
Setiap hari aku selalu berinteraksi dan berbicara dengan suamiku, meski dia masih belum menunjukkan tanda - tanda untuk sadarkan diri.
Tapi tidak bosannya aku pun selalu mengajaknya berbicara, bercerita kepadanya apa saja yang aku lakukan setiap hari dan tangannya selalu ku ajak untuk mengelus elus bayi dalam perutku.
" Ayah, cepat bangun ya yah . . . dedek bayinya pengen di elus - elus dan di ciumin sama ayah lho " ucapku seakan akan bayi dalam kandunganku lah yang mengajak ayahnya yang masih terbaring ini untuk berbicara dan bercerita.
" Sekar maafkan aku ya , hari ini aku dan ayah ku akan balik ke Surabaya dulu. sedang kan ibu akan tetap di sini untuk menemanimu " pamit Santi saat aku sedang membasuh tangan dan kaki mas Edward.
' lho . . . kok . . . " sahutku sedikit kecewa mendengar Santi berpamitan akan pulang ke Surabaya.
" Maafkan aku ya Sekar, ada sedikit masalah di kiosku. ini juga Satrio masih di sini kan jadi di sana tidak ada orang yang bisa di andalkan " Santi pun memberikan alasan yang bisa ku terima, sesaat aku tersadar mereka membantuku sangat lama sekali di sini, sedangkan mereka semuannya juga mempunyai kepentingan pribadi dan pekerjaan tentunya.
Sebelumnya mas Yusuf, Juan Lee dan Hafizh juga berpamitan karena mereka juga mempunyai tanggung jawab dalam pekerjaan yang mereka tekuni, sebelum pergi mereka beejanji minimal akan sering menelfon untuk sekedar bertanya kondisi mas Edward di sini atau kalau mereka punya banyak waktu luang akan datang ke Pati lagi. saat itu aku merasa kehilangan sangat banyak dukungan untuk aku tetap bersabar dan tawakal atas semua yang terjadi padaku saat ini.
Tapi dengan kepulangan Santi, aku pun mulai menyadari bahwa aku sangat egois sekali.
" Baik lah San, aku minta maaf kalau aku egois menahan kalian di sini untuk menemaniku.
Aku hanya berharap kalian tidak terputuslah Do'a untuk menDo'akan kesembuhan suamiku ya " sahutku dengan memeluk Santi sahabatku, tak lupa aku pun meminta Do'a tulus ikhlas juga kepada ayah sebelum mereka berdua pergi kembali ke Surabaya.
Aku di sini masih ada Papi, Mami, Satrio dan juga ibu yang masih setia menemaniku untuk menjaga suamiku sampai tersadar.
__ADS_1
silih berganti mereka menemaniku bergantian untuk berjaga di rumah sakit ini.
sampai suatu pagi, subuh tepatnya aku mendapati tangan suamiku bergerak - gerak di kepalaku,
Yaah . . . aku tertidur di sebelah ranjang nya dengan tubuhku masih terduduk di kursi .
" Mas . . . kamu sudah sadar " sapaku pada suamiku saat aku terbangun dan melihatnya sudah membuka mata.
sejenak ku peluk dia dengan segenap rasa rinduku.
kemudian aku pun menghubungi ruang perawat dengan telepon yang ada di ruangan ini.
mereka memeriksa dengan intensif kondisi suamiku.
Setelah beberapa lama memeriksa suamiku ahirnya kami mendapatkan hasil yang memuaskan,
suamiku sudah tersadar dari komanya, hanya menunggu pemulihan lebih lanjut lagi kedepannya.
Suamiku pun sudah bisa merespon untuk Diajak berbicara dan perlahan lahan pula dia juga sudah mulai berbicara meski agak susah.
maklumlah, syarafnya masih tegang karena beberapa hari ini koma.
__ADS_1
" mas kamu tahu, aku punya berita bagus untukmu. kamu pasti akan suka dan makin cinta padaku " bincangku padanya saat kami sedang berduaan di kamar ini.
mereka aku minta untuk pulang malam ini, biarlah hanya Aku saja yang merawat mas Edward dan aku akan banyak bercerita dengannya sepanjang malam ini
" Berita apa itu " tanyanya kemudian jadi penasaran.
" Aku Hamil mas . . . " sahutku dengan mata berbinar binar.
" Aaaaaah , . . . benarkah sayang ??? " sahutnya hampir tidak percaya,
" benar . . . aku hamil, baru 10 Minggu " sahutku lagi.
" Syukurlah, kapan kamu tahu itu ??? " tanyanya lebih lanjut.
aku pun menceritakan semuanya yang terjadi padanya hingga aku di ketahui hamil.
dia sangat bahagia sekali saat ini dengan kehamilanku dia menarik tanganku untuk lebih dekat dengannya, aku pun ikut tidur dengannya dalam satu ranjang ini.
kami saling berpelukan dan saling melepas rindu. Ku peluk erat suamiku tercinta ini.
Terimakasih Tuhan, Kau berikan kami kesempatan lagi untuk bersama di dunia ini
__ADS_1