Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku

Ku Buat Kau Jatuh Cinta Padaku
Episode 53


__ADS_3

" Kak, kak Edward sekarang mualaf lho, makannya nama depannya dikasih Muhammad. aku sudah tau dari dulu, mas Yusuf yang ngasih tahu kami. mas Yusuf bilang, dia mualaf karena dia tersentuh hatinya mendengar kakak Sekar berDo'a untuk kesembuhannya waktu di rumah sakit dulu " tiba - tiba Satrio adikku sudah berada di sebelahku saat aku mengerjakan seterikaan baju pelanggan ku malam ini. Arum sudah kuminta pulang karena seharian ini dia sedang tidak enak badan.


Bukankah dia tadi sedang asyik bermain HP dari pagi sampai sore??


Aku hanya mendengarkan ocehannya dengan seksama tanpa berkomentar satu katapun.


" Tahu tidak kak, hartanya habis buat di bagi sama Soraya dulu, itu perempuan Maruk banget, sudah di kasih setengah dari harga jual pabriknya itu, Eeeeeh . . . malah minta mobil dan rumah yang di Pati ini juga. karena kak Edward tidak mau ribet ahirnya di kasih semuanya deh ke Soraya " ceritanya lagi tanpa aku gubris dengan aku meneruskan pekerjaanku.


" Untung yang membeli pabriknya itu Pak Lee sendiri, jadi sekarang di balikin lagi ke kak Edward biar di terusin lagi bisnisnya, mulanya dia tidak mau, tapi papinya maksa dengan satu syarat katanya . . . " makin panjang lebar cerita nih anak.


" Terus . . . maksud kamu apa cerita ini ke kakak ??? " sahutku kemudian


" Ya biar kakak tahu saja " sahutnya cuek dengan memainkan HPnya


" kalau aku tahu terus kenapa ??? " sahutku ikut cuek.


" Yaa biar kakak Sekar jadian lagi sama kak Edward Lee dong " sahut Satrio sambil menjewer pipi kanan kiriku dengan kedua tangannya.


aku pun tertegun sejenak dengan ucapan Satrio adikku ini.


" Apa . . . tidak ada yang akan tersakiti kalau kami saling mencintai lagi seperti dulu. " sahutku dengan suara pelan dan hati - hati sekali


" Siapa yang sakit hati sih kakakku yang Cuantik " sahut Satrio lagi dengan menggodaku.


" kamu, Almarhum Ibu dan Almarhum Bimo. " sahutku dengan kemudian terduduk lemas di kursi dekat meja setrikaanku.

__ADS_1


" kak, IBu dan Bimo pasti akan menerima alasan kak Edward dulu yang pernah dia ceritakan pada kita. dan aku . . . aku sudah puas dengan dendamku padanya dulu waktu menghajarnya hingga babak belur kemaren. Hahaha . . . . " katanya kemudian dengan bangganya.


" Habis di beri sogokan apa kamu sama Edward sampai mati - Matian membela dia sekarang


" Sayangnya Aku tidak dapat apa - apa dari dia kak " sahut Satrio dengan polosnya


sungguh gemas aku melihat tingkah laku adikku ini.


" Dasar kamu ya, kamu kira dia tidak akan membalasnya padamu apa??? kamu kira itu tidak sakit apa ??? Huuuuuuh . . . " sahutku dengan meninjukan genggaman tanganku pada pundak, perut dan apapun yang bisa aku jangkau.


Satrio hanya berteriak teriak pura pura kesakitan, aku pun malah mengerjainya dengan antusias.


sudah lama kami tidak bercanda mesra seperti ini,


ahirnya ku peluk tubuh gagah adekku ini sambil ku bisikkan kata " Dik, aku kangen sekali sama kamu " ucapku dengan menitikkan air mata,


aku pun menangis sejadi jadinya.


" Kok aku juga tidak di peluk sih " tiba - tiba terdengar suara Edward Lee di ruangan ini.


" Kok kamu bisa masuk sih " sahutku dengan mengelap air mataku.


" Aku sudah mengetuk berkali - kali, tapi tidak ada jawaban, saat ku buka ternyata tidak di kunci. Ya sudah . . . aku langsung masuk saja. tidak tahunya kalian malah berpeluka seperti ini. Aku CEMBURU tau " katanya dengan nada manja, sambil memberikan sebuah bungkusan besar,


" Horreeeeee martabak . . . " sahut Satrio saat mbukanya.

__ADS_1


" Kamu sudah makan malam kah ??? " tanyanya padaku


" Belum kak, dia belum makan malam, katanya tidak nafsu makan sebab kak Edward sudah pulang dari sini " sahut Satrio pada Edward dengan candaanya


" Eeeeh benarkah . . . ??? " sahut Edward dengan mata berbinar - binar dan nada suara senang sekali


" BOHONG . . . " jawabku dan bersamaan dengan ucapan Satrio


" BENAR . . . "


aku melemparkan sandal ke tubuh Satrio supaya dia tidak bercanda lagi.


" Sudah lah, dia hanya bercanda. ayo temani aku makan malam. hari ini aku lembur dan baru pulang, langsung kesini " pinta Edward.


memang ku lihat dia masih memakai baju setelan jas saat datang ke rumahku malam ini.


aduh bagaimna ini.


ikut dia apa tidak yaa


" Ayo, kamu juga iku . . . " sahutku sambil ku tarik tangan Satrio


" Males ah, ngapain aku ikut. jadi obat nyamuk nanti aku " sahutnya sambil melepaskan kasar tanganku.


" Awas ya kamu " sahutku pasrah

__ADS_1


aku pun ahirnya mengganti pakaianku agar terlihat pantas untuk keluar bersama Edward Lee malam ini.


__ADS_2