
Ketika ku memasuki paviliun tempat mereka berkumpul aku sungguh terperangah dengan kelakuan mereka berempat
mereka saling berpasangan masing - masing kecuali Edward, mereka menari - nari erotis dengan badan saling meliuk - liuk seirama dengan musik yang aku sama sekali belum aku kenal. Astaga naga jengah aku melihatnya.
belum sadar dengan pemandangan yang kulihat, tanganku di tarik Edward untuk lebih masuki ke dalam pavilun tersebut.
" kenapa berdiri di depan pintu, ayo masuk. anggap mereka temanmu juga " sesaat aku menjerit kecil karena kaget. , saat tangannya menyeret ku masuk kedalam.
aku duduk disamping Edward dengan sedikit memejamkan mata sambil sesekali aku membuka mata pelan - pelan melihat tingkah laku mereka, Astaga.
Acara apa ini.
Kenapa semuanya yang ada di sini bertingkah yang tidak pantas sekali menurutku.
kenapa Edwar diam saja melihat tingkah laku teman - temannya yang seperti ini dan malah hanya tersenyum saja.
sungguh jijik aku melihatnya.
" Ya Tuhan " rintihku dalam hati melihat apa yang aku lihat dalam pavilun ini.
" Sebenarnya, acara apa sih ini?? kenapa tingkah laku mereka seperti itu??? " tanyaku pada Edward setengah berbisik karena aku juga takut mereka mendengarkan protesku.
" Biarkan saja, kita tidak usah mengganggu kesenangan mereka, lebih baik kita buat kesenangan kita sendiri saja " ucap Edward dengan masih tersungging senyum di bibirnya dan sekilas aku melihat cahaya matanya terasa aneh saat berkata tersebut dengan memandangku.
" Tuhaaaaan . . . apakah kamu tidak salah ???" sahutku dengan akan beranjak keluar dari pavilun tersebut
Baru saja aku berdiri dan akan beranjak keluar, tanganku di cekal langsung oleh Edwar dengan kemudian tiba - tiba dia sudah mencium bibirku.
__ADS_1
Entah lah, bagai mana mulanya,
Entah lah, bagai mana caranya
Tiba - tiba saja kami sudah berada di dalam kamar pafiliun ini, tubuh kami sudah terselimuti oleh bad cover yang tebal dan halus ini.
kulihat Edwar tertidur pulas tepat di sisiku dengan tersungging senyum has indahnya.
Tuhan, apa yang sudah kami lakuka.
Tiba - tiba saja terlintas semua kejadian tadi malam,
tak terasa air mataku mulai berjatuhan satu persatu tanpa permisi.
Menyesal . . .
sesaat kemudia Edward yang tertidur pulas di sampingku tiba - tiba bangun
" Ada apa ??? kenapa kamu menangis ???,
kita sama - sama saling suka kan. jadi sah - sah saja melakukannya kok.
kamu lihat semalam kan, teman - temanku juga melakukannya karena mereka sama - sama suka. " katanya seakan menghiburku
" Lalu . . . bagai mana kalau . . . kalau aku hamil . . . " sahutku terbata dalam sesenggukan dalam tangisku.
" Kan aku bapaknya, jadi ya aku akan bertanggung jawab lha" jawabnya tegas meyakinkanku.
__ADS_1
" benarkah, benarkah kamu akan bertanggung jawab ??? " tanyaku kemudian untuk menghalau ke khawatiran ku
" iya . . . " sahutnya kemudian dengan memelukku erat.
Dalam keadaan begitu aku masih sempat berfikir.
Berfikir, bolehkah ini terjadi???
kami belum resmi menikah, tapi mengapa dia melakukan ini kepadaku ???
Apakah ini yang dinamakan cinta???
apakah dia juga mencintaiku ???
Samakah perasaannya padaku, seperti apa yang aku rasa???
Tuhan bolehkah perbuatan kami ini???
Aku takut ibu ku, bapak dan Ibu Lee akan marah dengan melihat ini.
Bagai mana juga dengan perasaan Ibu dan adikku saat mengetahui kalau aku sudah tidak suci lagi???
" apa yang kamu pikirkan " tanya Edward berbisik lembut di telingaku kemudian.
aku hanya bisa memandanginya dengan tatapan kosong.
Entah lah.
__ADS_1
kenapa aku belum sepenuhnya yakin dengan ucapan Edward, mengapa harus begini cara kami untuk mengungkapkan bahwa kami saling mencintai