
hampir 1 Minggu aku tinggal di Jakarta ini, aku dan adikku mulai mencari - cari sekolah untuk meneruskan pendidikan kami.
Ahirnya aku dan adikku menemukan sekolah yang cocok buat kami masing - masing
Alhamdulillah, sekolah kami tidak terlalu jauh dari rumah pak Lee, cukup dengan jalan kaki saja.
Itu menjadi pilihan kami, sebab kami tidak mau merepotkan Keluarga Lee yang sudah banyak membantu kami.
Bapak dan Ibu Lee banyak menyarankan sekolah swasta pavorit ke pada kami, tapi kami menolaknya secara halus.
Ahirnya keluarga Lee mau menerima apa yang menjadi pilihan kami.
Di rumah keluarga Lee, kami menumpang hidup, dengan membantu bersih bersih rumah dan memasak.
sebenarnya juga Keluarga Lee tidak mengizinkannya,
tapi apa yang bisa kami lakukan selain pekerjaan tersebut untuk membalas Budi kebaikan keluarga ini.
Pak Lee bilang, nanti saja kalau Sekar sudah lulus baru dia kerja di perusahaan Lee corporations.
Tapi kami malu, malu hanya numpang makan dan minum saja kesehariannya. urusan nanti ya di fikirkan nanti saja.
Hampir lupa aku dengan pujaan hatiku, karena selama ini, kejadian demi kejadian yang sangat tidak kami harapkan terjadi.
Dia, Edward sekarang menjadi Wakil Presdir di perusahaan papinya,
__ADS_1
yang tentunya dia semakin menawan saja.
setiap hari aku bertugas untuk membangunkan para tuan muda tersebut Edward & Juan Lee
Senang nya,🤗
di rumah keluarga Lee aku juga punya pengalaman baru, memasak tentunya.
karena banyak sekali waktu luang yang kami miliki.
" sekar, kamu lagi apa " sapa Edward padaku suatu sore
dengan agak gugup aku menjawb
" Oh . . . Ini, aku lagi membersihkan halaman, sama menyirami tanamannya " sahutku dengan malu - malu
Em . . . nanti sekitaran empat orang ya!!! " sambungnya yang ku balas dengan anggukan tanda mengerti.
sejenak ku lihat Edward berlalu, berjalan menuju kamarnya yang berupa sebuah pavilium, ruangan terpisah dengan rumah induk yang memang di gunakan khusus untuk kamar sekaligus tempatnya bekerja saat dia bekerja di rumah.
Aku pun hanya tersenyum dan sesekali melirik kepada sosok ganteng itu dengan tanganku tetap memegang selang air.
10 menit kemudian bel rumah berbunyi, karena posisiku lebih dekat dengan pintu gerbang, aku pun berlari menuju pintu gerbang untuk membukanya.
sebuah mobil Maserati masuki halaman rumah Pak Lee,
__ADS_1
Setelah tiba di depan rumah induk, keluar dua orang laki laki dan dua orang perempuan.
aku bergegas berlari menyapa mereka
" hallo, kalian temannya Edward yaa" sapaku pada mereka
terbelalak aku melihat nya, ganteng - ganteng dan cantik - cantik mereka itu
" iya, dimana Edward "jawab seorang dari
mereka
"mari ikut saya "
jawabku sambil menuntun mereka ke ruangan yang sudah di pesan Edward tadi dengan di sambut Hallo dan pelukan beserta kecupan bibir di antara mereka dan Edward
" Astaga naga " gumanku terkejut dengan langsung memalingkan wajahku, jengah serta aneh melihat sapaan mereka.
sebab aku tidak pernah melihat hal tersebut.
aduh aneh sekali
" Sekar, tolong ya siapkan minum dan cemilan buat tamu saya "
perintah Edwar dengan senyum khas nya.
__ADS_1
" Oh iya . . . " sahutku saat tersadar dari rasa heran ku melihat kejadian tersebut.
kulangkahkan kakiku menuju dapur. sembari berfikir minuman apa ya yang pantas aku hidangkan untuk tamu tamu aneh tersebut