Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 29


__ADS_3

semalaman aku sungguh tidak dapat memejamkan mataku untuk tidur barang semenit pun.


takdir apakah ini???


mengapa aku harus berhubungan dengan keluarga Lee lagi, aku hampir bisa melupakan mereka melupakan masa laluku dengan mereka, tapi mengapa Tuhan mempertemukan lagi kami saat ini.


hingga tanpa sadar jam di kamarku sudah menunjukkan waktu 03.00 dini hari.


ku paksakan mataku untuk terpejam, ku hibur hatiku se manis mungkin biarlah saat ini aku bertemu Juan Lee, semoga bukan keluarganya yang lain, apa lagi harus ketemu Edward Lee, semoga sampai kapanpun jangan pernah.


Juan Lee tidak pernah bersalah kepadaku jadi mengapa aku harus menghindar jadi biarlah takdir ini berjalan sedemikian rupa.


hingga ahirnya aku pun tertidur, lumayan walau hanya dua setengah jam.


tak ayal jam 05.30 aku bangun denga tergesa gesa karna aku sudah kesiangan.


aku pun memulai aktifitas ku pagi ini.


saat makan siang, seperti biasa aku menuju kantin, ku lihat di sana Dokter Yusuf sudah duduk manis menunggu kedatanganku.


ku sodorkan bekal makan siangnya seperti biasanya


" kotak bekalku mana ???" sapa suara di belakangku yang membuatku agak terkejut.


" kok hanya Dokter Yusuf yang dapat kotak bekal itu, mana punyaku ??? " sahutnya kembali sambil menatap melas melihat ku bergantian sambil menatap kotak bekal bagianku


dengan berat hati aku ikhlaskan kotak bekalku ini menjadi milik Juan Lee ahirnya, di sambut tawa bahagia Juan Lee dan Dokter Yusuf penuh kemenangan.


Aku pun hanya bisa menghela nafas panjangku, ahirnya siang ini aku tidak makan siang deh, gumanku dalam hati.


" Sekar ini baaaaaaaaaiiiiiiiiiik sekali lho BOS, dia setiap hari membuatkan ku bekal makan siang " sahut dokter Yusuf di sela sela tawanya

__ADS_1


" oh iya, bararti mulai hari ini sama dong. aku juga dapat kotak bekal dari kamu yaaa ??? aku serius lhoo!!! biar giziku terpenuhi " Juan Lee ikut menimpali di sambung dengan gelak tawa mereka berdua


" Memangnya aku tukang catering apa ??? " sahutku sedikit agak pelan,


Geeeeeeeer


mereka pun tertawa lagi saat mendengar keluhanku.


Tidak berapa lama pun ada seorang pelayan kantin yang mengantarkan satu baki penuh makanan dan minuman di meja kami.


" nih sebagai gantinya bekal mu aku ambil, tapi mulai besok kita di sini hanya pesan minum saja ya. karena makan siang kami kamu yang bawakan semuanya " pesan Juan Lee di tujukan khusus untukku


ku hela nafas beratku sambil di sambut tawa mereka berdua lagi.


mereka benar - benar kompak mengerjain aku hari ini dan untuk hari hari selanjutnya


" Sekar, pulang kerja nanti kamu ada waktu kan??? aku ingin sedikit ngobrol sama kamu " sapa Juan Lee saat aku membersihkan kantor atas pagi ini.


" jangan kgawatir denga Yusuf , aku sudah bilang padanya kalau aku yang akan megantarmu pulang " sahutnya kemudian saat melihat kebingunganku


" Baik pak " sahutku kemudian


sore ini, Juan Lee mengajakku ke sebuah Caffe yang sangat tenang,


" kamu pesan apa, hangat apa dingin " Juan Lee membuka obrolan saat kami menemukan tempat duduk yang santai buat kami berdua.


