Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 22


__ADS_3

Santi pemperkenalkanku kepada Hafiz, kekasihnya.


cukup tampan juga kekasih sahabatku ini, yaa karna memang, sahabatku ini juga cukup cantik.


apa lagi sekarang dia sudah dewasa dan sudah kuliah tentunya, jadi dia sudah pintar berdandan.


kami cukup lama bercengkrama di sebuah Cafe di pusat kota Surabaya ini.


kekasih Santi cukup ramah dan juga suka humor.


Setelah hampir 1 jam kami nongkrong di sana, datang seorang laki - laki yang bertubuh tidak kalah kekar dan tampan dari Hafiz, wajahnya hampir mirip, tapi Pria yangg baru datang lebih dewasa dan lowprofile


hihihihihihihihi


( Ternyata mataku masih normal ya ??? )


" Sekar kenalkan ini Kakakku Kak Yusuf "


tiba - tiba suara hafiz membuatku kaget, sekilas ku lihat pria tersebut sudah memberikan tangannya untuk siap menjabat tanganku.


" Se . . . sekar " sahutku sambil membalas jabatan tangannya


" Yusuf, tapi ngak pakai Mansur ya " jawabnya sambil menjabat tanganku dengan erat, tangan yang hangat dan halus lagi.


" Sekar, calon kakak ipar ku ini dokter Lo " suara Santi dengan bangganya menjelaskan siap pria bernama Yusuf ini.


Yang ku balas dengan senyum malu saja.


waaah sungguh pria yang indah di pandang, batinku dalam hati.

__ADS_1


tapi kemudian aku tersadar, siapa aku ??? Sampai harus mengagumi pria yang sangat sempurna di hadapanku ini.


Pria setingkat Edward saja jiji denganku, apa lagi dia, seorang Yusuf.


ku buang jauh jauh rasa kagumku ini.


AKU TIDAK PANTAS JATUH CINTA LAGI.


AKU WANIYA YANG KOTOR DAN HINA.


Siap coba yang mau denganku, yang hanya Bekas Sampahnya Edward Lee


kami pun meneruskan acara kongkow kami malam ini, dengan suka cita.


Sejenak aku lupa akan status HINAku, akan masalaluku aku, merasa bisa menghirup udara segar masa remaja lagi dengan begini.


Keesokan harinya


kriiiiiiiiiiiiing . . .


HP Santi berbunyi saat kami makan malam.


Santi terpaksa berpamitan untuk menerima telepon.


setelah selesai berbicara sejenak di telepon, dia pun kembali ke meja makan meneruskan makannya.


setelah kami selesai makan kami pun berbalik ke teras depan, untuk sekedar berbincang bincang


" pak, Bu, kak Santi dan kak Sekar, ada yang mau Satrio bicarapa pada semuanya " adikku membuka pembicaraan di sela sela suasana santai kami

__ADS_1


" Onok opo le " jawab Bu Subekti


" mohon izin, saya mulai besok sepulang sekolah, untuk pulang ke rumah saya terlambat ngeh ?? " sahut satrio yg membuat kami semuanya bingung


" kenapa dik, apa kamu di hukum di sekolah " sahutku penasaran


" bukan kak, aku mau kerja peruh waktu, ada teman yang menawariku jualan koran " sahutnya bangga


sejenak aku meneteskan air mata


" dik jangan, biar kakak saja yang kerja.


tapi maaf selama ini kakak masih belum ketemu pekerjaan. kamu sabar dulu ya dik, meskipun uang kita tidak banyak tapi kakak rasa masih cukup buat kebutuhan kita kok" jawabku sambil ku hampiri tempat adikku duduk, kucium kepalanya sambil tanganku sesekali mengelus pundaknya


" kalau bapak sih setuju dengan apa yang di lakukan Satrio, dia laki - laki harus bisa tegar, benar tidak le " sahut pak Subekti mencoba meyakinkanku.


" bener nduk Sekar, biarkan dia maju jangan kamu DEKAP terus, ini saatnya Satrio belajar dewasa " sahut ibu Subekti ikut meyakinkanku.


Aku sadar memang seharusnya begini, karena Satrio sudah sangat dewasa, tapi aku sunggu tidak tega melihatnya harus bersusah payah


" kak, kakak tenang saja, ini bukan pertama kalinya aku bekerja, dulu waktu di suka bumi aku juga sering ikut pak mantri membawa hasil kebunnya untuk di bawa ke mobil tengkulak kok, cuman aku tidak berani bilang ke kakak. baru kali ini aku berani bilang " jawab adikku menyakinkankku, ya tuhan. ternyata tanpa sepengetahuanku adikku bekerja untuk meringankan beban kami dulu.


kupeluk adikku Satrio dengan sangat erat sekali, sambil ku bisikkan Kata " Kamu hebat dik, kamu sudah dewasa sekarang. kakak bangga padamu " sambil ku ciumi kening nya


" tunggu . . . tunggu, aku juga ada berita baik untuk Sekar " Santi pun ikutan


" berita baik apa, san " sahutku penasaran, sambil ku hapus air mataku


" kasih tau gak yaaa 🤔 " jawab Santi membuat kami semua penasaran

__ADS_1


__ADS_2