
Kami sekeluarga mendapat tawaran untuk tinggal dengan keluarga Lee ke Jakarta,
dengan alasan Agar Pak Lee bisa menghidupi dan bisa merawat kami lebih dekat.
tanpa pikir panjang ibu pun menyetujuinya dengan berunding denganku dan adikku tentunya, sebelumnya.
ibu memperimbangkannya karna memang kami sudah tidak punya apa - apa lagi di surabaya ini
Rumah, mobil dan apa saja yang kami miliki sudah habis untuk biaya persidangan dan sita marita dari hasil persidangan yang memutuskan ayah bersalah dahulu.
jadi apa lagi yang bisa kami harapkan di Surabaya ini
Selain itu ibu juga berfikir kalau nanti kami pindah ke Jakarta akan lebih baik sekali karena kami tidak selalu memikirkan ayah lagi. Bukannya kami tidak lagi sayang kepada ayah yang suda heninggal dunia. Tapi kami harus melanjutkan kehidupan kami kedepannya. Kami bukan ingin melupakan ayah, tapi kami ingin menyimpan kenangan tentang ayah di lubuk hati yang paling dalam.
Setelah membereskan segala urusan di Surabaya kami tidak mau berlama - lama di Surabaya ini.
setelah beres semuanya, kami pun naik Bus bertiga menuju rumah Pak Lee di jakarta.
kulihat ibu sesekali menyeka air matanya, seketika itu pula ku peluk ibu,
" Bu, jangan nangis lagi dong. ibu masih punya aku dan adik ' bisikku
ibupun membalasnya dengan mengecup rambutku.
__ADS_1
" Iya ibu tahu nak, ibu hanya kangen sama ayahmu " sahut ibu dengan suara parau.
Saat sampai di terminal Bus kami di jemput Pak Lee untuk langsung kerumahnya.
rumah Pak Lee di Jakarta lebih besar,
lebih megah dari pada yang di Surabaya.
di sana kami di persilahkan masuk dengan hangat,
"Yuk kita makan malam dulu ya, setelah itu nanti kalian istirahat "
sambut Ny Lee dengan memeluk ibuku
yang di balas dengan anggukan kami bertiga.
Tapi bagaimna lagi, hanya pagi tadi kami makan, itu pun sangat terpaksa.
Kalau malam ini tidak makan pasti kami akan sakit dan itu malah akan merepotkan Keluarga Lee.
Setelah makan kami menuju kamar yang sudah mereka persiapkan untuk kami.
Kami pun ahirnya bisa beristirahat dengan nyaman,
__ADS_1
Sebab kamar yang mereka persiapkan sungguh sangat nyaman
Alhamdulillah . . .
Tidak terasa hari sudah menjelang subuh, kami bangun untuk menunaikan shalat subuh bertiga. Tidak lupa kami panjatkan Do'a terbaik buat ayah.
Tak ayal, kami kembali tersedu sedu ketika kembali mengingat ayah, seakan kenangan manis bersama ayah dahulu kembali hadir di pelupuk mata dan fikiran kami.
Ayah, sungguh indah kenangan tentangmu sehingga membuat kami tidak mudah melupakanmu.
Ayah indah hadirmu bagi kami semuanya, Sehingga tidak mudah untuknya tergantikan.
Ayah, kami yakin kamu tahu bahwa kami sangat mencintaimu, hanya Do'a tulus ikhlas buat Ayah.
Ku peluk ibu sangat erat, kubisikkan kata " ibu harus kuat untuk kami ya Bu " bisikku di telinga ibu pelan sekali dengan semampuku menahan Isak tangis.
" Iya nduk, ibu akan selalu kuat, karena ada kalian berdua di sisi ibu menemani ibu "
bisik ibu dengan suara parau.
Aku, adik dan ibu saling berpelukan, erat sekali seakan tak ingin terpisahkan.
cukup rasanya kehilangan ayah. kami tak ingin kehilangan lagi satu sama lain.
__ADS_1
Tak ayal tangisan kamipun kemudian pecah kembali.
Tapi dengan segera aku meminta ibu dan adikku untuk segera beristirahat supaya kami tidak larut dalam kesedihan ini