
" Maaf pak, saya harus melaporkan ini di saat bapak dan ibu pulang dari berbulan madu " tiba - tiba saja pak Sugeng yang menjadi satpam di perusahaan Edward menghampiri kami di luar Mes saat kami baru pulang berbulan madu pagi tadi.
" Ada apa pak Sugeng ??? " sahut Edward sedikit penasaran,
" Maaf lho Bu Sekar sebelumnya, itu beberapa hari yang lalu Ibu Soraya datang kemari mencari pak Edward " jawab pak Sugeng kemudian. pak Sugeng ini adalah orang yang cukup lama bekerja mengikuti Edward sejak dia memulai usahanya dulu yang masih belum sebesar ini. makannya mengapa pak Sugeng masih memanggil Edward dengan namanya bukan Muhammad seperti pegawainya yang baru saja bergabung.
" Ada apa dia mencari saya, apa dia bilang maksudnya pada pak Sugeng ??? " tanyanya kemudian sambil aku mempersilahkan pak Sugeng untuk masuk kedalam ruang tamu Mes yang kami tinggali ini
" Saya kurang tahu Pak, tapi Bu Soraya memanggil nama bapak seperti tidak percaya saat saya bilang kalau bapak tidak ada di dalam mes ini " terang pak Sugeng pada kami.
" Ya sudah lah pak, nanti kalau dia datang lagi kemari tolong di hadang saja ya, saya tidak ingin bertemu dengannya saat ini dan selamanya " terang Edward kemudian
" Baik pak saya mengerti " sahut pak Sugeng kemudian untuk pamit kembali ke ruangannya kembali.
" Ada apa mas, kok Soraya mencarimu lagi ??? " tanyaku penasaran.
__ADS_1
" Entahlah, aku juga tidak tahu " jawab Edward dengan cueknya.
Kami pun melanjutkan lagi menata barang - barang ku yang sengaja ku pindahkan dari rumah ku saat Edward mengajakku untuk tinggal di mesnya.
" Sementara kita tinggal di sini dulu ya, nanti kita akan mencari rumah yang layak untuk kita tinggali sampai ajal menjemput kita sayang " ucapnya dengan mengecup keningku dan kemudian memelukku.
" Kenapa kita tidak tinggal di rumahku saja ??? " sahutku masih dalam pelukannya.
" Aku tidak mau kamu merasa tidak nyaman nantinya, apa lagi akan lahir anak - anak kita nantinya " sahutnya dengan mengelus elus perut rataku ini.
" Istriku memang hebat, kamu kuat sekali sebagai seorang wanita. makannya kenapa aku sangat mencintaimu. " sahutnya tak kalah bangganya dengan mencolek ujung hidungku.
" Baiklah, bagaiman kalau kita membangun rumah impian kita disana, dan kamu masih bisa meneruskan usahamu juga " sahutnya kemudian dengan tetap melingkarkan kedua tangannya di pinggangku
" Apa boleh ??? ' sahutku penasaran
__ADS_1
" Boleh dong, itu untuk kesibukanmu juga saat aku harus pergi kerja. aku tidak ingin kamu ikut kerja di luaran, tinggal di rumah dengan ada usaha aku sangat mendukungmu.
Apa lagi ada Arum yang bekerja denganmu. aku tidak ingin dia jadi pengangguran " jawabnya dengan mantab untuk meyakinkanku.
" Terimakasih suamiku tercinta " pujiku padanya dengan kedua tanganku mulai melingkar di lehernya.
" sama - sama istruku. . . " balasnya kemudian
kamipun meneruskan pekerjaan kami semula, menata oleh - oleh serta barang - barang yang aku perlukan nantinya di sini.
Tanpa rasa capek, hingga ahirnya berkumandang azan magrib, kamipun bergegas menunaikan shalat Magrib terlebih dahulu dan meneruskan pekerjaan kami lagi nantinya
Terimakasih Tuhan, Engkau izinkan kami untuk bersama dan bahagia seperti ini setelah apa yang kami alami dahulu.
semoga kami menjadi suami istri dunia-akhirat.
__ADS_1