Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 40


__ADS_3

Hampir setiap hari ku hitung, Soraya datang ke kantor atas dan dengan memaki - maki Edward Lee tentunya, Tidak jarang juga mereka beradu mulut, kejadian itu selalu terjadi pagi hari sepengetahuanku, sebelum para pekerja berdatangan.


Ya . . . aku sangat tahu sekali karena memang aku selalu datang paling pagi untuk saat ini.


pagi ini kulihat muka Edward lebam - lebam di mata, bibir, dan hidung Edward sepertinya patah, dia mengerang - ngerang kesakitan dengan memegangi hidungnya.


perlahan - lahan ku dekati dia, sungguh kasihan sekali aku melihat keadaannya itu.


" pak, bapak tidak apa - apa kan ??? " tanyaku hati hati


" sepertinya hidungku patah " jawabnya sambil nyengir kesakitan


kulihat di dalam ruangan ini sangat berantakan sekali, ada gelas dan Vas bunga yang pecah dengan bekas kacanya berserakan, kertas - kertas yang tadinya ada di mejapun berserakan di mana - mana, selimut, bantal juga tidak berada di tempatnya lagi.


sudah seperti kapal pecah saja kantor ini.


" apa Yusuf sudah datang " tanyanya lagi membuatku kaget karena aku tertegun melihat kondisi kantor ini


" Oh . . . iya . . . sudah datang kok, tadi dia datang sama saya, pak " jawabku kemudian saat tersadar

__ADS_1


" Bisakah kamu memapahku untuk ke ruangan Yusuf sekarang, Sekar ???" pintanya dengan suara parau sekali dan dengan tidak berdaya lagi.


sejenak aku bimbang, haruskah ku tolong dia, tapi kalaupun tidak, apakah pantas aku di sebut manusia ????


" boleh pak " sahutku kemudian, tidak tega rasanya aku membiarkan dia menahan kesakitan


ku papah dia dengan tangan kirinya bergelayut di pundak sebelah kananku, dengan tangan kanannya memegangi dadanya.


terdengar suara nafasnya tersenggal - Senggal seperti susah sekali dia untuk bernafas.


Ya Tuhan, apa yang sedang di lakukan Soraya pada Edward Lee tadi, sampai laki - laki gagah ini tak berdaya seperti ini.


" iya pak, tahan ya pak. kalau capek jalannya kita bisa berhenti sejenak " jawabku pelan dengan sedikit menghiburnya.


dia pun hanya sanggup menjawab dengan anggukan saja.


" Ada apa ini ??? " tegur Juan Lee saat kami secara tidak sengaja bertemu di tangga


" Juan, tolong bantu aku ke ruangan Yusuf " pinta Edward pada adeknya saat kami bertemu.

__ADS_1


Dengan sigap Juan pun membantu kami untuk segera ke ruangan mas Yusuf.


" Yussuf , segera kamu bawa kursi roda ke mari " suara Juan menelfon orang di seberang. hingga tak berapa lama mas Yusuf pun datang membawa kursi roda dengan setengah berlari.


kulihat dia juga tak kalah penasarannya dengan Juan lee, tapi dia sama dengan Juan Lee menahan rasa penasarannya tersebut dan memilih untuk menolong Edward Lee terlebih dahulu.


" Apa kamu bisa merawatnya Yusuf ??? kalau tidak kita langsung membawanya ke rumah sakit aja sekalian, bagaimana??? " perintah Juan


" aku suntik dulu hidungnya, biar menghilangkan sakitnya sejenak " jawab mas Yusuf dengan sigapnya.


butuh beberapa waktu untuk merujuk Edward ke rumah sakit.


" Cepat lah, aku sudah tidak tahan lagi, tubuhku rasanya sakit semua di sekujur tubuh. " ratap Edward dengan menahan sakit.


tanpa sadar tangan Edward menggenggam tanganku dari tadi, kucoba melepaskannya tapi tangan Edward Lee malah merapatkan genggamannya, ku lihat mas Yusuf melihat kami bergantian, Karana aku maksa untuk melepaskan genggaman tangan Edward tapi dia tetap saja menggenggam tanganku makin erat.


aku pun jadi salah tingkah di buatnya.


aku lihat, Juan begitu paniknya melihat kondisi kakaknya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2