"terserah bapak saja " sahutku kemudian


" kita lagi di luar kerjaan, jangan panggil bapak. kamu panggil aku seperti biasanya saja ya" sahutnya lagi sambil memanggil pelayan untuk memesan minuman


" keluarga kamu apa kabar, ibu mu, adikku dan juga . . . ??? " lanjutnya memulai pembicaraan yang lebih serius lagi, tapi tiba - tiba dia menghentikan pertanyaannya

__ADS_1


" ibu sudah meninggal tidak lama sejak aku keluar dari rumahmu dulu, adikku sekarang sekolah kelas 1 SMU, sedangkan anakku juga sudah meninggal setelah 2 Minggu aku melahirkannya " jawabku dengan wajah tertunduk sedih. tak ku bayangkan, aku harus mengingat masa lalu ini


" Ya Tuhan, maaf aku turut berduka karna kepergian ibu dan an . . . anakmu " sahutnya merasa bersalah atas pertanyaannya


" tidak apa - apa, Terimakasih "


sahutku dengan wajah masih tertunduk


" lalu sakit apa gerangan ibu dan anakmu, kulihat ibumu sehat - sehat saja waktu pergi dari rumahku dulu " tanyanya kemudian dengan sangat hati hati


" ibuku terkena serangan jantung, sebenarnya sudah lama sejah musibah ayahku dulu, tapi aku tidak menyadarinya, hingga saat tahu aku hamil dan Edward tidak mengakuinya, saat itu juga serangan jantung keduanya kambuh dan ternyata itulah Ahir dari perjuangannya. sedangkan anakku lahir dengan penyakit toksoplasma dan ada kelainan pada jantungnya " jawabku panjang lebar hingga tidak tahan aku meneteskan air mata saat menceritakannya.


" Aku sunggu minta maaf, karena membuatmu harus mengingatnya lagi, Sekar " sahutnya merasa bersalah mendengar ceritaku dan melihatku meneteskan air mata.


" lalu apa hubunganmu dengan Dokter Yusuf ??? " tanyanya kemudian


" tidak ada hubungan apa apa, dia kebetulan menolongku memberikan aku pekerjaan ini, karna aku tidak mempunyai ijasah SMU " jawabku


" apa kamu tidak meneruskan sekolahku " tanyanya kemudian yang hanya kujawab dengan menggelengkan kepalaku


" aku mewakili keluarga walau sangat terlambat, untuk meminta maaf atas segala kesalahan kakakku Edward Lee kepadamu sekeluarga ya Sekar, aku tahu kamu dan satrio pasti tidak akan dengan mudah memaafkan keluarga kami, tapi aku mohon dengan keikhlasan kalian, maafkan kelurga kami " katanya kemudian dengan tulus


aku pun tidak dapat berucap apa apa, bagiku itu masa lalu yang sudah aku kubur dalam dalam, kalau pun aku menuntutnya apakah bisa mengembalikan kebahagiaanku yang dulu hilang.


" Sudah lah, aku sudah melupakannya, bagiku itu mimpi buruk " sahutku dengan mulai menatap wajah Juan Lee


" kalau boleh jujur, dulu aku ingin sekali bertanggung jawab atas apa yang telah di perbuat Abangku padamu, aku yakin itu perbuatan Abangku, karna aku sering memergoki kalian saling memadu kasih di kamar nya ataupun di kamarmu. sebenarnya aku tidak rela kamu menanggung ini semua sendirian, Aku sudah lama memendam perasan suka padamu, tapi aku tahu kamu hanya mencintai Abangku Edward Lee dan waktu itu aku tidak berani mengambil tanggung jawab itu karena aku juga masih sekolah " lanjutnya bercerita yang membuatku benar - benar tidak percaya mendengarnya Juan Lee saat itu menyukai aku


" Aku berusaha mencarimu ke mana - mana saat pulang sekolah, atau saat hari libur sekolah, tapi aku tidak menemukan jejakmu Sekar " lanjut Juan Lee yang semakin membuatku tak percaya saja


ya Tuhan . . .

__ADS_1


__ADS_2