
Hari ini H - 10 dari waktu yang aku dan Edward Lee tentukan untuk kami saling mengikat janji suci pernikahan.
sengaja Edward membolos kerja untuk mengantarku membeli sebuah cincin pernikahan.
Barang - barang hantaran pernikahan sudah tersedia.
Saat kami berkunjung ke Jakarta kemarin Mami sangat heboh sekali, beliau tidak memperbolehkan aku dan Edward untuk berbelanja hantaran sendiri, tapi mami sudah menyiapkannya sebelum kami datang ke Jakarta.
Barang - barang tersebut adalah, tas, baju, setelan, satu set perhiasan, baad cover, sepatu dan lain lainnya dengan merk yang terkenal, kata mami kami tinggal membeli cincin dan perlengkapan shalat saja karena mami takut itu tidak sesui dengan maksud keinginan kami.
Tibalah kami di sebuah komplek pertokoan terbesar di kota Pati ini. kami memasuki sebuah toko mas yang lumayan besar di pusat perbelanjaan ini.
" Mbak, tolong di pilihkan cincin untuk pernikahan ya " sapa Edward pada pelayan toko tersebut.
" Mau yang pasangan atau hanya untuk wanita saja pak " sahut pelayan toko tersebut untuk memastikan apa yang kami mau.
" Boleh lihat yang pasangan atau pun untuk wanita saja ??? " tanya Edward kemudian.
" Baik, kami Carikan model yang paling laris saat ini ya " sahut pelayan toko itu dengan mulai mencari apa yang kami katakan tadi.
__ADS_1
" Mas, aku kok deg . . . degan ya " celotehku saat si pelayan toko itu pergi mencarikan cincin yang kami cari.
" Iya, aku juga kok deg . . . de gan ya ???" sahut Edward kemudian.
hingga ahirnya kami pun di tunjukkan beberap pilihan cincin kawin.
Dengan canggungnya kami memilih cincin yang cocok dengan keinginan kami.
sampai kami menemukan yang cocok, karena cincin tersebut pas di jari kami, jadi tidak repot lagi untuk memesannya.
Hanya kami menunggu beberapa saat untuk mengukirkan inisial di cincin tersebut dengan nama kami masing - masing.
Sungguh indah model baju untuk pernikahannya, sampai - sampai kami kewalahan untuk memilihnya.
" pilih yang simpel aja Sekar, karena kita akan seharian menemani tamu dan saudara kita nanti " bisik Edward lembut karna melihatku kebingungan untuk memilih baju yang akan ku kenakan nanti
" Iya mas " sahutku patuh, masuk akal juga ide Edward
setelah memilih baju pengantin kami berpindah toko untuk membeli mukenah dan Al - Qur'an sebagi mas kawin nanti, selain uang yang akan di berikanya.
__ADS_1
" Oke, sudah semuanya kan ??? " tanya Edward setelah melihat barang bawaan yang kami beli sudah memenuhi kedua tangannya.
" Alhamdulillah, sudah semuanya " jawabku dengan lega.
" Sekarang kita makan siang dulu ya sebelum pulang, perutku sudah lapar nih " ajarnya dengan memasuki restoran cepat saji di dekat pertokooan ini.
Setelah makan siang, kami pun ahirnya pulang ke rumahku terlebih dulu untuk menurunkan barang belanjaan yang kami beli tadi.
" Waah senangnya yang mau menikah " sapa Arum saat kami turun dari mobil dengan membantuku untuk membawakan barang bawaan kami.
kami berdua pun hanya membalasnya dengan senyuman
" kamu tidak mampir dulu mas ??? tanyaku pada Edward sebelum dia kembali ke mesnya.
" bolehkan aku numpang tidur sebentar di sini ??? jam segini pabrik masih bising karena masih beroperasi " izin Edward padaku.
" boleh dong pak, masak enggak " sahut Arum mewakili ku. aku pun hanya mengiyakannya dengan senyum
" Nanti menjelang magrib kamu bangunin aku ya " pesannya kemudian saat aku mengantarnya ke dalam kamar sebelah kamarku.
__ADS_1