengan hangat sebagai tanda terimakasih ku pada sahabatku itu
" oh iya, Satrio kan harus masuk SMU ya, bagaimna?? apakah dia sudah menemukan sekolah yang cocok " Santi mengingatkanku
" iya, Ya Tuhan sampai lupa aku " jawabku karena terkejut.
kupanggil adikku untuk membahas sekolahnya, tiba - tiba bapak dan ibu Subekti ikut nimbrung bersama aku, Santi dan Satrio Adikku
" kamu mau masuk sekolah mana le, Satrio " sapa ibu Subekti lembut menyapa adekku.
__ADS_1
" bapak dengar, nilai kamu bagus ya le, masuk sekolah negri saja biar nanti prestasimu berguna le " usul bapak Subekti yang di anggukkan tanda setuju oleh kami semua yang ada di ruang tamu tersebut.
" iya pak, maksud saya juga saya mau masuk sekolah SMU negeri lagi, selain bayarnya murah, saya juga bisa masuk dengan jalur prestasi, kasihan kakak biar bayarnya tidak banyak - banyak nantinya " sahut Satrio yang membuatku terharu.
" begini le, bapak dan ibu sebelumnya sudah rundingan. kami akan membantu mu untuk mencari sekolah dan masuk ke kesekolah tersebut. kamu tinggal cari sekolah mana yang kamu mau, biar kami yang menyelesaikan administrasinya ya " ucap pak Subekti kemudian
" jangan pak, saya masih ada uang yang memang saya sediakan untuk pendidikan Satrio, untuk kedepannya saya akan bekerja untuk membayarkan setiap bulan dan kalau ada tambahan - tambahannya " jawabku sedikit tidak enak pada keluarga Subekti ini.
mengingat aku akan merepotkan mereka untuk tinggal di rumah ini entah untuk beberapa hari kedepan.
" Jangan sungkan nduk, Sekar. dulu ayahmu sangatlah baik dengan keluarga kami ini, sayangnya saat ayahmu terkena musibah kami tidak bisa bantu apa - apa, karena memang saat itu kami juga dalam keadaan sulit.
sekarang Santi juga sudah kuliah dan bekerja, jadi pengeluaran kami sudah tidak sebanyak dulu. jadi bapak mohon kamu menerima niat baik kami ya nduk, le " pak Subekti panjang lebar menjelaskan maksud baiknya kepada kami.
kami pun tidah kuasa menolaknya.
Ya Allah pertolonganmu mulai datang satu persatu.
Alhamdulillah.
Aamiin.
dengan menemani Satrio mencari sekolah yang dia inginkan aku pun melirak - lirik setiap jalan untuk mencari siapa tahu ada pekerjaan yang sesuai dengan ijasah SMP ku
__ADS_1
yaa karna aku hanya memiliki itu