
Aku benar - benar menikmati hari - hariku menjadi wanita Edward, serasa sebagai istrinya saja 😍.
setiap malam aku pura pura tidur di kamarku, setelah semua orang terlelap kadang aku yang menyelinap paviliun Edward dan tidak jarang pula Edward yang bermalam diam diam di kamarku.
benar - benar serasa hidup di surga dunia rasanya.
Hingga di suatu pagi, saat aku sarapan perutku terasa mual, keringat dingin mengucur deras di sekujur wajah dan tubuhku.
padahal aku tadi mandi kemudian juga tidak merasakan apa - apa, tapi mengapa ini terasa badanku tidak enak sekali???
kucoba untuk memaksa menelan suapan terakhir sarapanku, ternyata aku sudah tidak kuat lagi menahan rasa mual dan serasa ingin muntah
aku berlari secepatnya ke kamar mandi, karena aku tidak mau mereka yang sedang sarapan di meja makan akan merasa jijik dengan ulahku.
Aku muntahan semua isi perutku ke wastafel didekat kamar mandi depan kamarku,
Aaaah . . .
rasanya tidak enak sekali tapi ada rasa lega di perutku itu.
" Minum air hangat ini nduk " tiba - tiba ibuku sudah berada di sampingku dengan membawakan segelas tanggung air hangat.
" Terimakasih Bu . . . " jawabku sambil tanganku menerima gelas itu.
__ADS_1
Aku minum air tersebut sampai habis, ternyata ada hasilnya juga, perutku terasa hangat dan rasa mual itu berangsur - angsur menghilang juga
" Aaah leganya . . . " gumanku dalam hati.
" kamu masuk angin ya nduk ??? mau ibu kerokin ???" tanya ibu selanjutnya.
karna biasanya kami sekeluarga terbiasa kerokan kalau pas masuk angin begini.
" iya deh tidak apa - apa Bu, mumpung aku belum berangkat sekolah " jawabku sambil masuk ke dalam kamar ku
ku siapkan peralatan untuk kerokan, ku berikan pada ibu yang sudah duduk di tepi tempat tidurku.
tidak kurang dari 10 menit, ibu sudah selesai ngerokin punggung dan dadaku.
lega rasanya.
Bel tanda istirahat pun berbunyi, kami para murid berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk membeli sekedar kue - kue ringan atau bahkan makan siang untuk mengganjal perut kami yang akan seharian nantinya sekolah.
saat melintasi para penjual di kantin
perutku terasa mual dan aku pengen muntah lagi saat mencium bau masakan atau hanya sekedar gorengan atau kue - kue yang di jajakan di kantin.
Aku pun berlari menuju toilet, aku tidak mau teman - temanku marah saat mereka makan dengan melihatku muntah - muntah
__ADS_1
lemas rasanya badanku, seharian ini tidak terisi makanan sedikit pun.
kalaupun bisa terisi, 10 menit kemudian langsung ku muntahan lagi.
aku bingung dengan keadaanku kali ini.
kalau pun masuk angin tidak akan separah ini, sampai tidak bisa kemasukan makanan sedikit pun.
kali ini di sertai dengan kepalaku yang terasa berputat - putar
Tidak terasa aku pun pingsan saat keluar dari toilet.
saat tersadar, aku sudah di ruangan serba putih, kulihat sekelilingku, tidah ada siapa - siapa
kemudian ku temukan sebuah Tulisan UKS.
Oh ternyata ini masih di dalam sekolahku, aku pun sempat bersyukur, karena tadi ada yang menemukanku dan membawaku ke UKS ini.
saat kucoba untuk bangun, badanku masih saja lemas.
Ahirnya aku pasrah, aku pun berbaring lagi.
Ku coba memejamkan mataku lagi susah sekali tapi lama kelamaan aku pun tertidur lagi karena angin di dalam UKS ini terasa sejuk sekali.
__ADS_1
hingga terdengar sayup - sayup suara Ratih temanku mbangunkan aku
" Sekar, bangunlah. sudah sore, sudah waktunya kita pulang " suara Ratih kembali membuatku ahirnya terbangun juga, kulirik jam dinding memang sudah jam 15.30