Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 16


__ADS_3

" sebaiknya kita pergi saja dari Jakarta ini, kita cari desa agak terpencil saja.


biar tidak ada orang yang mempermasalahkan kandunganmu ini nduk" usul ibu setelah kami pergi dari Rumah keluarga Lee hampir 1 Minggu ini.


hidup kami benar - benar berubah 180 derajat. Aku dan adikku harus benar - benar putus sekolah.


kami belum berkepikiran untuk sekolah dulu, yang kami utamakan adalah tempat tinggal.


beruntung mushola yang kami singgahi kemarin tak'mirnya mengizinkan kami untuk menginap beberapa hari di terasnya karna mendengar sedikit cerita dari kami.


Di terminal Bus Kami bingung mau kemana tujuan kami.


untuk kembali ke Surabaya juga tidak mungkin, karena di sana kami sangat kenal orang orang nya.


nanti bagaimna klo mereka bertanya tentang kehamilanku????


ibu menyarankan untuk pergi ke suatu desa yang terpencil, kami pun memilih suka bumi, tidak terlalu jauh juga dari Jakarta, yang menjadi pertimbangan kami, supaya biaya tranportnya tidak terlalu banyak, kami harus menghemat biaya yang kami keluarkan.


karena uang yang kami punya tidak lah sangat banyak, nantinya kami butuh tempat tinggal tetap, makan dan minum sebelum kami mencari pekerjaan.

__ADS_1


setelah tiba di desa yang agak terpencil, kami mendapatkan rumah sewa dengan harga yang cukup murah untuk jangka waktu 1 tahun, kami pun merebahkan diri untuk sejenak melepas kelelahan kami, tanpa terasa kami ber tiga pun tertidur.


perjalanan tadi sungguh sangat melelahkan.


sayup - sayup terdengar suara adzan Magrib,


tidak terasa sudah malam.


Kamipun segera mandi dan menunaikan shalat magrib berjamaah di dalam rumah sewaan kami ini.


setelah shalat kami duduk di ruangan tengah untuk menyantap nasi bungkus dengan lauk sederhana yang sengaja kami beli tadi di perjalanan mencari rumah kontrakan ini, setelah itu kami menata barang - barang bawaan kami yang sebagian besar hanya berupa baju, mukenah & barang -barang keseharian kami


" Ibu, Adik maafkan aku ya, karna aku kalian jadi ikut menderita begini " ku pecah keheningan ini dengan permintaan maaf ku


kami pun saling berpelukan, aku dan ibu langsung meneteskan air mata haru.


kucoba untuk mencari pekerjaan di sekitar kampung ini, di sini orang - orang bercocok taman di ladangnya masing - masing, tidak ada pekerjaan seperti buruh pabrik atau yang lainnya selain bercocok tanam.


Aku dan ibu belum pernah sama sekali melakukan bercocok taman seumur hidup kami.

__ADS_1


Ahirnya aku dan ibu mencobanya, walau kami belum pernah sama sekali bercocok tanam tapi orang yang punya ladang ini tidaklah berat hati untuk membantu kami mempelajarinya.


seharian kami melakukan pekerjaan bercocok tanam, sungguh berat sekali.


Aku hibur diriku sendiri dalam hati, " ini hari pertama kami melakukannya, besok pasti rasa berat ini kan berkurang dan besoknya lagi akan berkurang lagi dan selanjutnya kami akan terbiasa dengan semuanya ini.


Ini semua demi isi dalam perut kami Ya Allah "


sehari dua hari memang rasanya sangat berat dan seakan akan tidak sanggup kami menjalaninya.


tapi mau bagaimana lagi, hanya ini perkerasan yang ada di sini.


kami harus bertahan.


adikku ku daftarkan di sekolah SMP negri di sekitar kampung ini dengan biaya pendaftaran yang lumayan murah, karna ini memang di desa.


kami bersyukur adik bisa meneruskan sekolah.


sedangkan aku, aku cukup mengalah sampai di sini saja.

__ADS_1


biar lah aku hanya punya ijasah SMP saja.


karena sebentar lagi aku akan punya seorang anak


__ADS_2